Perkembangan Teknologi - Guru Tak boleh ketinggalan Teknologi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 23 April 2019

Perkembangan Teknologi - Guru Tak boleh ketinggalan Teknologi

Guru Tak boleh ketinggalan Teknologi



Guru perlu mengikuti segala teknologi yang bisa membantunya mengajar. Menristekdikti mengingatkan para guru untuk tidak selalu mengajar dari panduan pelajaran yang telah lama diterbitkan. Berjudul Peran pendidikan tinggi, siswa dan lulusan merespons tantangan era gangguan teknologi dalam kelulusan dan peringatan 42 tahun STKIP PGRI Jombang.

Nasir mengingatkan ilmu yang diajarkan untuk murid tidak berhenti masing-masing tahun tetapi terus diperbarui, sampai-sampai guru jangan berpuas dengan tuntunan ajar yang lama.
"Jangan hingga menjadi dosen atau guru ketinggalan teknologi, dengan menggunakan tuntunan yang digunakan cetakan tahun-tahun yang lalu, tahun 2005 atau 2010, sebenarnya sekarang telah tahun 2019 dan mesti update," ungkap Nasir.

Lebih lanjut Nasir mengaku di era Revolusi Industri 4.0 ini bakal ada tidak sedikit mata latihan dan mata kuliah yang bisa diajarkan tanpa guru atau dosen sama sekali, sampai-sampai guru dan dosen butuh meningkatkan keterampilan mengajarnya pun dengan pertolongan teknologi, sehingga mereka masih dapat menyerahkan pengajaran yang maksimal.

"Sekarang dunia pengajaran sudah memakai sistem pembelajaran yang tidak lagi memakai orang lagi. Kami datang ke Korea Selatan, Jepang dan China bahkan hingga dengan Kanada. Ada sebuah proses pembelajaran dimana mahasiswa telah tidak lagi bersentuhan dengan orang di tingkat edukasi tinggi," ungkap Nasir.

Pada saat yang sama, presiden Rosyidi Unifah Center dari Asosiasi Guru Republik Indonesia (PGRI) mengatakan bahwa guru-guru Indonesia akan tetap dibutuhkan di era Revolusi Industri 4.0 dan bahwa mereka akan terus melanjutkan memperkuat profesionalisme mereka.

"Profesionalisme ialah kata kunci dan menjadi perhatian global, karena tersebut dengan pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi, anda akan terus belajar dan profesionalisme itulah yang menjadi kuncinya. Dengan terus menajamkan diri insya Allah anda akan dapat memposisikan diri apapun tantangannya di era 4.0," ungkap Ketua Umum PGRI Pusat Unifah Rosyidi.

Setelah menyerahkan sambutan wisuda, Menristekdikti meresmikan Gedung Student Center STKIP PGRI Jombang. Rangkaian kegiatan di Jombang ini dihadiri oleh Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pusat Unifah Rosyidi, President Association of Higher Learning Institution in Computing and Information Technology Studies Richardius Eko Indrajit, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (Jawa Timur) Suprapto, Bupati Jombang Munjidah Wahab, semua eselon Pemerintah Kabupaten Jombang, ketua dan anggota Senat Akademik STKIP PGRI Jombang beserta semua dosen, serta wisudawan dan wisudawati bareng orang tua masing-masing.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar