Perkembangan Teknologi Baru - Perkembangan Teknologi Harus Bermanfaat Bagi Petani - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 08 April 2019

Perkembangan Teknologi Baru - Perkembangan Teknologi Harus Bermanfaat Bagi Petani

Perkembangan Teknologi Baru 
Perkembangan Teknologi Harus Bermanfaat Bagi Petani


Perkembangan Teknologi Baru - Modernisasi pertanian adalah  hal yang mesti dilaksanakan untuk memajukan pertanian nasional. Upaya tersebut dibutuhkan guna menambah kualitas dan hasil pertanian semua pelaku usaha tani.


Berdasarkan keterangan dari Presiden Joko Widodo, semua petani telah selayaknya mulai berpindah pada cara-cara baru dengan memanfaatkan pertumbuhan teknologi yang memungkinkan penambahan hasil pertanian yang lebih baik. Salah satunya merupakan mengenai proses pengeringan padi yang menurut keterangan dari pengamatannya tidak merasakan perubahan semenjak puluhan tahun lalu.
“Ini kan kita telah bertahun-tahun yang namanya menjemur padi di jalan atau di pelataran. Ini telah berpuluh-puluh tahun. Masa enggak hendak berubah?” kata Presiden Joko Widodo.

Untuk itu, Kepala Negara berencana guna menjembatani semua pelaku usaha tani dengan pihak perbankan supaya memperoleh kemudahan pembiayaan yang meringankan untuk upaya modernisasi industri pertanian itu.

“Bukan melulu untuk hal padi, tapi hal jagung pun bermasalah. Kualitasnya turun karena hanya dijemur, tidak masuk ke dryer. Ini telah kita alami bertahun-tahun masak anda teruskan?” kata Kepala Negara.

Bagi petani dalam sistem pertanian konvensional, waktu panen ketika musim hujan bakal menjadi permasalahan tersendiri yang bakal terus berlarut bilamana tidak segera mengerjakan upaya modernisasi. Apalagi gabah yang ditabung tanpa pengeringan terlebih dahulu akan gampang rusak dan menurunkan bobot hasil panen.

“(Usaha) penggilingan mesti terdapat dryer-nya sampai-sampai setiap ketika hujan kayak apapun yang namanya gabah atau jagung dapat masuk ke mesin pengering,” jelas Presiden.

Tak melulu itu, Presiden pun mendorong semua pelaku usaha tani guna dapat menyerahkan nilai tambah untuk hasil panennya. Salah satunya ditempuh dengan mengerjakan pengemasan produk-produk pertanian sampai-sampai dapat langsung dijual sendiri tanpa mesti melalui rantai perniagaan yang lumayan panjang.

“Kalau dapat yang namanya penggilingan padi tersebut sudah terdapat mesin pengemasannya. Penting sekali sehingga terbit dari mesin tersebut sudah dalam format kemasan-kemasan yang siap dipasarkan atau digunakan sendiri,” kata Presiden.

Presiden menjelaskan, ke depan, Indonesia masih bakal menghadapi evolusi global yang paling cepat. Tantangan tersebut memerlukan kesiapan diri supaya dapat mengekor sekaligus beradaptasi dengan perubahan-perubahan itu.

“Kalau anda tidak mengikuti, tidak mengolah diri, dari pola-pola lama ke pola-pola baru, anda ditinggal oleh negara lain. Jangan sampai anda kalah. Kita ini negara besar,” jelas Kepala Negara.

Dalam peluang terpisah, Presiden Joko Widodo mengutarakan bahwa usaha penggilingan padi seharusnya sekarang dilengkapi dengan unit-unit usaha penyokong lainnya laksana pengeringan dan pengemasan hasil tani.

“Mestinya penggilingan padi tersebut terpadu dengan dryer dan packaging unit sampai-sampai nilai tambah tersebut akan terdapat di petani. Kita harapkan nilai tambahnya semakin bertambah di petani,” kata Presiden.

Oleh karenanya, ketika bertemu dengan semua pelaku usaha tani, Kementerian Pertanian, dan pihak perbankan di Istana dalam sejumlah waktu mendatang, Presiden bakal berupaya mencarikan solusi untuk upaya modernisasi pertanian itu beserta pembiayaannya. “Kita bakal temukan seluruh di Istana. Kalau ketemu kan solusinya nanti menjadi jelas,” tuturnya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar