Perkembangan Teknologi Canggih - Realisasi Smart City di Support Oleh ICON - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 09 April 2019

Perkembangan Teknologi Canggih - Realisasi Smart City di Support Oleh ICON


Realisasi Smart City di Support Oleh ICON



Realisasi Smart City di Support Oleh ICON | PT Indonesia Comnets (ICON) plus mau memberikan sokongan berupa keperluan jaringan dan Informasi Teknologi (IT) supaya terwujudnya Smart City (Kota Pintar) di Aceh.

Anak perusahaan PT PLN itu hendak mensupport keperluan teknologi di Aceh, baik guna instansi pemerintahan, swasta maupun semua korporasi yang terdapat di Aceh. Saat ini, ICON sendiri terus mensosialisasikan teknologi percepatan untuk penyelesaian bisnis guna pemerintah, perusahaan dan lembaga lainnya.

“Membangun kabel fiber optik, dimana tiang PLN siap mensupport keperluan IT itu. Jadi sebab kita perusahaan anak PLN, makanya dapat memanfaatkan tiang PLN di Aceh,” kata Hendri Hariadi disela-sela seminar teknologi penyelesaian percepatan mengarah ke Smart City Provinsi Aceh, di Ayani hotel Banda Aceh, Selasa (2/4).

Hendri menyampaikan, dalam proses percepatan ini, pihaknya pun menggandeng sejumlah rekanan lain laksana Rosenberger sebagai penyedia data center (pusat data), Benq selaku penyedia Comand Center (ruang kontrol).

“Ketika ini telah terpadukan, maka saya dan anda bisa memanfaatkan teknologi IT untuk pertumbuhan teknologi di Aceh,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan dari Hendri, Aceh ketika ini masih kelemahan intrastrukturnya, urusan tersebut karena Aceh wilayah yang paling luas, lantas kontur daratannya pun naik turun. Sehingga susah mengimplementasikan fiber obtiknya.

“Untuk itu, kami sebagai anak PLN yang telah punya modal untuk melangsungkan kabel di tiang listrik manapun itu, dan dapat memasang fiber optik disetap sudut,” ujarnya.

Hendri menuturkan, tentang program percepatan Smart City ini, pihaknya telah menggaet sejumlah kabupaten/kota di Aceh, diantaranya dengan Pemerintah Langsa, Aceh Utara dan Pidie Jaya. Karena tersebut mereka terus melalakukan sosialisasi.

“Harapannya pemerintah memahami bagaimana menambah produktifitas melewati teknologi digital. Dan anda bisa berkolaborasi dengan 23 kabupaten/kota di Aceh,” imbuh Hendri.

“Data center ini adalahpusat data yang terdapat disetiap kabupaten/kota, seringkali dalam urusan ini dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo),” tandasnya.

Iyan menjelaskan, nantinya seluruh Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten/kota (SKPK) mesti menyimpan servernya di Diskominfo. Namun, instansi tersebut pun harus mempunyai ruang data center yang cocok dengan standarisasi.

Dirinya memberikan misal kecil, saat ada kantor yang memasang CCTV, maka dijamin juga mempunyai server, video analitik, dan tersebut perlu lokasi khusus guna penyimpanannya.

“Ngak dapat digeletakkan biasa saja. Nah, lokasi khusus tersebut lah yang dinamakan data center,” cerah Iyan.

Iyan menambahkan, guna membanguan data center tradisional cocok standarnya tersebut sangat mahal. Karena itu, mereka menyerahkan solusi mikro data center ini, sampai-sampai pemerintah dapat mempunyai data center efektif dan efesien cocok standar yang telah ditetapkan.

“Kalau mau merealisasikan Smart City, sudah tentu wajib terdapat yang namanya data center. Saat ini belum terdapat di Aceh, karena tersebut kita jajaki sosialisasikan,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar