Perkembangan Teknologi di Indonesia - Loncatan Besar Dari Sektor Manufaktur di Era Industri 4.0 - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 08 April 2019

Perkembangan Teknologi di Indonesia - Loncatan Besar Dari Sektor Manufaktur di Era Industri 4.0

Perkembangan Teknologi di Indonesia - 
Loncatan Besar Dari Sektor Manufaktur di Era Industri 4.0 




Perkembangan Teknologi di Indonesia | Loncatan Besar Dari Sektor Manufaktur di Era Industri 4.0 - Industri 4.0 adalah sebuah lompatan besar pada sektor manufaktur melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal. Tak hanya dari sisi produksi, namun pun keseluruhan rantai nilai untuk menjangkau efisiensi yang optimal sehingga mencetuskan model bisnis baru berbasis digital.

Tak hanya dari sisi produksi, namun pun keseluruhan rantai nilai untuk menjangkau efisiensi yang optimal sehingga mencetuskan model bisnis baru berbasis digital. Dalam perkembangannya, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengolah dunia sebagaimana pada revolusi industri 1.0 mencetuskan sejarah saat tenaga insan dan fauna digantikan oleh kemunculan mesin uap pada abad ke-18.

Revolusi 1.0 ini dapat meningkatkan perekonomian yang luar biasa. Sepanjang dua abad sesudah revolusi industri penghasilan perkapita negara-negara di dunia bertambah enam kali lipat. Pada revolusi industri 2.0 ditandai dengan berkembangnya energi listrik dan motor penggerak. Ini ditandai oleh buatan manufaktur laksana pesawat telepon, mobil, dan pesawat terbang.

Selanjutnya, pada revolusi industri 3.0 ditandai dengan tumbuhnya industri berbasis elektronika, teknologi informasi, serta otomatisasi. Kehadiran teknologi digital dan internet semakin dikenal sampai para revolusi industri 4.0 ditandai dengan berkembangnya Internet of Things (IoT).

Revolusi industri 4.0 dipercayai akan membawa tidak sedikit perubahan dengan segala konsekuensinya. Bahkan, terdapat pula risiko yang barangkali muncul, laksana berkurangnya sumber daya insan (SDM) sebab perannya diganti oleh mesin atau robot. Tren ini pun telah mengubah tidak sedikit bidang kehidupan manusia, tergolong ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia tersebut sendiri.

Airlangga menuliskan bahwa Indonesia telah siap menginjak era industri 4.0. Hal ini ditandai melewati peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 4 April 2018. Peta jalan itu menjadi strategi dan arah yang jelas dalam upaya merevitalisasi sektor manufaktur. Adapun lima sektor industri yang bakal menjadi tulang punggung untuk menjangkau aspirasi besar Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman (mamin), tekstil dan pakaian, automotif, kimia, serta elektronika.

Kelompok manufaktur ini dipilih sebab berkontribusi besar terhadap ekonomi nasional, dengan sumbangsih sampai 60% pada PDB, nilai ekspor, dan penyerapan tenaga kerja. Sasaran Making Indonesia 4.0 ialah menjadikan Indonesia berperingkat 10 besar ekonomi dunia pada 2030 dengan menambah nett export, menambah kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB, dan menjangkau produktivitas yang kompetitif.

Selain menambah nett export sebesar 10% atau 13 kali lipat dikomparasikan saat ini, sasaran Making Indonesia 4.0 pun meliputi penambahan produktivitas tenaga kerja sampai dua kali lipat dikomparasikan peningkatan ongkos tenaga kerja, dan alokasi kegiatan R&D teknologi dan inovasi sebesar 2% dari PDB.

Penerapan industri 4.0 pun akan mendorong penambahan pertumbuhan ekonomi sampai 1-2%, penyerapan ekstra lebih dari 10 juta tenaga kerja, dan penambahan kontribusi industri manufaktur pada perekonomian. Dalam penerapan revolusi industri 4.0, Indonesia tak bakal meninggalkan atau menggantikan sektor industri yang ketika ini masih memakai teknologi di era industri generasi kesatu sampai ketiga.

Baca Juga: Pemanfatan Teknologi Bantu IKM Bersaing di Era Industri 4.0

Saat ini, industri generasi kesatu yang masih terdapat di Indonesia sedang di sektor agrikultur atau pertanian. Kemudian, industri generasi kedua laksana sektor penciptaan rokok kretek tangan dan industri batik yang memakai canting sampai saat ini masih beroperasi.

Sementara itu, industri generasi ketiga, yang telah memakai mesin otomatis dengan melibatkan hubungan antara insan dan mesin juga tidak bakal ditinggalkan. “Terhadap sektor tersebut, pemerintah berkomitmen guna terus mengembangkannya dengan lebih produktif dan inovatif,” kata Menperin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar