Perkembangan Teknologi di Indonesia - Revolusi Industri 4.0 Jangan Sampai Membuat UMKM Rendah Diri - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 05 April 2019

Perkembangan Teknologi di Indonesia - Revolusi Industri 4.0 Jangan Sampai Membuat UMKM Rendah Diri

Perkembangan Teknologi di Indonesia - Revolusi Industri 4.0 Jangan Sampai Membuat UMKM Rendah Diri


Perkembangan Teknologi di Indonesia - Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) jangan antipati atau merasa rendah diri dengan revolusi industri generasi keempat. Sebaliknya, pelaku UMKM seharusnya mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan yang muncul dari revolusi industri 4.0.




Demikian diungkapkan pelaku industri kreatif sekaligus entrepreneur fesyen, Dhatu Rembulan, pada Konferensi Pers JNE UKM Festival ‘BALAREA’ (Bandung Lautan Kreatif) 2019 di Hotel Moxy, Jln. Ir. H. Juanda, Bandung, Kamis, 4 April 2019. Pelaku UMKM, menurut ia, harus bertransformasi ke arah digital.

"Jangan merasa ciut dengan kata-kara revolusi industri 4.0 atau otomatisasi. Kita semestinya ada di dalamnya, bukan justru menghindarinya," kata Dhatu.

Pasalnya, menurut dia ke depan arus digitalisasi akan semakin deras. Mereka yang tidak mau menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi justru akan tersingkir dan kalah dari persaingan.

"Memang tak mudah. Saya sendiri, pada awal melaksanakan otomatisasi, omzet udaha sempat anjlok. Konsumen, khususnya wanita umur 40 tahun ke atas masih percaya untuk berinteraksi dengan sistem" ujarnya.

Untuk membiasakan konsumennya, istri dari vokalis The Changcuters tersebut, melakukan usaha yang cukup besar. Salah satunya dengan memberikan edukasi kepada konsumen.

"Saya juga masih menyediakan customer sevice untuk membantu konsumen yang masih ragu untuk berinteraksi dengan mesin. Seiring dengan berjalannya waktu, konsumen mulai terbiasa," ujarnya.

Bukan hanya karakter konsumen, diakui Dhatu, infrastruktur teknologi informasi (TI) juga menjadi tantangan lainnya. Namun, menurutnya, terlepas dari sejumlah tantangan tersebut, benefitnta juga besar.

"Operasional usaha jadi lebih efisien. Inovasi teknologi ini juga menjadi keunggulan bersaing bagi produk saya untuk bisa menembus pasar yang semakin luas," ujarnya.
Efektif dan efisien
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Barat (Jabar), Jodi Janitra, juga mengatakan hal serupa. Menurut dia, transformasi digital bagi UMKM sudah menjadi tuntutan pasar yang mau  tak mau harus dilakukan.

"Pasar sudah mengarah ke sana. UMKM jangan perlu berpikir saya kan cuma UMKM, tidak perlu ikut-ikutan. Apa sih revolusi 4.0? Otomatisasi? Duh pusing. Jangan ada pemikiran seperti itu," katanya.

UMKM justru harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi terbaru. Dengan demikian, UMKM bisa berdaya saing. Jadikan ini sebagai keunggulan layanan bagi konsumen.

Dari sisi pemasaran, menurut dia adopsi teknologi informasi memberikan jangkauan pasar yang jauh lebih luas. Apalagi, karakter konsumen akan mengejar dimanapun produk berada, selama harga masih yang termurah.

Oleh karena itu, menurut dia, dunia usaha termasuk UMKM dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Hanya saja, ia mengakui, masih ada UMKM yang belum memiliki pengetahuan dan pemahaman mumpuni tentang perkembangan teknologi.

Untuk itu, menurutnya JNE Bandung berkolaborasi dengan para UKM, menghadirkan JNE UKM Festival ‘BALAREA’ (Bandung Lautan Kreatif) 2019 untuk pertama kalinya, dengan Tema “Festival Kreasi Urang Bandung, untuk Peluang UKM Ciptakan Kegiatan Usaha di Era 4.0”.  hal yang tersebut akan digelar Sabtu, 6 April 2019 di Cihampelas Walk, Jln. Cihampelas, Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar