Perkembangan Teknologi Digital - Indonesia Standardisasi Society 5.0 - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Sabtu, 20 April 2019

Perkembangan Teknologi Digital - Indonesia Standardisasi Society 5.0

Indonesia Standardisasi Society 5.0



Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengingatkan pentingnya penyiapan standardisasi menginjak era kemasyarakatan (society) 5.0, dimana teknologi dan manusia akan mengolah perkembangan kemajuan manusia. Standardisasi tersebut harus cocok dengan situasi dan keperluan penduduk Indonesia.

Kepala BSN, Bambang Prasetya, mengatakan, perkembangan teknologi tidak dapat dilepaskan, warga di Indonesia juga harus mengikuti tren yang juga dirasakan penduduk di belahan dunia lain.

"Justru anda harus antisipasi semenjak awal. Kita mesti mengikuti tren dunia, cocokkan dengan situasi Indonesia sampai-sampai kita siap," katanya di sela-sela Seminar Standardization in a Living Society 5.0, di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

"Revolusi industri 4.0 menekankan pula pada keterampilan kecerdasan produksi (artificial intellegent) sampai-sampai ada kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi," ucap Bambang.

Dengan inovasi teknologi digital ini pun kemudian Jepang berencana untuk membuat super smart society atau society 5.0.

Bambang mengingatkan, peradaban teknologi yang begitu cepat tersebut, butuh diantisipasi. Salah satunya dari segi standardisasi. Jarak pencanangan era revolusi industri 4.0 dan era kemasyarakatan (society) 5.0 di dunia paling dekat. Jepang, kata Bambang, adalah negara kesatu yang mendeklarasikan kesiapan ke era society 5.0.

"Tujuan era ini pasti efisiensi. Namun efisiensi tersebut juga mesti mengacu pada mutu. Kita mesti mulai pakai teknologi guna memanusiakan manusia," tandasnya.

Wacana society 5.0, tambah Bambang, telah di depan mata. Standardisasi mesti melihat situasi Indonesia, yang situasi antar wilayah tidak sama.

Bambang menjelaskan, generasi kini berubah, mulai dari society 1.0 hingga society 5.0. Peran standardisasi dalam perkembangan peradaban manusia tidak dapat dipungkiri. Standardisasi terdapat sejak kemajuan manusia tersebut ada, maka perkembangan standardisasi akan tidak jarang kali berjalan beriringan dengan perkembangan peradaban. "Standardisasi akan tidak jarang kali menjadi flatform untuk kehidupan manusia," tegas Bambang.

Sementara itu, di era revolusi industri 4.0 telah ada 223 Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mendukungnya. Sedangkan untuk menyokong konsep masyarakat 5.0, terdapat 504 SNI. Standar tersebut, diantaranya menyangkut ketenteraman informasi, record management, logistik dan infrastruktur.

Untuk memastikan mutu, keselamatan, dan kemananan dalam memakai teknologi inovasi, penerapan SNI menjadi paling penting. Tanpa standar, teknologi, inovasi, produk atau sistem tidak dapat bekerja secara selaras.

"Apalagi kaitannya dengan data dan informasi, contohnya drone, robot, ketenteraman informasi sebab melibatkan big data, smart city," tandas Bambang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar