Perkembangan Teknologi Digital - Triennial Seni Grafis Indonesia VI Pacu Kemajuan Seni Grafis - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 24 April 2019

Perkembangan Teknologi Digital - Triennial Seni Grafis Indonesia VI Pacu Kemajuan Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI  Pacu Kemajuan Seni Grafis



Dalam rangka memacu dan merangsang perkembangan seni grafis Indonesia, Bentara Budaya melangsungkan pameran hasil karya 30 finalis "Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VI" pada 25 April - 5 Mei 2019, Pukul 10.00-18.00 WIB di Bentara Budaya Jakarta. Malam puncak penghargaan dari persaingan yang dibuntuti 317 karya dari 166 pegrafis asal 26 negara ini akan dilakukan Rabu, 24 April 2019 pukul 19.30 WIB. Di samping pameran, Triennial Seni Grafis pun akan digelar pelbagai kegiatan lain berhubungan seni grafis, yakni:

 1. Workshop seni grafis: 25 April 2019, Pukul 14.00-17.00 WIB bareng dengan Theresia Agustina Sitompul (salah satu juri Triennial Seni Grafis Indonesia VI).
2. Gambar bareng: 27 April 2019, Pukul 13.00-17.00 WIB bareng komunitas Indonesia’s Sketchers dan Bogor Sketchers.
3. Kelas Kokoru dan dongeng anak: 30 April 2019, Pukul 08.30-11.30 untuk siswa-siswi sekolah dasar bareng dengan APP Sinar Mas dan Komunitas Mendongeng Kukuruyuk.

Seluruh acara mempunyai sifat gratis dan tersingkap untuk umum. Komitmen seni grafis "Digelar semenjak 2003, pada perhelatan kelima tahun 2015 dan berlanjut yang keenam tahun ini, Triennial Seni Grafis Indonesia melibatkan peserta internasional. Hal ini dimaksud untuk merangsang dan memacu antusiasme pada seni grafis Indonesia, baik untuk para pelaku maupun publik pemerhati seni grafis pada umumnya,” ujar Direktur Program Bentara Budaya, Frans Sartono. Frans Sartono menambahkan Triennial Seni Grafis Indonesia menjadi sebuah format komitmen Bentara Budaya dalam menyokong perkembangan seni grafis di Indonesia. Beberapa negara turut berpartisipasi dalam gelaran dan persaingan ini, di antaranya; Argentina, Australia, Banglades, Nepal, Bosnia, Brazil, Bulgaria, China, Colombia, Mesir, Perancis, India, Indonesia, Italia, Jepang, Moldova, Filipina, Polandia, Thailand, Korea Selatan, Amerika Serikat, Turki, Serbia, Kroasia, Singapura, dan Kanada.

Wadah seniman

Kompetisi Triennial Seni Grafis Indonesia VI ini mendapat sokongan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas. Pada Kompetisi Internasional Triennial Seni Grafis Indonesia VI ini, kertas menjadi bahan dasar dalam penciptaan seni grafis.

Unjuk eksistensi

"Pada era digital dan teknologi ketika ini, seni grafis masih menunjukkan eksistensinya, di samping itu, bagian sentuhan mempunyai nilai tersendiri untuk para penikmatnya. Melalui ajang ini, kertas telah mengindikasikan potensi dan guna lainnya, yaitu menjadi produk bernilai seni tinggi,” tambah Saleh. Seluruh karya yang mengikuti persaingan dan pameran sudah diseleksi secara ketat semua dewan juri terdiri dari; Ipong Purnama Sidhi (ketua dewan juri dan kurator Bentara Budaya), Dwi Marianto (penulis kitab dan dosen ISI Yogyakarta), Edi Sunaryo (Perupa dan Dosen ISI Yogyakarta), Devy Ferdianto (Pegrafis dan Kepala Divisi Seni Cetak Ganara), dan Theresia Agustina Sitompul (Perupa, Pegiat Studio Grafis Minggiran Yogyakarta dan Dosen ISI Surakarta).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar