Perkembangan Teknologi Ekonomi - Menuju Transformasi Industri Bernilai Tambah - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 10 April 2019

Perkembangan Teknologi Ekonomi - Menuju Transformasi Industri Bernilai Tambah




Menuju Transformasi Industri Bernilai Tambah - Ikatan Alumni Hubungan Internasional Universitas Parahyangan mengadakan diskusi dengan tajuk Indonesia 2045: Berdaulat, Maju dan Berpengaruh pada Tataran Global. Dalam diskusi ini dilafalkan bahwa transformasi dari ketergantungan terhadap sektor komoditas dasar mengarah ke industri bernilai tambah tinggi ialah salah satu strategi utama dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju di 2045.

Pemerintah dalam urusan ini diharapkan dapat menyusun strategi guna mempercepat implementasi industri dengan nilai tambah tinggi secara internasional demi mengakselerasi perkembangan ekonomi dan membuat surplus neraca perniagaan dengan pasar dunia.

Rino Donosepoetro, CEO Standard Chartered Bank yang pun ketua pelaksana diskusi mengaku bahwa ini dapat menjadi tonggak ilham gerakan generasi muda guna mewujudkan aspirasi Indonesia 2045. Sementara tersebut Bima Arya, Walikota Bogor yang pun Panitia Pengarah Diskusi Nasional ini bercita-cita jika diskusi tersebut dapat meletakan fondasi untuk para generasi milenial yang bakal menjadi semua pemimpin masa depan.

“Mereka cinta pada 4 pilar yakni Pancasila, NKRI, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika. Mereka tidak jago kandang dan dapat tampil di forum internasional,” ungkapnya laksana tertulis dalam penjelasan yang diterima Gatra.com, Senin (8/4).
Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK dalam pidatonya menjelaskan sejumlah faktor penting untuk kemajuan Indonesia. Sebisa barangkali Indonesia tidak bergantung pada impor. Dengan mendorong ekspor dan meminimalisir impor akan menyerahkan value added ke perekonomian negara dan memberikan peluang untuk meminimalisir pengangguran.

Wimboh pun menekankan pentingnya mengekor perkembangan teknologi sebagai hal penting peradaban bangsa. Peran teknologi dalam negara tergolong dalam sektor finansial tidak dapat lagi diabaikan.

Dirinya memberikan misal bersangkutan pinjaman online yang ketika ini sedang menjadi gejala dan euforia dalam masyarakat. Perkembangan teknologi yang mempermudah masyarakat guna mendapat pinjaman ini tidak lagi dapat dibendung sebab masyarakat membutuhkannya.

OJK, kata dia, dalam urusan ini bertugas dan bertanggung jawab untuk mengayomi masyarakat dengan menerbitkan regulasi-regulasi berhubungan yang menata tentang eksistensi fintech. Hal ini bertujuan supaya perkembangan teknologi dapat menjadi guna dan bukan menjadi ancaman untuk masyarakat.

“Hal ini pun akan mendorong sektor perbankan guna terus membetulkan diri dan mempunyai spirit bersaing," ungkapnya.
Wimboh menambahkan bahwa program pemerintah yang transparan serta diplomasi ekonomi yang lebih agresif pun berperan penting untuk kemajuan ekonomi Indonesia.

Rosan Roeslani, Ketua Kadin, dalam peluang yang sama mencoba menyerahkan studi mengenai permasalahan yang terdapat di negara lain. Dirinya menyaksikan bahwa investasi yang ketika ini paling tidak sedikit dilirik di ASEAN ialah Vietnam.

“Kita bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, infrastruktur anda dibangun dan saya dan anda butuh menyederhanakan perizinan atau policy sebab kita ini yang dikeluhkan ialah bedanya kepandaian antara pemerintah pusat dan wilayah dalam urusan perizinan," ungkapnya.

Kemudian Solikin M. Juhro, Rektor Bank Indonesia Institute, menekankan pentingnya inovasi sebagai kunci peradaban negara. Menurutnya Indonesia mesti melembagakan inovasi. Pelembagaan inovasi ini diandalkan  akan menumbuhkan ekonomi dengan inovasi.

“Kalau tidak anda hanya dapat tumbuh selama 5-6 persen. Korea Selatan dulunya tidak jarang kali menurun perkembangan ekonominya. Mereka menyadari itu, maka tersebut mereka mengerjakan konsep-konsep inovasi dan kini menjadi negara yang luar biasa," ungkapnya.

Dirinya optimis dengan komitmen yang sekitar ini dipegang pemerintah, Indonesia memiliki modal guna menjadi negara yang maju, tumbuh lebih baik, dengan menyerahkan perhatian lebih ke capital dan inovasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar