Perkembangan Teknologi - Impact Perkembangan Teknologi dalam Sektor Kesehatan - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 07 Agustus 2019

Perkembangan Teknologi - Impact Perkembangan Teknologi dalam Sektor Kesehatan

Impact Perkembangan Teknologi dalam Sektor Kesehatan


Teknologi kesehatan: Sebanyak 25 delegasi dari 13 negara anggota Asosiasi Organisasi Produktivitas (APO) membahas dampak teknologi terhadap produktivitas sektor kesehatan. Mereka juga menganalisis intelijen produktivitas di sektor kesehatan, terutama di negara-negara anggota APO.

Pembahasan ini dilaksanakan seiring terjadinya teknologi di era Industri 4.0 yang sudah memunculkan gejala multimedia dan online guna penegakan produktivitas, khususnya di sektor jasa.

"Kegiatan ini bertujuan untuk membahas efek teknologi terhadap produktivitas sektor kesehatan dan untuk menganalisis informasi tentang produktivitas di sektor kesehatan, khususnya negara-negara anggota APO," kata direktur. Alternate Guest Advisors APO pada Pembukaan Kursus Pelatihan Layanan dan Teknologi Cerdas untuk Sektor Kesehatan di Jakarta. Senin, 22 April 2019.

Training Course on Smart Service and Technology for Health Sector dilangsungkan selama lima hari (22-26 April). Turut muncul tiga responden profesional, yaitu Harnek Singh (Singapura), Hideyuki Ezaki (Jepang), Carlo (Inggris), dan Program Officer Asian Productivity Organization Mr Jun Hoo Kim.

Kunjung menyatakan ada empat kupasan utama dalam pertemuan APO. Pertama, akibat teknologi di sektor pelayanan kesehatan, yakni mengenai pemahaman mengenai gejala industri 4. 0 dan dampaknya terhadap gaya hidup dan kesehatan industri.

Kedua, belajar mengenai layanan dan teknologi pintar di sektor kesehatan yang efektif dalam merespons gejala Industri 4. 0.

Ketiga, berbagi praktek terbaik mengenai layanan cerdas dan teknologi inovatif untuk penambahan produktivitas sektor kesehatan.

Keempat, mendiskusikan inisiatif untuk meningkatkan produktivitas di sektor kesehatan, tren yang muncul dan tren masa depan yang dominan di sektor kesehatan di negara-negara anggota APO.

"Metode pembelajaran training, yakni presentasi, berbagi praktek terbaik dan cerita sukses, diskusi kelompok, presentasi rencana aksi individu, serta study banding di UPT Sel jugaca, RSCM Universitas Indonesia dan PT Kalbe," kata Kunjung.

Melalui pelatihan, peserta juga akan memjugayai peluang guna mempelajari lebih lanjut mengenai layanan dan teknologi mutakhir. Selain tersebut juga mempelajari sekian banyak  informasi mengenai tren masa mendatang dalam layanan dan teknologi untuk penambahan produktivitas sektor kesehatan.

"Kami harap peserta bisa lebih memahami, memperkaya pemikiran-pemikiran, serta langkah-langkah yang bakal diimplementasikan dalam mengantisipasi evolusi teknologi Smart Service and Technology For Health Sector, guna kepentingan kesejahteraan nasional masyarakat Indonesia serta negara anggota lainnya," kata Kunjung yang juga menjabat Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tersebut.

Pada peluang itu, Jun Hoo Kim bercita-cita wawasan semua peserta training bisa meningkat. Kegiatan ini juga sebagai studi banding bagaimana pertumbuhan teknologi kesehatan dalam merespons keperluan para pasien atau kalangan praktisi kesehatan guna menangani dalam mengamankan kehidupan dengan lebih efektif dan efisien.

"Serta merangkai rencana aksi nyata dan penerapannya oleh semua peserta setiap negara," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar