Perkembangan Teknologi Jaringan Komputer - Pemerintah Perkuat Industri Teknologi dan Digital Dalam Negeri - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 08 April 2019

Perkembangan Teknologi Jaringan Komputer - Pemerintah Perkuat Industri Teknologi dan Digital Dalam Negeri

Pemerintah Perkuat Industri Teknologi dan Digital Dalam Negeri


Perkembangan Teknologi Jaringan Komputer | Pemerintah Perkuat Industri Teknologi dan Digital Dalam Negeri - Pemerintah diharapkan terus mendorong produk dan jasa teknologi digital karya anak bangsa melalui sekian banyak  kebijakan yang strategis guna memperkuat neraca jasa di tengah perkembangan dunia digital yang semakin masif.


https://fieda-blog.blogspot.com/


Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta menuliskan seiring dengan semakin terbukanya dunia digital maka diperlukan sekian banyak  langkah dan sokongan pemerintah guna memperkuat industri teknologi dan digital dalam negeri.

"Dunia terus bergerak dan mesti ada tahapan untuk dapat menempatkan diri sebagai pelaku, tidak melulu sebagai pasar sampai-sampai perlu adanya keseriusan untuk menyusun ekosistem teknologi digital yang dapat memberikan nilai tambah untuk perekonomian negara," katanya dalam penjelasan tertulis, Kamis (21/3/2019).

Dia yang berkata di Focus Group Discussion (FGD) Neraca Ekonomi Digital tersebut hadir bareng Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi dan Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi, Founder CakraTalk Novi Wahyuningsih, serta perwakilan Badan Inteligen Negara dan Bank Indonesia.

Sementara itu, Rudianta menuliskan pemerintah terus mengeluarkan regulasi guna mendorong perekonomian melalui kegiatan teknologi digital, yang tercakup dalam ekosistem teknologi digital. Menurutnya, terdapat tiga unsur urgen dalam teknologi digital yaitu perangkat, jaringan, dan aplikasi.

"Untuk perlengkapan pada 2015 anda sudah memutuskan TKDN (kebijakan tingkat komponen dalam negeri) dan tersebut terus anda dorong," jelasnya.Adapun guna aplikasi, sambung Rudiantara, pemerintah terus mendorong tumbuh kembang aplikasi-aplikasi lokal. Apalagi, jumlah start-up terus meningkat. Berdasarkan data Bekraf, 992 telah tercatat berdiri di Indonesia sampai 2018 dan didominasi bidang usaha e-commerce, financial technology, dan games.

"Ini seluruh harus didukung. Salah besar bila e-commerce tersebut justru memudahkan impor-impor barang karena nyaris kebanyakan dari mereka itu ialah UMKM. Di samping itu, kalau dapat kita semua tersebut menggunakan software lokal laksana PesanKita, CakraTalk guna komunikasi," jelas Rudiantara.

Pada peluang yang sama Kepala Bekraf Triawan Munaf menuturkan ekonomi kreatif melewati teknologi digital dapat mendongkrak neraca jasa sebab mempunyai potensi yang paling besar. Pasalnya, di antara defisit dalam neraca jasa diakibatkan oleh jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi.

Mengacu pada data Bank Indonesia, pada 2018 sektor itu menyumbang defisit sebesar US$ 1,58 miliar. Sementara itu, Bekraf melafalkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB 2017 sebesar Rp 989,15 trilun atau 7,38 persen dari nilai PDB. Adapun software dan games berkontribusi terhadap nilai ekonomi kreatif sebesar Rp 19,11 triliun atau 1,93 persen.

"Oleh karena tersebut kita mesti perkuat pemasaran dagangan ekonomi kreatif tergolong teknologi digital produksi dalam negeri agar punya keawetan nasional dan pastinya menjadi di antara upaya untuk membetulkan neraca jasa," ucapnya.

Dia menambahkan, teknologi digital pun mampu membuat lapangan kegiatan meskipun tidak bisa dipungkiri urusan itu juga membuat disrupsi. Studi yang dilaksanakan McKinsey melafalkan pada 2016 menunjukkan 52,6 juta kegiatan akan tergantikan dengan sistem automasi dan mesin berteknologi tinggi. Adapun kegiatan baru yang akan terbuat dari teknologi digital sebesar 3,7 juta dalam 7 tahun ke depan.

"Sebenarnya ini tidak butuh dikhawatirkan. Penyebutan kata digital terjadi sebab masih ada opsi lain laksana analog, tetapi ke depannya seluruh akan serba digital. Disrupsi ini melulu persoalan waktu sebab teknologi digital belum setttle down. Lama kelamaan bakal ada jenis kegiatan baru yang tercipta," jelasnya.

Pada peluang yang sama Kepala BSSN Djoko Setiadi menambahkan pemakaian software lokal tidak melulu mampu mendorong perekonomian nasional bakal tetapi pun meminimalkan risiko seperti pencopetan data dan sebagainya.

"Dari sisi ketenteraman hati-hati menggunakan software dari luar sebab berisi kerawanan. Memang usahakan memakai yang lokal saja," tambahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar