Perkembangan Teknologi - Kementan Usung Museum Pertanian Modern - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 23 April 2019

Perkembangan Teknologi - Kementan Usung Museum Pertanian Modern

Kementan Usung Museum Pertanian Modern 



Kementerian Pertanian (Kementan) kesudahannya meresmikan Museum Pertanian kesatu di Indonesia. Museum pertanian terbesar se-Asia Tenggara itu akan menjadi wisata pendidikan pertanian modern untuk masyarakat perkotaan.

"Konsep yang ditawarkan dari museum ini ialah mengaitkan sejarah pertanian dan kemajuan di masa lalu, masa sekarang dan masa yang bakal datang. Sesuai dengan temanya “Connecting The Past To The Future,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika meresmikan Museum Pertanian di Jalan Djuanda, Kota Bogor, Senin (22/4/2019).

Museum tersebut untuk menawarkan konsep wisata edukasi bertajuk perkembangan pertanian di tanah air. Menyampaikan informasi sejarah perjuangan dan pertumbuhan pertanian bangsa dari masa lalu sampai masa kini serta ilustrasinya pada masa yang bakal datang. Sehingga masyarakat memahami perjalanan pertanian yang dilaksanakan pemerintah sampai ketika ini.

Amran menuliskan, dihadirkannya Museum Pertanian ini untuk menambah minat dan kepedulian masyarakat, terutama para generasi milenial terhadap pertanian. Museum ini, pun mampu menghadirkan cara pembelajaran sejarah baru yang tidak menjemukan. Sehingga semua generasi muda tertarik untuk mengetahui sejarah pertanian bangsa Indonesia.

Tak melulu itu. Berdasarkan keterangan dari Amran, kehadiran museum ini pun bertujuan mengolah stigma masyarakat, terutama kaum milenial, terhadap sektor pertanian yang sekitar ini kerap di anggap sebelah mata. Dengan demikian, kaum milenial yang berangjangsana ke museum ini termotivasi dan memiliki optimisme bahwa Indonesia besok menjadi lumbung pangan dunia pada 2045 dengan sumber daya dimiliki.

"Kami hendak tunjukkan generasi milenal, bagaimana agar mereka tertarik pada sektor pertanian. Mentransformasi dari pertanian tradisional menjadi modern tersebut mutlak tidak dapat dielakkan. Jadi nanti orang atau milenial ini ketika terbit dari museum, dapat membayangkan masa kemudian dan terdapat optimisme mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," paparnya.

Arman pun bercita-cita masyarakat dari sejumlah wilayah untuk bisa memanfaatkan Museum Pertanian sebagai tujuan wisata pendidikan yang bisa dikunjungi. Bahkan, semua mahasiswa pun bisa menimba ilmu pertania di museum tersebut. Mengingat, kajian ilmu pertanian Indonesia telah dilaksanakan sejumlah negara laksana Tiongkok, Jepang dan Uni Eropa.

"Sudah tidak sedikit mahasiswa luar negeri datang untuk menganalisis perkembangan pertanian Indonesia. Jadi ini dapat menjadi lokasi mahasiswa jurusan pertanian menemukan teori pertanian yang tak terdapat di kampus. Ini museum pertanian terbesar se-Asia Tenggara yang terdapat di tanah air," imbuhnya.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro menuturkan, terbesarnya museum pertanian Indonesia di Asia Tenggara ini sebab adanya dua bangunan yang dipugar untuk menanam koleksi sejarah pertumbuhan pertanian. Koleksi itu pun sangat menyeluruh dengan penjelasan alat tersebut memakai sistem digital pada empat galeri.

"Jadi seluruh masyarakat patut bangga dengan eksistensi museum ini. Semua perangkat dan data pertanian bangsa ini paling lengkap. Makanya terdapat dua bangunan yang dipergunakan untuk menanam semua itu," tuturnya.

Berdasarkan keterangan dari Iwantoro, di gedung kesatu ditempatkan tiga galeri. Yakni, lantai kesatu adalahgaleri komoditas pangan di Indonesia diilustrasikan dalam format diorama pengolahan lahan sawah, lokasi tinggal petani. Di lantai dua, ada ratusan replika perangkat pertanian semenjak Indonesia merdeka. Dan lantai tiga mengandung replika perlengkapan tani Indonesia yang dipakai saat ini dan masa mendatang.

Di lantai 3 pun ada galeri Pertanian Masa Depan dan Lumbung Pangan Dunia 2045 dengan pemakaian teknologi modern seperti drone, market smart farming sampai traktor tanpa awak yang memakai sistem GPS berbasis Real Time Kinematika pun dapat pengunjung temukan di galeri ini.

"Di gedung D terdapat galeri peternakan yang memakai visualisasi laksana video yang diputar serupa bioskop. Di lantai 4 gedung D ini kami sediakan rooftop dengan memperlihatkan pertanian hidroponik. Jadi tidak akan jenuh pengunjung datang, dan meningkatkan wawasan pertanian mereka juga," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar