Perkembangan Teknologi - Kini Kantor Startup Global Pindah ke Indonesia - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 26 April 2019

Perkembangan Teknologi - Kini Kantor Startup Global Pindah ke Indonesia

Kini Kantor Startup Global Pindah ke Indonesia



Perkembangan startup di Indonesia sudah sangat masif. Hal ini dilihat dari jumlah startup yang naik signifikan dalam jangka masa-masa lima tahun.

Berdasarkan keterangan dari data, ketika ini jumlah startup di Indonesia menjangkau 1.307. Hal ini pun menjadikan Indonesia di antara negara di Asia Pasifik yang menjadi destinasi startup untuk menanam kantor pusatnya. Alasannya, Indonesia adalah negara yang berpotensi besar guna mengembangkan usaha. Salah satu startup yang telah mengalihkan kantor ke Indonesia ialah Avnos. Perusahaan startup cybersecurity global ini menyimpulkan untuk mengalihkan kantor pusatnya dari Singapura ke Indonesia.Dengan pendanaan senilai USD10 juta, startup ini akan menambah investasi sekaligus mengembangkan pusat riset dan pengembangan (R&D) di Jakarta.

"Avnos sebagai startup aplikasi enterprise sangat hendak sekali menjadi unsur dari komunitas startup Indonesia yang sedang berkembang, dan pemindahan kantor pusat Asia Pasifik ke Indonesia mempunyai andil besar dalam menjangkau visi besar kami guna pasar Asia Pasifik," ujar dia dalam penjelasan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (25/4/2019).Pemindahan kantor pusat ini, lanjut Ivan, pun akan dibuntuti dengan peningkatan jumlah SDM berpengalaman dalam negeri dari 25 orang menjadi 70 orang sampai penghujung 2020.

"Avnos menjadikan Indonesia sebagai pasar prioritas pertama dengan mengerjakan investasi besar dalam penjualan, pemasaran, sokongan teknis dan sumber daya R&D‎," ujarnya.Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi DJP Iwan Djuniardi mengatakan, ‎saat ini, perusahaan jasa finansial menjadi korban serangan cybersecurity 300 kali lebih tidak jarang dan memunculkan kerugian lebih banyak dibanding industri bisnis lainnya

Berdasarkan keterangan dari dia, dampak adanya serangan cybersecurity tersebut, perusahaan jasa finansial harus menelan kerugian selama USD18 juta per perusahaan. Sementara kerugian pada perusahaan dari sektor industri lainnya berkisar USD12 juta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar