Perkembangan Teknologi Komunikasi - Rumah Robot Peringati Hari Autis Internasional dengan Seminar - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Minggu, 21 April 2019

Perkembangan Teknologi Komunikasi - Rumah Robot Peringati Hari Autis Internasional dengan Seminar

Rumah Robot Peringati Hari Autis Internasional dengan Seminar



Hari Autis Sedunia ditetapkan pada 2 April oleh PBB pada tanggal 18 Desember 2007. Hari Autis Sedunia ini diadakan dengan destinasi untuk menyadarkan pada masyarakat pentingnya kepedulian terhadap autism.

Di samping itu, untuk menambah kesadaran terhadap autis dapat dilaksanakan dengan diagnosis dini untuk pemberian intervensi dini.

Dengan motivasi Hari Autis Sedunia, hari ini Rumah Robot Indonesia - World Robotic Explorer dengan mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan seminar bertemakan Pendidikan Berkarakter Tulang jugaggung Bangsa. Dengan tujuan supaya menciptakan dunia yang lebih baik untuk penyandang autis, sebab semua ialah sama.

Pada acara ini hadir, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nanik Istumawati Hadi Tjahjanto, Ratiyono, Dewi Motik Pramono, Ustad Yusuf Mansur, Andrie Wongso, Prita Kemal Gani, William Wiuntuk dan guru-guru anak berkebutuhan khusus.

Pendiri World Robotic Explorer (WRE) Indonesia atau dikenal sebagai ibu robot seluruh anak, Jully Tjindrawan menuliskan bahwa, sekitar 10 tahun di Robotic Explorer, tidak sedikit muridnya yang anak autis.

"Anak autis ialah anak yang memiliki keanehan tersendiri dalam jenis dan karakteristiknya, yang memisahkan dari anak normal pada umumnya. Mereka begitu tertarik dengan mekanik dan dagangan kecil di robotic, saya begitu kagum, dan kekaguman saya menciptakan saya beranggapan orangtua mereka ialah orangtua yang hebat yang bisa menanamkan pentingnya edukasi berkarakter untuk mereka," ujarnya di Season City Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dia menuturkan, bilamana mengambil pengakuan dari UNESCO bahwa: 'Education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist' atau bahwa pendidikan tersebut sekarang ialah untuk mempersiapkan manusia untuk suatu tipe masyarakat yang masih belum ada.

"Konsep system pendidikan barangkali saja berubah cocok dengan pertumbuhan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value)," tutur dia.

Dia menambahkan, memang konsep edukasi saat ini tidak dapat dicungkil dari edukasi yang mesti cocok dengan tuntutan keperluan pendidikan masa lalu, sekarang, dan masa datang. Tentunya semua hendak anak-anak yang terdapat di Indonesia memiliki peluang yang sama dalam dunia pendidikan. Maka urusan inilah yang membawa saya untuk menyuruh sekolah dan orangtua mengenalkan dunia teknologi robotik pada anak.

"Saya juga mohon dukungan dari stakeholder, perusahaan-perusahaan yang telah memperuntukkan teknologi robotik dalam dunia industri untuk turut berkolaborasi memperkenalkan robotnya disini dan turut menjadi sponsor untuk peradaban anak-anak Indonesia, laksana ABB, Delta Elektronik, My Robot Time, Robotron, Makebock dan lain-lain. Saya sampaikan terima kasih. Dan pasti saja untuk instansi-instansi Pemerintah yang sudah menyokong seluruh pekerjaan yang terdapat di Rumah Robot Indonesia bukan sebab semata-mata melulu untuk kami tetapi untuk semua Anak Bangsa supaya dapat terus berinovasi dalam dunia teknologi," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar