Perkembangan Teknologi Manufaktur - ABB Indonesia Perkenalkan Robot Manufaktur - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 23 April 2019

Perkembangan Teknologi Manufaktur - ABB Indonesia Perkenalkan Robot Manufaktur

ABB Indonesia Perkenalkan Robot Manufaktur



PT ABB Sakti Industri (ABB Indonesia) mengenalkan robot untuk industri manufaktur. Robot yang diberi nama YuMi ini, mulai diperkenalkan pada Indonesia Industrial Summit 2019 yang diadakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia di ICE BSD, Tanggerang, pada mula pekan ini.

Head of Robotics ABB Indonesia, Mugi Harfianza mengatakan, Robot YuMi ini bertolak belakang dengan robot lainnya. Jika seringkali robot dipakai di sekian banyak  industri untuk menggantikan tenaga manusia, sementara robot produksi ABB ini dirancang dengan mengedepankan system co-working, yaitu kerja sama antara robot dengan manusia.

Dimana robot ini dapat dimanfaatkan untuk jenis kegiatan yang mempunyai risiko tinggi untuk manusia. “Dulu, memang robot bekerja sendiri. Sekarang, robot didesain untuk bekerja sama dengan manusia. ABB pun memproduksi robot dengan sistem itu," katanya.

Keunggulan lainnya, robot YuMi ini pun terkoneksi dengan internet. Sehingga dapat diawasi dari jauh baik oleh empunya maupun oleh ABB.

Mugi mengatakan, adapun target pemakai robot produksi ABB ini ialah bidang manufaktur laksana industri makanan dan minuman (F&B), otomotif, elektronik, farmasi, dan lainnya.

Saat ini, jumlah robot yang diproduksi ABB yang telah dijual di Indonesia menjangkau 1000 unit. Dimana 50% diantaranya tidak sedikit diuntukkan untuk industri Food & Beverages. Sedangkan sisanya untuk industri lain laksana otomotif dan general industries laksana plastik, metal, dan petrochemical.

ABB memandang optimis penjualan robot di Indonesia bakal terus berkembang. Sebab iklim investasi di Indonesia sekitar ini menyerahkan kemudahan. Ditambah lagi, Indonesia sedang memusatkan industri 4.0 yang mengkhususkan sistem digital.

Oleh sebab itu, Indonesia menjadi pasar yang baik untuk pertumbuhan teknologi robot. "Di Amerika Serikat, Eropa dan Asia, robotik terus berkembang. Begitu pun di Indonesia. Industri masa mendatang ini bakal terus tumbuh," katanya.

Apalagi, pemakaian robot dalam dunia manufaktur bisa menghemat ongkos produksi. “Kalau bicara robotics saja, kami implementasikan automation dikomparasikan dengan manual operation secara umum minimal penghematan 20% dari operasional sampai-sampai dapat terjadi efisiensi,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar