Perkembangan Teknologi - Meski Tertinggal dalam Hal Teknologi Tapi Mahasiswa Indonesia Unggul dalam Talent - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 29 April 2019

Perkembangan Teknologi - Meski Tertinggal dalam Hal Teknologi Tapi Mahasiswa Indonesia Unggul dalam Talent

Meski Tertinggal dalam Hal Teknologi Tapi Mahasiswa Indonesia Unggul dalam Talent



Perguruan tinggi Indonesia - Mahasiswa dan alumni perguruan tinggi Indonesia walau tertinggal dalam bidang teknologi dikomparasikan dengan negara lain tetapi unggul dalam urusan talent atau bakat.

“Hal tersebut bilamana diukur dari 3 indeks: talent, toleran dan teknologi. Indonesia unggul dalam aspek talent. Jadi seluruh calon wisudawan dan wisudawati perguruan tinggi sebenarnya mereka ialah pribadi-pribadi yang berbakat,” kata Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Krisnadwipayana dan dosen tamu University Utara Malaysia Dr Abdullah Sumrahadi MSi untuk pers, di sela acara Wisuda di Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Berdasarkan keterangan dari dia, persoalannya ialah bagaimana lingkungan kerja mampu merespons talent-talent semua sarjana alumni perguruan tinggi tersebut. Sehingga hubungan antara penerima kerja dan perguruan tinggi tidak melulu sekadar menjadi receiver dan sender, tetapi lebih dari tersebut yakni dapat menciptakan kesempatan baru.

“Sekarang ini bila bicara entrepreneur ialah dimana penekanan revolusi dalam edukasi tinggi ialah bagaimana merevolusi mindset mahasiswa bergeser dari semula beranggapan lulus kuliah mesti melamar kegiatan tapi pulang menjadi berpola pikir bagaimana menjadi entrepreneur. Kalau seseorang menjadi entrepreneur maka otomatis dalam jiwa mereka telah terdidik menjadi seorang pemimpin,” kata Sumrahadi.

Dia mengatakan, urusan kesatu yang mesti dilaksanakan perguruan tinggi ialah meredesain kurikulum. Dimana ketika ini Unkris telah menyiapkan 3 line kurikulum. Yakni, kesatu menyiapkan seseorang menjadi akademisi atau ilmuwan yang tangguh, kedua menyiapkan seseorang yang profesional dan yang ketiga menyiapkan seseorang menjadi entrepreneur.

“Harapan untuk wisudawan dan wisudawati ialah mereka bisa melakukan sesuai keilmuan yang diperoleh. Mereka mesti dapat menerapkan tidak melulu ilmu tapi pun mengaplikasikan teknologi, seni dan kebudayaan,” kata Sumrahadi.

Di samping itu, kata dia, permasalahan lain di Indonesia ialah pendidikan di Indonesia mempunyai dualisme sistem. Dimana yang satu menumpukan diri untuk keahlian, sementara yang satunya lagi untuk keterampilan.

“Nah bila kita menyaksikan tren di luar negeri, misalnya di negara negara Eropa, program S1, S2 dan S3 tersebut sepi peminat. Justru yang tertarik pada S1, S2, dan S3 justeru mahasiswa internasional. Sedangkan orang-orang dalam negeri atau orang-orang lokal sendiri lebih senang sekolah politeknik atau sekolah vokasi,” ungkap Sumrahadi yang pernah menjadi dosen di sebanyak negara.

Dia menjelaskan, dalam sekolah vokasi, begitu seseorang belajar sesuatu tidak banyak maka dia dapat langsung hands on. “Misalnya dia hendak belajar mengenai virtual reality, jadi mereka langsung tertuju pada bidang tersebut yang langsung dia tekuni. Sedangkan hal-hal lain laksana lifeskill tersebut dipelajari dari masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.

Sementara itu, Rektor Unkris Dr H Abdul Rivai SE MSi mengatakan, di antara tantangan masa mendatang yang mesti dihadapi Unkris ialah revolusi 4.0. Ciri revolusi 4.0 ialah punahnya sebanyak jenis kegiatan yang bisa digantikan oleh teknologi informasi dan intelegensia artifial.

“Meskipun begitu ada kegiatan yang tidak barangkali digantikan oleh kecerdasan produksi manusia yakni, jenis kegiatan yang membutuhkan kemampuan sosial yang tinggi. Kecakapan sosial sifatnya lebih mendalam dan intrinsik melekat dengan pribadi sehingga tidak barangkali dapat digantikan oleh kepintaran buatan,” kata Rivai.

Di sisi lain, dalam rangka menyiapkan diri dari hal-hal uncertainty peradaban teknologi itu maka Unkris membuat kurikulum yang responsif dengan pertumbuhan zaman. “Älhamdulillah pada tahun 2019 ini Fakultas Teknik sukses menambah 2 program studi baru yakni, Program Studi Sistem Informasi Program Sarjana dan Program Studi Manajemen Teknologi Program Magister,” kata dia.

Ada juga dalam wisuda kali ini Unkris sukses meluluskan 462 sarjana strata 1, lantas 154 magister atau strata 2 dan 1 orang doktor atau S3. Jadi total mahasiwa yang diwisuda sejumlah 617 orang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar