Perkembangan Teknologi Modern - Perusahaan Kecil Mendunia Akibat Perkembangan Teknologi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 16 April 2019

Perkembangan Teknologi Modern - Perusahaan Kecil Mendunia Akibat Perkembangan Teknologi

Perusahaan Kecil Mendunia Akibat Perkembangan Teknologi




Teknologi industri 4.0 dinilai bisa mendongkrak perusahaan kecil dan menegah di Indonesia berdaya saing di era persaingan industri global.

Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla seusai pembukaan pada pembukaan Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 di Tangerang, Senin (15/4).

"Melalui teknologi perusahaan kecil bisa mendunia, bekerja bisa berubah dimana saja. Perusahaan kecil dan besar tidak bisa dipisahkan lagi," kata Wapres JK.

Berdasarkan keterangan dari JK, teknologi industri 4.0 sudah merubah sistem kerja di Indonesia. "Dahulu, laba menjadi keuntungan untuk perusahaan, kini di era revolusi industri 4.0, value lah yang menjadi laba untuk perusahaan," terangnya.

Namun, lanjutnya, penguasaan teknologi dan sistem menjadi inti dari senua evolusi yang saat ini terjadi di industri nasional.

"Perubahan yang terjadi mesti ditanggapi dengan cepat. Perubahan pun akan memunculkan pekerjaan baru, dan tidak menghilangkan kegiatan yang lama," tutur Wapres.

Wapres pun menekankan bahwa pekerjaan jasmani masih menjadi penopang utama di sektor industri kedepannya. "Pekerjaan jasmani masih menjadi inti dari perkembangan teknologi tersebut," papar JK.

Oleh sebab itu, tuturnya, kerja sama antar seluruh pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi serta ahki teknologi menjadi sangat urgen dalam perkembangan teknologi di Indonesia.

"Teknologi tidak bisa dihindari, maka pasti bagaimana anda memanfaatkan teknologi yang telah ada," imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari Wapres, telah saatnya industri nasional butuh memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini dalam upaya menambah produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.

"Perubahan-perubahan itu tidak lagi bisa ditolak, namun harus direbut kesempatan dan guna atas peradaban teknologi, khususnya era industri 4.0, untuk memajukan sektor manufaktur nasional supaya berdaya saing global," jelas JK.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, industri manufaktur memegang peranan urgen terhadap perkembangan ekonomi nasional. Saat ini, industri manufaktur bisa memberikan kontribusi untuk Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 20 persen.

"Dari capaian 20 persen tersebut, Indonesia menduduki peringkat kelima salah satu negara G20, kata Airlangga.

"Kalau anda lihat rata-rata kontribusi manufaktur dunia saat ini selama 15,6 persen. Jadi, telah tidak terbisa satu negara di manapun yang di atas 30 persen," ungkap Menperin.

Lebih lanjut, menurutnya, bila dikomparasikan era tahun 90-an saat kontribusi manufaktur Indonesia yang saat tersebut menyentuh angka 30 persen, namun PDB Indonesia secara keseluruhan ialah USD95 miliar.

"Nah, kini 20 persen tersebut dari USD1000 triliun. Jadi pasti magnitude-nya berbeda. Dulu selama USD300 miliar, saat ini skalanya telah naik 10 kali," papar Airlangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar