Perkembangan Teknologi - Organisasi Perusahaan di Ekonomi Digital - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 30 April 2019

Perkembangan Teknologi - Organisasi Perusahaan di Ekonomi Digital

Organisasi Perusahaan di Ekonomi Digital


Organisasi Perusahaan di Ekonomi Digital - Sejak peralihan milenium, negara-negara berkembang secara konsisten mengalahkan negara maju dalam perkembangan gross domestic product (GDP). Munculnya kegiatan di industri-industri negara berkembang dengan kemampuan tinggi telah menambah pendapatan.Hal tersebut mengakibatkan perubahan pada kepandaian pengeluaran yang lebih banyak ke arah barang dan jasa. Menurut berpengalaman ekonomi John Hawksworth dan Gordon Cookson di Pricewaterhouse Coopers (PwC) pada 2006, E7 yang adalahkependekan dari Emerging-7 ialah tujuh negara, yakni Tiongkok, India, Brasil, Meksiko, Rusia, Indonesia, dan Turki, yang dikelompokkan bareng karena perkembangan ekonomi yang pesat.

Seperti yang ditebak Goldman Sachs, pada 2050 penghasilan ekonomi Indonesia bakal bernilai US$7.010 miliar. PwC pun memperkirakan E7 dapat mencapai 75% lebih banyak daripada G7 dalam purchasing power parity (PPP) atau ekuilibrium daya beli pada 2050.

Hal ini disebabkan negara-negara E7 memiliki pertumbuhan ekonomi dan pasar yang paling tinggi serta populasi yang paling besar dikomparasikan dengan negara-negara maju terkaya di dunia, yang terhimpun dalam G7, yakni Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, dan Italia. Indonesia adalahsalah satu negara di tingkat global yang unik perhatian untuk investor ketika ini.

Kondisi tersebut mengakibatkan investasi yang tidak melulu dari lokal, tapi pun dari luar negeri guna berlomba-lomba menanam dana di Indonesia. Salah satu industri yang sangat menjadi sorotan ialah perusahaan rintisan berbasis teknologi atau startup yang ketika ini sering menjadi incaran merger, akuisisi, sampai konsolidasi perusahaan raksasa konvensional.

Pertumbuhan ekonomi sebuah negara sekarang didukung pertumbuhan bisnis startup, yang akrab dinamakan unicorn, yang menyusun kapitalisasi pasar dan didorong oleh ekonomi digital. Ramainya bisnis startup membuat tidak sedikit perusahaan mesti mengerjakan transformasi besar-besaran guna tetap menjadi pemimpin di pasar dan membuat strategi bertahan dari pesaing baru.

Bisnis startup tumbuh dengan menciptakan ekosistem-ekosistem yang baru sampai-sampai pasar menjadi luas, mengakibatkan nilai kian tinggi sebab tumbuh secara organik, yang dengan kata lain tidak terdapat lagi kekuasaan pemilik saham sehingga membuat sinergi. Dalam ekonomi bisnis, anda mengenal old business atau traditional market.

Di old business penjual, pembeli, barang, jasa, dan perangkat pembayaran berupa uang, kartu kredit, debit dan beda sebagainya bertemu secara jasmani di sebuah tempat. Bisnis startup yang berkembang pesat menyusun tempat yang dinamakan e-market.

Di e-market penjual, pembeli, barang, dan jasa bertransaksi secara virtual dengan memakai fintech atau financial technology, yakni alat bayar elektronik, laksana e-money dan e-wallet, tanpa mengenal batas-batas negara; yang urgen menghasilkan value atau nilai.

Dompet Digital


Keberadaan fintech mengolah masyarakat berkegiatan di sektor finansial. Bagi bertransaksi finansial nontunai, misalnya, alih-alih menggunakan teknik konservatif dengan memanfaatkan layanan transfer perbankan laksana yang dilaksanakan generasi ”lama”, masyarakat masa sekarang populer memakai layanan payments yang terbentuk melalui isi kantong digital atau duit elektronik yang dinamakan e-wallet.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total transaksi layanan payments pada November 2018 dalam format uang elektronik menjangkau Rp5,2 triliun. E-wallet adalahbagian dari bisnis yang dinamakan dengan peer-to-peer (P2P) payments yang dipakai sebagai perangkat pembayaran yang terintegrasi dalam sebuah software di smartphone.

P2P payments ialah sebuah model bisnis saat terjadi transaksi dari satu pribadi ke pribadi lain melewati perantara, yakni Internet atau telepon seluler. P2P payments ini menyusun ekosistem digital. Contoh perangkat pembayaran yang menjadi primadona di Indonesia ketika ini yakni Gopay dan Ovo.

Berdasarkan survei pemakai isi kantong digital oleh DailySocial FinTech Report 2018, Gopay dan Ovo merupakan software terbanyak yang dipakai masyrakat Indonesia. Pengguna Gopay sebesar 79,39% dan Ovo 58,42%. Persaingan ketat dua fintech itu bukan urusan asing untuk pemakai duit elektronik dalam sejumlah waktu terakhir.

Keduanya seolah-olah adu cepat menggandeng restoran ternama dan menawarkan diskon serta duit kembalian (cashback) untuk konsumen. Adu promo perangkat pembayaran tersebut menciptakan para konsumen rajin memakai uang elektronik yang menciptakan gaya hidup tanpa duit tunai atau sering pun disebut cashless society makin menjamur.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan badan usaha kepunyaan negara (BUMN). Walaupun telah bergabung di pembayaran digital LinkAja, sekali BUMN terbelakang akan sulit memburu kedua software pembayaran digital ini. Persaingan bisa terjadi kapan saja, yakni dari masa-masa ke waktu.

Seiring berjalannya waktu, persaingan berjalan semakin ketat, karena tidak sedikit saingan di pasar. Organisasi (badan usaha) mesti menjangkau keunggulan berlomba secara berkelanjutan dengan teknik membuat suatu strategi, yakni pasar versus produk atau jasa.

Keunggulan Bersaing


Kompetisi di pasar dikomparasikan dengan produk atau jasa yang telah ada dengan produk atau jasa baru di pasar yang telah ada dan pasar yang baru. Jika unggul pada keempat kelompok tersebut, organisasi bisa mencapai kelebihan bersaing.

Di samping itu, ekonomi digital menjadi paling besar sebab informasi tersebar secara cepat. Eksekutif dalam perusahaan butuh terus update dengan informasi terbaru, dari sumber yang terpercaya. Dalam transformasi digital di dalam perusahaan, informasi yang bergerak di internal mesti menyamai cepatnya informasi yang bergerak di luar organisasi.

Tak dapat lagi suatu informasi dikuasai oleh satu bagian. Shared information ialah salah satu mekanisme yang mesti diimplementasikan supaya organisasi dapat berjalan stabil dan seluruh eksekutif menemukan informasi yang koheren.

Tanpa value creation atau pembuatan nilai untuk suatu organisasi, masyarakat tidak bakal memandang organisasi tersebut layak ada. Tentukan ini terlebih dahulu, maka sebuah organisasi dapat dialami penting untuk masyarakat.

Ciptakan rumus digital dalam DNA organisasi cocok aspirasi yang diharapkan perusahaan. Kecepatan evolusi dan terciptanya nilai bakal meningkatkan keterampilan organisasi dalam mengerjakan transaksi di pasar dan membuat model ekonomi untuk organisasi supaya berkelanjutan dan tahan akan evolusi zaman serta dinamika pasar yang terus meningkat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar