Perkembangan Teknologi - Pemanfaatan Teknologi Bagi Rakyat - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 07 Agustus 2019

Perkembangan Teknologi - Pemanfaatan Teknologi Bagi Rakyat

Perkembangan Teknologi - 
Pemanfaatan Teknologi Bagi Rakyat




Perkembangan Teknologi - Pancasila seharusnya menjadi panduan bagi segala aktivitas dan inovasi yang muncul dari perubahan-perubahan global yang ada, utamanya dari perkembangan teknologi sehingga dapat menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan teknologi terus berkembang dan menjadi suatu keniscayaan. Sehingga, harus dibimbing oleh pemerintah agar dapat bermanfaat, tidak hanya untuk perusahaan dalam hal efisiensi dan efektivitas, akan tetapi  juga untuk individu dan masyarakat.
"Sebagai sebuah negara kita seharusnya menanggapi perubahan yang ada. Namun tentunya kita juga harus berpegang teguh pada nilai yang dimiliki yakni Pancasila. Pancasila berorientasi mendatangkan kesejahteraan sosial sehingga pengimplementasian teknologi yang ada bahkan mempunyai tujuan yang sama," ujar Bijaksana|Bijak|Arif, dalam keterangannya, Selasa (12/3/2019).

Dalam diskusi Kelompok Terpumpun Penyusunan Buku Sejarah Pancasila dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu, Arif menerangkan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan Interne Online of Things (IoT) akan berkembang pesat. Bahkan di beberapa negara IoT telah mendarah daging di dalam kehidupan bernegara.

Arif mencontohkan, Jerman menggunakan Industri 4.0 dengan memanfaatkan teknologi dan IoT dalam industri manufaktrur dengan mereformasi rantai pasok di dalamnya. Kemudian Jepang menawarkan Smart Society 5.0 untuk menciptakan Super Smart Society dengan basis sains dan teknologi melalui penguatan individu, menciptakan nilai baru perusahaan dan menyelesaikan persoalan sulit.

"Ini tantangannya ke depan dan harus dipikirkan secara serius. Kita juga semestinya memikirkan di mana kedudukan Pancasila dalam perkembangan ini dengan tujuan untuk dapat menjawab persoalan yang ada di negara kita," ujarnya.

Arif menuturkan terdapat beberapa persoalan sulit  yang mesti dijawab dengan perkembangan teknologi tentunya dalam kerangka Ekonomi Pancasila. Mulai dari masalah bonus demografi, ketenagakerjaan, wilayah Indonesia yang sangat luas dan tersebar, rawan bencana defisit neraca perdagangan.

Menurut Arif, pengimplementasian teknologi, utamanya internet dalam kehidupan hingga ke tahapan level individu tidaklah sulit. Berdasarkan SUSENAS 2017, sebanyak 76,87 juta penduduk usia5 tahun ke atas mengakses internet, atau sekitar 32,34% dari totalpenduduk Indonesia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar