Perkembangan Teknologi - Produksi Mobil Listrik Tergantung untuk Permintaan Pasar - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 30 April 2019

Perkembangan Teknologi - Produksi Mobil Listrik Tergantung untuk Permintaan Pasar

Produksi Mobil Listrik Tergantung untuk Permintaan Pasar




Kendaraan listik - Pemerintah tidak akan memberi batas jenis teknologi mobil listrik yang beredar di Indonesia. Perkembangan pasar dan industri mobil listrik akan di berikan kepada selera konsumen di Tanah Air.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika menuliskan bahwa pelaku industri otomotif bakal memproduksi mobil listrik tergantung untuk permintaan pasar.

“Targantung pasar maunya yang mana, bila pasar maunya hybrid, nanti pelaku usaha bakal meng-cover. Kalau electric vehicle begitu juga,” katanya di sela-sela Preliminary Invitation – Electricfied Vehicles Technology Trip di Tokyo, Selasa (12/3/2019).

Preliminary Invitation – Electricfied Vehicles Technology Trip dilangsungkan selama 09 – 15 Maret 2019, atas undangan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Pemerintah, jelas Putu, melulu akan mendorong peredaran produk dengan tingkat gas buang yang lebih rendah melewati perbedaan pengenaan pajak. Insentif itu akan diserahkan untuk seluruh jenis teknologi kendaraan bermotor.

Pengenaan pajak yang dimaksud Putu ialah perubahan skema pungutan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor roda empat. Pemerintah rencananya bakal mengenakan pajak menurut kapasitas mesin (cc) tanpa memisahkan antara mobil dengan tiga ruang (sedan) dan mobil dengan dua ruang (non-sedan).

Pemerintah pun akan memperluas program insentif menurut emisi yang tadinya melulu diberikan untuk mobil murah dan ramah lingkungan (KBH2). Nantinya, semua mobil yang merealisasikan teknologi untuk mengurangi gas buang akan kebagian insentif.

Produsen mobil global ketika ini sudah memproduksi sejumlah jenis mobil bertenaga listrik dan berbahan bakar pilihan untuk mengurangi tingkat gas buang. Mobil berbahan bakar pilihan yang sudah beredar di pasaran antara lain ialah mobil dengan mesin yang dapat menggunakan BBM sekaligus bioetanol (flexy engine) dan mobil berbahan bakar hidrogen (fuell cell vehicle).

Mobil bertenaga listrik terdiri dari mobil yang melulu menggunakan baterai sebagai sumber energi (battery electric vehicle), mobil yang memakai baterai sebagai penyokong mesin cetus tetapi melulu menggunakan BBM (hybrid electric vehicle), dan mobil hybrid dengan baterai yang dapat langsung dipenuhi ulang (plug-in hybrid electric vehicle).

Putu menyatakan berbarengan dengan pemberian insentif untuk konsumen melewati skema PPnBM, pemerintah pun menyiapkan insentif tax holiday untuk produsen komponen mobil listrik. Saat ini, insentif sudah diberikan untuk produsen produk olahan nikel dan kobalt yakni dua komponen utama baterai NiMH yang masih dipakai oleh mobil listrik buatan Toyota bersamaan dengan baterai Lithium Ion.

Insentif serupa akan diberikan untuk pabrik kesatu yang memproduksi sel baterai dan pabrik kesatu yang memproduksi pembungkus sel baterai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar