Perkembangan Teknologi Produksi - Produsen Harus Melek Digital - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Kamis, 18 April 2019

Perkembangan Teknologi Produksi - Produsen Harus Melek Digital

Produsen Harus Melek Digital



Produsen Harus Melek Digital - Pemerintah menargetkan Indonesia mampu masuk ke jajaran 5 besar produsen tekstil dan produk tekstil (TPT) dunia pada 2030. untuk mencapainya, produsen dinilai perlu mengerjakan transformasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.

Muhdori, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, menuliskan teknologi digital yang mampu dimanfaatkan oleh industri TPT nasional antara beda 3D printing, automation, dan internet of things. Transformasi ini dipercayai mampu mengotimalkan efisiensi dan produktivitas, serta membina klaster industri tekstil yang terintegrasi dengan koneksi teknologi industri 4.0.

Era industri 4.0 adalah keniscayaan, tantangan, dan sekaligus keperluan industri TPT supaya lebih efisien, sambil menambah kompetensi SDM cocok dengan pertumbuhan teknologi. Mau tidak inginkan produsen mesti mulai merealisasikan standar operasional dan berkelanjutan yang tinggi untuk menambah daya saing industri TPT,” katanya di sela-sela peresmian pameran Indo Intertex, Inatex, Indo Dyechem, dan Indo Texprint 2019 di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Industri TPT adalah salah satu industri tumpuan dengan nilai ekspor selama US$13,8 miliar pada tahun kemudian atau melebihi target yang senilai US$12,31 miliar. Pada tahun ini, ekspor TPT ditargetkan senilai US$15 miliar atau tumbuh 15%.

Adapun, untuk menyokong perkembangan industri TPT dalam negeri, pameran industri bertaraf internasional Indo Intertex, Inatex, Indo Dyechem, Indo Texprint 2019 diadakan di Jakarta International Expo Kemayoran dari 28 Maret sampai 30 Maret 2019.

Tema pameran tahun ini ialah Investasi Menyambut Making Indonesia 4.0 dan keempat pameran itu saling berhubungan sebagai satu kesatuan. Indo Intertex menampilkan sekian banyak  permesinan dan perlengkapan untuk industri tekstil dan garmen, Inatex memperlihatkan bahan baku serat, benang, kain, aksesoris, produk fesyen, serta produk industri nonwoven.

Sementara itu, Indo Dyechem memperlihatkan kimia tekstil, perlengkapan proses pewarnaan dan finishing, dan Indo Texprint memperlihatkan mesin-mesin cetak tekstil digital.

Paul Kingsen, Direktur Peraga Expo, selaku ketua pelaksana pameran menuturkan industri TPT adalahsektor yang berkesempatan untuk terus berkembang, sehingga semua produsen mesti menciduk peluang dengan mengupgrade mesin buatan seiring dengan pertumbuhan zaman dan tren gaya hidup masyarakat.

“Pameran ini ialah platform untuk para pelaku industri TPT untuk mengeksplorasi bisnis dan mempertemukan pelaku industri lokal dan internasional,” ujar Paul.

Pameran itu pada tahun ini dibuntuti oleh 500 perusahaan dari 20 negara, di antaranya China, Jepang, Korea, Taiwan, India, Singapura, Vietnam, Hongkong, Jerman, Italia, Turki, dan Indonesia. untuk tahun ini ditargetkan transaksi menjangkau US$150 juta dengan pengunjung sejumlah 15.000 orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar