Perkembangan Teknologi Robotika - Menghadapi Kemunculan Robot di Era Industri 4.0 - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 12 April 2019

Perkembangan Teknologi Robotika - Menghadapi Kemunculan Robot di Era Industri 4.0

Menghadapi Kemunculan Robot di Era Industri 4.0



Tahapan revolusi industri telah menginjak era industri 4.0, yang salah satunya ditandai dengan kehadiran teknologi robotik serta bermunculannya jenis kegiatan baru. Perubahan ini tentunya mesti direspon dengan cara-cara komprehensif yang melibatkan semua stakeholder bersangkutan, tak terkecuali semua pelajar dan mahasiswa.

Cepatnya perkembangan teknologi di era industri 4.0 saat ini, sejatinya butuh diimbangi dengan penambahan kualitas SDM yang besok akan berlomba dengan teknologi robotik yang telah mulai diperkenalkan ke masyarakat. Karena tersebut sangat penting untuk masyarakat guna mempelajari masing-masing hal-hal baru yang sehubungan dengan perkembangan tersebut sendiri.

"Setiap orang baik pelajar maupun pekerja telah harus dapat belajar lebih intensif, belajar hal-hal baru yang terus berkembang. Agar anda masih sebagai insan yang dikaruniakan otak yang cerdas dan kreatif, jangan melulu pakai tenaga saja, sebab manusia tentu kalah tenaga sama robot," kata Jully Tjindrawan, dari Yayasan Pendidikan Robotika Indonesia (Robotica Explorer) dalam seminar yang bertema "Kompetensi Global Era Industri 4.0" di kampus Universitas Islam As-Syafiiyah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/3/2019).

Berdasarkan keterangan dari dia, penerapan teknologi robotik dalam suatu industri akan membawa pengaruh besar untuk perekonomian suatu negara. Karenanya tidak sedikit negara yang memanfaatkan teknologi ini untuk menambah perekonomian.

"Robot dapat melipatgandakan ekonomi negara yang dapat memanfaatkannya, sebab robot bisa bekerja lebih efisien, tidak lelah dan tanpa keluhan. Sehingga tanpa pertolongan robot, negara kita tentu akan kalah berlomba dengan negara lain," jelas perempuan yang dijuluki "Ibu Robotik" itu.

Meski demikian, tidak sedikit masyarakat yang merasa cemas menghadapi revolusi industri 4.0 ini, disebabkan ancaman bakal kehilangan pekerjaan dampak banyaknya perusahaan yang menggantikan SDM dengan robot.

"Robot secara tentu akan memungut alih tidak sedikit pekerjaan insan yang teratur dan menjemukan, tanpa butuh pikiran, dan tidak jarang kali diulang-ulang. Tapi dengan begitu akan terbuat lebih tidak sedikit lagi lapangan kegiatan baru untuk manusia yang terdidik," papar Jully.

"Sebab tersebut kita seluruh harus siapkan diri menghadapi kompetisi lapangan kerja dengan robot. Berdasarkan keterangan dari Menteri Tenaga Kerja, bakal ada sejumlah lebih dari 150 bidang kegiatan yang dipungut alih oleh robot, namun akan terbuat lebih dari 300 bidang kegiatan baru yang membutuhkan SDM yang kreatif di bidangnya," ungkapnya.

Ditambahkan Bambang Haryanto, Direktur ICT & Career Center yang juga beraksi sebagai moderator pada acara tersebut, bahwa masyarakat mesti mempunyai kesiapan dengan setiap evolusi yang tentu terjadi dalam masing-masing tahapan kehidupan.

"Harus punya sifat adaptable terhadap evolusi berikut dengan segala eksesnya supaya bisa mengantisipasi, sebab perubahan tergolong fase industri 4.0 ialah keniscayaan," tegasnya.

Ia juga mengimbau supaya masyarakat terutama semua pelajar dapat menguasai sekian banyak  kompetensi, terutama di bidang teknologi yang serba digital saat ini.

"Tentunya mesti menjadi individu yang memilki multi kompetensi dan melek litetarasi digital," imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar