Perkembangan Teknologi Terbaru - Jumlah Fintech Resmi Bertambah - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 26 April 2019

Perkembangan Teknologi Terbaru - Jumlah Fintech Resmi Bertambah

Jumlah Fintech Resmi Bertambah



Jumlah perusahaan financial technology (fintech) yang mempunyai izin dan resmi tercatat di Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) terus bertambah. Belum lama ini OJK memberitahukan tujuh nama baru perusahaan fintech yang turut memeriahkan persaingan di Indonesia.

Ke-tujuh perusahaan yang baru mendapat izin OJK per April 2019 tersebut adalah:

PT Akur Dana Abadi (Jembatan Emas)
PT Sinergi Mitra Finansial (Kredible)
PT Pinjaman Kemakmuran Rakyat (KlikUMKM)
PT Harapan Fintech Indonesia (Klik Kami)
PT Idana Solusi Sejahtera (Cairin)
PT Empat Kali Indonesia (Empat Kali), dan
PT Berdayakan Usaha Indonesia (Betumbu).
Tambahan tujuh perusahaan tersebut menggenapkan susunan perusahaan yang mempunyai izin dari OJK menjadi 106, dari sebelumnya 99 perusahaan per Februari 2019 lalu.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi di sektor jasa finansial yang menjadi tumpuan fintech dapat menanggulangi masalah inklusi di sektor jasa finansial yang masih terbilang rendah.

Hal tersebut tercermin dari masih rendahnya masyarakat yang bankable alias dinilai pantas oleh perbankan konvensional untuk dapat mendapatkan layanan.

Sukarela berpendapat, perusahaan fintech telah mengolah lansdcape sektor finansial Indonesia sebab mampu mencapai masyarakat yang sampai ketika ini belum terlayani oleh bank konvensional.

“Munculnya pemain baru fintech jadi keniscayaan antitesis sektor jasa finansial yang belum dapat mengatasi permasalahan fundamental di sektor keuangan. Fintech muncul dengan model baru yang memberi kenyamanan dan keamanan,” kata Sukarela.

Kondisi ini inginkan tak mau menciptakan perbankan mesti menyesuaikan diri dengan pertumbuhan teknologi tersebut. Hal ini terlukis dari mulai bermunculannya sistem transaksi perbankan yang telah tak lagi dilaksanakan secara face to face ke kantor cabang, karena konsumen dinilai lebih nyaman dengan memakai teknologi yang terbilang lebih personal.

ondisi ini dominan  pada berubahnya business process perbankan yang mulai mengerjakan efisiensi dengan memblokir kantor cabang. OJK menulis sampai ketika ini perbankan konvensional telah memblokir 3 persen setara dengan 1.000 kantor cabang miliknya, dan memindahkan investasi ke bidang teknologi.

Bertransaksi Aman di Fintech

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik, Anto Prabowo sebelumnya mengimbau supaya masyarakat melulu menggunakan layanan fintech yang sudah terdaftar di OJK. Seluruh fintech yang telah terdaftar serta dijamin legal oleh OJK, menurut keterangan dari dia, tertera dalam lama sah OJK, yakni www.ojk.go.id. Jika masih ragu, Anto bilang masyarakat dapat menghubungi OJK lewat sambungan telepon di nomor 157.

“Dari situ masyarakat dapat bertanya sebelum mengerjakan pinjaman online, bagaimana perusahaannya, tercatat atau tidak. Masyarakat juga dapat menanyakan apa yang perlu diacuhkan sebelum mengerjakan pinjaman online,” tuturnya.

OJK sendiri terus mengerjakan upaya preventif terhadap modus fintech ilegal. Selama ini, lanjutnya, OJK terus berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dan Kominfo guna menghapus fintech ilegal.

Berdasarkan data OJK sampai Februari 2019, sejumlah 635 fintech sudah diblokir. Pemblokiran dilaksanakan OJK berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Anggota Aftech

Fakta beda yang dapat membantu masyarakat dalam menilai sebuah perusahaan fintech mempunyai izin sah atau tidak, ialah dengan menyaksikan keanggotaan perusahaan itu di Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech). Jika perusahaan itu resmi anggota Aftech, maka bakal tunduk untuk semua ketentuan organisasi.

Salah satu fintech sah yang tercatat di Aftech ialah CekAja.com kepunyaan PT Puncak Finansial Utama. Perusahaan yang bergerak di bidang marketplace produk keuangan itu menolong masyarakat Indonesia dalam mengejar produk keuangan terbaik cocok kebutuhan. Mulai dari kartu kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA), pelbagai jenis asuransi, Kredit Pemilikan Rumah atau Kendaraan, sampai sekian banyak  portofolio investasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar