Perkembangan Teknologi Atm - Kini Bank Enggan Buka Kantor Cabang - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Sabtu, 11 Mei 2019

Perkembangan Teknologi Atm - Kini Bank Enggan Buka Kantor Cabang

Kini Bank Enggan Buka Kantor Cabang

Hasil gambar untuk bank mandiri

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, menciptakan perbankan tak lagi tertarik guna melakukan perluasan kantor cabang. Sebab, ketika ini mayoritas transaksi perbankan sudah dilaksanakan secara elektronik maupun digital.

Ambil misal PT Bank Mandiri Tbk yang menuliskan tahun ini pihaknya melulu berencana membuka maksimal sejumlah 10 kantor cabang. Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menuliskan jumlah itu berkurang drastis dikomparasikan pembentukan kantor cabang perseroan di tahun-tahun sebelumnya yang seringkali mencapai 40 sampai 50 kantor cabang.
"Saat ini kami lebih konsentrasi meningkatkan produktifitas cabang baik dari segi dana, kredit atau fee based," katanya untuk Kontan.co.id, Rabu (8/5). Bukan tanpa alasan, bank mengenakan pita emas menulis bahwa tren transaksi nasabah Bank Mandiri saat ini telah bergeser ke saluran elektronik, seperti ATM.

"Saat ini, hampir 90% transaksi bisnis dilakukan secara elektronik," lanjut Hery. Di masa depan, ini tidak akan meningkatkan jumlah cabang yang ditargetkan oleh Bank Mandiri, tetapi jumlah pengguna Mandiri Online sehingga pelanggan dapat melakukan lebih sedikit transaksi melalui mobile banking. Selain itu, juga dapat menghemat biaya operasional untuk bank.

Sebagai informasi, pada Maret 2019, Bank Mandiri memiliki total 2.629 cabang, termasuk 139 cabang, 2.323 cabang pembantu (KCP) dan 167 cabang. Bank Mandiri juga memiliki 18.291 mesin perbankan otomatis di seluruh Indonesia.

Selain itu, tampaknya lebih dari 24,9 juta transaksi nasabah Bank Mandiri telah ditransfer ke perbankan digital. Ini tercermin dalam transaksi e-channel, yang menurun 3,7% year-on-year (tahun-ke-tahun) menjadi 684 juta transaksi pada Maret 2019.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memilih untuk tidak menerapkan agen baru pada tahun 2019. Direktur dan jaringan jaringan Bisnis Kecil BNI, Budi Harto, menyinggung pilihannya untuk mengoptimalkan outlet yang ada .

Selain itu, untuk memfasilitasi klien yang lebih besar di seluruh negeri, BNI dapat menghubungi agen Laku Pandai. "Selain mengoptimalkan outlet yang ada, kami ingin agen46 mengurusnya," kata Catur.

BNI saat ini memiliki 117.415 agen di seluruh Indonesia. Jumlah ini juga meningkat 42,6% year-on-year (8214) pada Maret 2018.

BNI juga sangat tertarik dengan mobile banking. Tercermin dari jumlah pengguna yang meningkat sebesar 92% YoY hingga mencapai 3,32 juta pengguna pada akhir Maret 2019. Sementara jumlah SMS dan Internet banking masing-masing berjumlah 10, 15 juta dan 1,91 juta pelanggan dan masing-masing meningkat 15,2% dan 6,2%. ya
"Sampai akhir tahun ini anda harapkan jumlah agen46 dapat berjumlah 140.000," lanjutnya. Sekadar informasi, per Maret 2019 BNI mempunyai 2.2947 kantor cabang di Indonesia dan dilengkapi dengan 18.335 mesin ATM yang bisa melayani lebih dari 44,9 juta nasabah.

Setali tiga uang, Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk Parwati Surjaudaja pun mengaku tak berniat meningkatkan kantor cabang secara besar-besaran. Bahkan, menurutnya perseroan dalam sejumlah tahun terakhir meminimalisir jumlah kantor cabang.

Berdasarkan keterangan dari Parwati, pihaknya mengerjakan strategi relokasi guna memaksimalkan faedah kantor cabang. Sayang, Ia tidak merinci berapa tidak sedikit kantor yang didirikan dan dikurangi sejauh ini.

"Hal ini seiring dengan semakin nyamannya nasabah mengerjakan transaksi via digital channel. Sehingga peran cabang berubah," katanya. Hingga Maret 2019 terdaftar OCBC NISP mempunyai 306 kantor cabang dan 707 mesin ATM di 61 kota di Tanah Air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar