Perkembangan Teknologi - Baterai Mobil Listrik di Produksi Global di Asia - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Kamis, 09 Mei 2019

Perkembangan Teknologi - Baterai Mobil Listrik di Produksi Global di Asia

Baterai Mobil Listrik di Produksi Global di Asia


Perkembangan dunia otomotif jaman now sudah kian jelas arah dan tujuannya, yaitu mengarah ke ke mobilitas ramah lingkungan dengan energi terbarukan. Dan solusi sangat masuk akal yang paling sering didengungkan dalam sejumlah tahun terakhir ini ialah peralihan kendaraan bermotor yang memakai internal combustion engine menjadi kendaraan dengan motor listrik. Nah, tetapi satu kendala terbesar dalam pengembangan mobil listrik ialah perihal buatan dari baterai lithium ion.


Mengutip dari AutoNDTV, Benua kita tersayang yaitu Asia berada dalam posisi pucuk rantai buatan baterai lithium ion, dimana China, Jepang, dan pun Korea Selatan mendominasi sektor industri dari baterai lithium ion. Dominasi dari negara – negara di Asia ini tentunya pun menguntungkan sebanyak pabrikan otomotif yang memang berbasis di Asia, dan tidak banyak merugikan semua pabrikan asal Eropa. Di samping itu, pasar mobil listrik pun dapat dengan gampang berkembang di area Asia berkat ketersediaan pabrik baterai dan pun bahan baku di area ini. Lagi – lagi, China menjadi sumber kunci dari kekuatan Asia dengan menjadi pemasok bahan mentah guna baterai lithium ion.

Apakah kandungan Lithium dan Cobalt di area China terbilang tinggi? tidak, tetapi China memiliki sejumlah perusahaan yang mempunyai kontrol pada tambang – tambang Lithium dan Cobalt, laksana Ganfeng dan Tianqi yang masing – masing mempunyai kontrol atas 17% dan 12% dari buatan Lithium di dunia berkati tambang mereka di Australia dan Amerika Selatan. Belum lagi sejumlah perusahaan China yang bila ditotal mendominasi 80% dari kapasitas buatan Cobalt.

Jelas China dapat dikatakan menang lumayan telak dalam urusan menyambut era elektrifikasi dari segi produksi material dan komponen.Oleh sebab itu, tak usah terkejut andai separuh dari populasi mobil listrik di dunia sedang di China. Namun, walaupun begitu, pihak Eropa tidak mau bermukim diam dan bergantung pada buatan baterai lithium ion dari area Asia. Pihak Eropa yang diwakili oleh Perancis dan Jerman telah melafalkan bahwa pihaknya akan membina aliansi guna mengembangkan baterai generasi teranyar untuk lepas dari kekuasaan Asia. Bisa jadi baterai ini ialah teknologi solid state battery yang sempat naik ke permukaan sejumlah waktu lalu. Swedia dan Belanda sendiri pun sudah mengawali untuk mengerjakan produksi baterai guna mobil listrik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar