Perkembangan Teknologi di Era Milenial - Pengembangan Literasi Finansial Bagi Generasi Milenial - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 13 Mei 2019

Perkembangan Teknologi di Era Milenial - Pengembangan Literasi Finansial Bagi Generasi Milenial

Pengembangan Literasi Finansial Bagi Generasi Milenial

Ilustrasi

Perkembangan Teknologi di Era Milenial - Hubungan generasi milenial dan teknologi tidak dapat dipisahkan bahkan ketergantungan keduanya dapat terjadi dalam segala aspek tergolong bidang keuangan atau finansial. Hal ini menjadi poko kupasan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bareng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketika "Kuliah Tamu Pojok Literasi" Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) di Auditorium Pascasarjana ITS, Kamis (9/5/2019). 

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Maritim (IKPM) Kemkominfo, Septriana Tangkary mengucapkan mahasiswa kini didominasi generasi milenial yang rentan problematika finansial.

Berikut sejumlah tahapan yang butuh dikembangkan mahasiswa generasi milenial dalam mengembangkan literasi keuangan di era digital : 

1. Perencanaan finansial 

Padahal peran generasi milenial dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia paling penting. “Sebab pada 10 tahun ke depan, semua milenial ini yang bakal mendominasi jumlah tenaga kerja produktif di Indonesia,” ujar Septiriana dilansir dari laman sah ITS. Karena itu, Septriana Tangkary saat menyerahkan materi peran anak muda di era digital menyuruh para peserta terutama mahasiswa guna tahu bagaimana teknik merencanakan finansial milenial secara cerdas. “Generasi milenial butuh meningkatkan keterampilan dan kreativitas personal maupun kelompok, karena kontribusi mereka akan dominan dalam bidang ekonomi kreatif terutama yang berbasis teknologi,” ujarnya. 

2. Sehatkan cash flow

Pembicara lain, Melvin Mumpuni (Founder dan CEO Finansialku.com) mengucapkan untuk mewujudkan urusan itu generasi milenial butuh cakap dalam menata keuangan. Mahasiswa mesti paham tingkat pengelolaan finansial apa yang mesti dikuasai dahulu. Dalam piramida finansial yang terdiri dari fase kebutuhan, keuntungan, dan distribusi, secara keuangan mahasiswa masih dalam tingkat kebutuhan. “Hal itu berarti, mahasiswa mesti dapat menyehatkan cash flow finansial mereka dengan mengurangi angka kredit, serta menyelenggarakan dana cadangan andai terjadi keperluan mendadak,” paparnya. 

3. Kembangkan start up

Setelah itu, lanjutnya, barulah milenial dapat melebarkan sayap dan mengembangkan kreativitas dalam berbisnis. Salah satu yang sering dilaksanakan mahasiswa yaitu menegakkan start up. Berbagai start up besutan anak muda, menjadi tanda pergerakan ekonomi milenial telah dimulai. “Namun, urusan ini pun perlu diimbangi dengan pengetahuan bakal jasa finansial yang paling erat kaitannya dengan pendirian usaha, tergolong start up,” ujar Melvin mengingatkan. 

Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) ITS, Agus Zaenal Arifindalam sambutan mengungkapkan ITS telah mengerjakan adaptasi lebih mula terhadap tuntutan masa sekarang lewat pembaruan kurikulum. “Hal ini dimaksudkan pun untuk menyokong program-program pengembangan mahasiswa yang salah satunya yakni soal pengembangan start up,” tuturnya. 

4. Cerdas finansial dengan teknologi 

Malalui acara ini, diinginkan milenial dapat menjalankan rencana keuangannya dengan lebih siap dan lancar. Terlebih mahasiswa bisa memaksimalkan keterampilan dan inovasi mereka, yang nantinya akan menambah finansialnya. Diungkapkan Melvin, pemakaian produk jasa finansial di Indonesia angkanya sudah lumayan tinggi yakni 67,8 persen, tetapi tingkat literasi atau pemahaman dari pemakai itu masih tidak cukup yaitu selama 29,7 persen. 

“Milenial yang bareng dengan gadget semenjak lahir punya keuntungan guna mendapat empiris dalam memakai jasa finansial secara lebih baik dan cerdas tentunya,” tutur Mulyanto, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 2 dan Manajemen Strategis OJK Kantor Regional 4 Jatim turut menambahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar