Perkembangan Teknologi E-Commerce - Berkah Ramadhan, Transaksi E-Commers Meningkat Drastis - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 15 Mei 2019

Perkembangan Teknologi E-Commerce - Berkah Ramadhan, Transaksi E-Commers Meningkat Drastis

Berkah Ramadhan, Transaksi E-Commers Meningkat Drastis

Ramadhan Berkah buat Industri E-commerce

Perkembangan industri e-commerce di Indonesia semakin tak terbendung. Sejak tiga tahun belakangan ini, e-commerce sudah menjadi primadona untuk sebagian masyarakat khususnya yang bermukim di distrik perkotaan guna berbelanja. 

Pola masyarakat dalam melakukan pembelian barang pun merasakan pergeseran yang ditengarai di antara penyebab pengunjung sepi pada sebanyak gerai ritel. Memasuki hari kedelapan Ramadhan, transaksi pada platform e-commerce bertambah sekitar tiga sampai lima kali lipat dibanding hari-hari biasa. 

Bulan Ramadhan memang selalu diincar oleh semua pelaku e-commerce dalam menambah nilai transaksi. Selama Ramadhan tahun lalu, transaksi melakukan pembelian barang rata-rata masyarakat Indonesia menjebol Rp1,2 juta di platform e-commerce atau bertambah sekitar 74% dibanding 2017. 

Pada Ramadhan tahun ini, semua pelaku e-commerce optimistis nilai transaksi bakal jauh lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalaman sejumlah tahun terakhir ini, puncak transaksi di platform e-commerce terjadi pada pekan ketiga Ramadhan menyusul pencairan tunjangan hari raya (THR). Berdasarkan survei di antara pelaku e-commerce yang dilaksanakan terhadap 6.500 narasumber pada lima kota besar di Indonesia, mencakup Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Makassar, terungkap sejumlah 53,5% responden mengaku akan membelanjakan selama seperempat dana THR untuk melakukan pembelian barang di platform e-commerce.

Adapun yang memicu konsumen memperhitungkan sebagian THR untuk melakukan pembelian barang daring, masih menurut keterangan dari survei tersebut, karena pelbagai promo diskon dan cashback selama 79,4%, kemudian harga murah sebesar 8,4%, dan lebih tepat guna sekitar 4,5%. Aktivitas promo diskon dan cashback memang menjadi senjata utama industri e-commerce nasional dalam memikat konsumen dalam menyiasati kompetisi yang semakin sengit.

Untuk pertarungan industri e-commerce di pasar domestik, sebagaimana dipublikasikan situs komparasi harga produk-produk di marketplace iPrice, platform melakukan pembelian barang daring lokal masih menjadi tuan lokasi tinggal di negeri sendiri atau menduduki urutan kesatu sampai triwulan kesatu 2019. 

Tokopedia bercokol pada posisi teratas dengan jumlah pengunjung aktif bulanan tertinggi, menyusul Shopee di urutan kedua dan Bukalapak pada level ketiga. Bagi ukuran Asia Tenggara, Tokopedia satu-satunya platform melakukan pembelian barang daring yang sangat aktif dipakai di negara asalnya. Diikuti Shopee di Singapura dan Tiki.vn di Vietnam. 

Perkembangan industri e-commerce yang begitu pesat di Indonesia tak berlebihan dengan klaim perkembangan tertinggi di area Asia Tenggara. Faktor geografis, di antara pemicu utama perkembangan industri e-commerce di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, eksistensi e-commerce semakin mendekatkan konsumen yang berdomisili di luar cakupan pasar konvensional terhadap produk yang diinginkan. 

Adapun perkembangan rata-rata industri e-commerce di Indonesia di atas 31% dan mempunyai ruang bertumbuh masih paling besar. Potensi perkembangan tersebut dapat disaksikan dari kontribusi industri e-commerce terhadap total produk dalam negeri bruto (PDB) Indonesia masih di bawah 3%. 

Meski demikian, keberlangsungan perkembangan industri e-commerce tidak berdiri sendiri, terutama berhubungan dengan pertumbuhan industri logistik. Sebagai satu mata rantai, antara industri e-commerce dan industri logistik tak dapat dipisahkan. Pihak Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik Indonesia mengakui kehadiran industri e-commerce sudah berkontribusi positif pada usaha ekspedisi yang bertambah signifikan.

Sejak 2012 lalu, pertumbuhan industri e-commerce sudah mengindikasikan titik cerah, bahkan ketika ini tidak lagi hanya sekedar marketplace, melainkan pun sudah menjalar ke sekian banyak  segmen bisnis lainnya. Awalnya, orang beranggapan bahwa e-commerce hanyalah sebatas melakukan pembelian barang secara daring di marketplace. Faktanya, kini sudah melebar sekian banyak  sektor bisnis yang sekitar ini tak terbayangkan, mulai e-retail, transportasi, financial technology, healtech, sampai agrotech.

Perkembangan industri e-commerce juga dominan  pada pembuatan lapangan pekerjaan. Data teranyar yang dipublikasikan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) ada 1.700 startup di Indonesia. Andaikan rata-rata masing-masing startup merekrut 50 karyawan maka terserap puluhan ribu tenaga kerja. 

Melihat potensi pertumbuhan industri e-commerce yang begitu pesat, lumrah saja bila Indonesia E-commerce Association (idEA) bercita-cita pemerintahan baru hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2019–2024 dapat memberi perhatian maksimal terhadap industri ini, karena selama ini sebanyak penerapan kepandaian pemerintah dinilai masih sepihak sebab tidak melibatkan industri berhubungan dalam penciptaan kebijakan. Kita bercita-cita industri e-commerce tetap bertumbuh dan meraih transaksi yang tinggi sepanjang Ramadan ini. Ramadhan memang selalu membawa berkah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar