Perkembangan Teknologi E-Learning - Pemanfaatan Teknologi 4G Pada Masyarakat Didukung Penuh Kominfo - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Selasa, 14 Mei 2019

Perkembangan Teknologi E-Learning - Pemanfaatan Teknologi 4G Pada Masyarakat Didukung Penuh Kominfo

Pemanfaatan Teknologi 4G Pada Masyarakat Didukung Penuh Kominfo


Hasil gambar untuk Kominfo Terus Dorong Pemanfaatan 4G LTE

Perkembangan Teknologi E-Learning - Berbagai langkah dilaksanakan oleh pemerintah melewati Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam melangsungkan infrastrktur broadband di Indonesia. Saat ini pemerintah tenggah mendorong supaya penetrasi mobile broadband melewati layanan 4G LTE dapat dialami oleh semua lapisan masyarakat.

Bahkan rencananya pemerintah akan melangsungkan infrastrktur mobile broadband 4G LTE hingga wilayah tertinggal, terasing dan terluar dengan memanfaatkan infrastrktur palapa ring yang sudah digelar.

Dengan beroperasinya layanan mobile broadband melewati jaringan 4G LTE dinilai Ismail sudah menyerahkan perubahan dan guna yang signifikan untuk masyarakat Indonesia.

Salah satu guna dari kehadiran layanan mobile broadband dengan jaringan 4G LTE menurut keterangan dari Ismail ialah mendorong produktifitas masyarakat. Dengan hadirnya mobile broadband, bakal banyak kegiatan ekonomi masyarakat tumbuh.

Contohnya guna ecommerce, transaksi jual beli secara on line, e-government, e-learning maupun e-health. Lanjut Ismail, ketika ini mobile broadband pun dijadikan di antara indikator peradaban suatu negara. Sehingga reputasi Indonesia di dunia internasional diukur dari peradaban dan penetrasi mobile broadband.

“Saat ini masyarakat Indonesia telah merasakan guna dari mobile broadband. Ini diperlihatkan dengan tumbuhnya digital ekonomi yang eksponensial dalam sejumlah waktu terakhir ini. Kunci utama dari perkembangan ekonomi digital ialah konektivitas dan akses dari mobile broadband. Sehingga guna kehadiran dari mobile broadband telah dapat dialami oleh masyarakat Indonesia,” papar Ismail.

Ismail menyatakan belum puas dengan kualitas dari mobile broadband yang ada ketika ini. Namun perkembangannya dari hari ke hari dinilai semakin membaik. Ismail berujar, kualitas backbone pun menilai kualitas dari mobile broadband. Jika akses dipasang layanan 4G tetapi backbone masih memakai akses yang bukan kecepatan tinggi, maka menurut keterangan dari Ismail bakal terjadi bottleneck.

“Oleh karena tersebut pemerintah tengah menuntaskan palapa ring sampai ke pelosok-pelosok. Insya Allah pertengahan tahun 2019 ini semua kabupaten kota bakal terhubung dengan backbone palapa ring. Tujuannya supaya kualitas backbone bertambah dan pada kesudahannya kualitas dari mobile broadband melewati jaringan 4G LTE pun semakin baik,” cerah Ismail.

Untuk jangkauan 4G LTE, Kominfo pun mempunyai modern licensing telekomunikasi, komitmen pembangunan dan kualitas layanan. Operator telekomunikasi wajib mengadukan komitment pembangunan dan kualitas layanan yang sudah meleka laksanakan. Ismail menjelaskan penilaian dan feedback terhadap canggih licensing telekomunikasi, komitmen pembangunan dan kualitas layanan terus dilaksanakan oleh Kominfo.

Mengenai utilisasi jaringan mobile broadband yang di bina oleh operator selular di Indonesia, dinilai Ismail masih terbilang rendah. Masih rendahnya utilisasi tersebut diakibatkan ketersediaan low end handset smartphone serta masih tidak sedikit masyarakat yang masih mempunyai handset feature phone.

Kendala beda yang kerap didatangi Kominfo dalam sosialisasi pemakaian mobile broadband ialah cara mengerjakan setting handset. Memang disetiap handset yang dipunyai masyarakat ada kitab panduan teknik setting baik tersebut otomatis 4G LTE, atau manual 4G, 3G atau 2G.

“Kita sering mengejar handset telah 4G tetapi setting masih 3G atau bahkan 2G. Bahkan terdapat SIM Card yang masih belum dapat 4G. Jadi ganti handset ke smartphone tidak serta merta menciptakan orang pindah ke 4G. Itu salah satu tantangan yang anda temui. Maka dari tersebut kita perlu mengerjakan sosialisasi lebih lagi tentang setting handset 4G LTE,”ujar Ismail.

Oleh sebab tersebut Kominfo bareng jajarannya laksana BRTI dan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) bakal terus mengerjakan sosialisasi terhadap guna dan manfaat dari mobile broadband. Selain mengerjakan sosialisasi bareng jajaran Kominfo, Ismail mengharapkan pun mitra kerjanya laksana operator telekomunikasi selular pun gencar mengerjakan sosialisasi guna dan teknik setting handset yang benar. Sehingga layanan mobile broadband melewati jaringan 4G LTE bisa segera dimanfaatkan secara optimal.

Berdasarkan keterangan dari Ismail dengan semakin banyaknya masyarakat yang memanfaatkan secara optimal layanan mobile broadband melewati jaringan 4G LTE, operator pun mendapatkan guna seperti penghematan maintenance. Sebab operator tak butuh menjalankan sejumlah teknologi sekaligus dalam satu area.

“Jika jaringan 4G LTE telah tersedia dan masyarakat telah memanfaatkan dengan optimal, maka layanan 2G dapat ditutup. Jika layanan 2G telah ditutup dengan kata lain operator tak butuh mengoperasikannya lagi. Belum lagi dari segi penghematan spektrum radio. Dengan masyarakat yang memanfaatkan layanan 4G LTE maka optimalisasi pemakaian spektrum bisa terjadi,” pungkas Ismail.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar