Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Web 4.0 - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 31 Mei 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Web 4.0

Fachmi Idris didampingi Rektor IPB Arif Satria,d alam acara Public Expose BPJS Kesehatan tahun 2019 (Rini Suryati)


Kesiapan BPJS Untuk Hadapi Industri 4.0

Perkembangan Teknologi | Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) , dan inovasi layanan digital berkembang pesat. Bahkan mulai terasa mengolah tatanan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. 

Dalam implementasi JKN-KIS ekosistem teknologi informasi secara alamiah terbentuk di tengah kendala revolusi industri 4.0.


Fachmi menambahkan pemanfaatan teknologi informasi pun akan menjadi kesempatan untuk Program JKN-KIS guna mendorong sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan yang berbobot | berbobot | berkualitas namun tetap efektif dan efisien dari segi pembiayaan. 

“Hal itu harus mulai diadaptasi oleh pihak yang tercebur dalam Program JKN-KIS. Mulai dari peserta, kemudahan kesehatan, tenaga kesehatan dan semua pemangku kepentingan lain. Kita mesti siap berubah mengarah ke digitalisasi pelayanan kesehatan,” kata Fachmi.

Fachmi menyatakan BPJS Kesehatan mengembangkan berbagai software yang diinginkan dapat menyokong keberlangsungan program ini.

Setidaknya terdapat 5 ekspektasi peserta dari pelayanan JKN, diantaranya fasilitas memperoleh informasi berhubungan Program JKN-KIS, fasilitas dan kecepatan mendaftar, fasilitas dan kepastian menunaikan iuran, mendapat garansi di kemudahan kesehatan serta, serta mengucapkan keluhan dan mendapat  solusi.


Dari sisi fasilitas dalam mendapat  informasi BPJS Kesehatan sudah mengembangkan software Mobile JKN.

Mobile JKN ialah one stop service yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan dan dapat dipakai untuk mendapat  informasi, mengikutsertakan diri, menunaikan iuran, memahami informasi kepesertaan, informasi kesehatan (tele consulting) dan ke depan bakal dikembangkan sistem antrian pelayanan kesehatan.
Di sisi fasilitas pendaftaran sudah dikembangkan tidak sedikit kanal pendaftaran terutama berbasis teknologi informasi yaitu pencatatan secara online, melewati Mobile JKN, melewati BPJS Kesehatan Care Center 1500400.

BPJS Kesehatan pun mengembangkan elektronik data badan usaha (e-Dabu) untuk pencatatan peserta kelompok Pekerja Penerima Upah (PPU) yang sangat mempermudah pemberi kerja guna mendaftarkan serta meng-update data peserta.



Dari sisi fasilitas dan kepastian pembayaran iuran, dapat dilaksanakan melalui autodebit baik melewati bank maupun non-bank via software Mobile JKN, e-commerce, dll. Saat ini sejumlah 686.735 kanal pembayaran iuran bisa dipilih dan dimanfaatkan peserta JKN-KIS.

Dari sisi pelayanan kesehatan, pemanfaatan teknologi dikembangkan mulai dari pemakaian software Health Facilities Information System (HFIS), Rujukan Online, Klaim Digital (Vedika), pemanfaatan finger print di kemudahan kesehatan serta Deteksi Potensi Fraud melewati Analisa Data Klaim (Defrada). Pengembangan ini diimplementasikan supaya pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta efektif, tepat guna namun tetap mengedepankan bobot dan kualitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar