Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Sandang - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Sabtu, 25 Mei 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Sandang

Belanja Online
Online Shopping membuat masyarakat belanja dengan mudah



95 Juta Netizen Belum Penah Belanja Online

Perkembangan Teknologi | Kalau dulu terdapat slogan “Buku ialah Jendela Dunia,” sekarang eranya telah berubah seiring perkembangan teknologi menjadi “Internet ialah Jendela Dunia.” Begitulah kondisinya sekarang, inginkan cari informasi apapun, bermukim akses internet dari ponsel atau gadget, seluruh beres. 

Internet telah menjadi unsur dari gaya hidup masyarakat ketika ini. Dengan internet, kita dapat browsing, chating, berkirim email, berbagi potret dan video, sampai melakukan pembelian barang online tanpa diberi batas waktu, jarak, dan tempat. 

Internet menciptakan hidup anda serba mudah, praktis, dan cepat. Jika diperhatikan, anak dulu bila minta duit jajan ya bikin beli makanan atau minuman. Beda dengan kids zaman now, minta fulus ke orangtua tapi guna jajan paket data alias kuota internet. Susah banget lepas dari yang namanya internet, buat candu. Semoga saja candunya ke arah positif, bukan yang aneh-aneh.

Di Indonesia sendiri, pemakai internet meningkat masing-masing tahun. Profil pemakai bermacam-macam, baik dari segi lokasi, tingkat pendidikan, pekerjaan, sampai pemakaian internet dalam kehidupan sehari-hari.

Data-data itu akan dirangkum Cermati.com menurut hasil survei nasional yang dilaksanakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengenai Penetrasi dan Profil Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2018.Pengguna Internet di Indonesia Capai 171,17 Juta Orang

Survei ini melibatkan 5.900 sampe dengan margin of error (MoE) 1,28%. Data dikoleksi menggunakan cara wawancara dengan pertolongan kuesioner pada 9 Maret-14 April 2019. Hasil survei menunjukkan:

1. Basis pemakai internet di Indonesia menjebol 171,17 juta orang atau 64,8% dari total warga 264,16 juta jiwa
2. Angka tersebut meningkat 27,92 juta pemakai dalam satu tahun (2017-2018)
3. Wilayah yang telah melek internet, yaitu Bengkulu (85%), Sumatera Barat (84,2%), DKI Jakarta (80,4%) dari jumlah penduduk
4. Wilayah yang masih buta internet, yakni Sulawesi Barat (30%), Lampung (39,5%), dan Gorontalo (50%), dan Aceh (50%) dari jumlah penduduk
5. Penduduk kota lebih melek internet 74,1% ketimbang warga desa 61,6%.

Generasi Milenial Paling Keranjingan Main InternetPengguna Internet Didominasi Generasi Milenial

Dari 171 juta pemakai internet atau netizen di Indonesia, paling tidak sedikit didominasi generasi milenial berusia 19-35 tahun.

1.Usia 15-19 tahun sejumlah 91% pemakai
2. Usia 20-24 tahun sejumlah 88,5% pemakai
3. Usia 25-29 tahun sejumlah 82,7% pemakai
4. Usia 30-34 tahun sejumlah 76,5% pemakai
5. Usia 35-39 tahun sejumlah 68,5% pemakai.
Berdasarkan tingkat pendidikan, pemakai internet paling tidak sedikit lulusan S3 dan berstatus pernah kuliah namun tidak tamat dengan setiap mencapai 100%. Sementara sangat sedikit memakai internet ialah mereka yang belum atau tidak pernah sekolah melulu 13%.


Kalau disaksikan dari pekerjaannya, profesi ini adalahpemakai internet terbanyak, yakni:

1.Pengusaha besar 100%
2. Guru 100%
3. Pedagang toko online 100%
4. Jasa konsultan 94,7%
5. Mahasiswa 92,1%


Sedangkan pemakai internet yang tidak cukup melek internet berprofesi sebagai:

1. Petani penggarap dengan jumlah penetrasi 20,3%
2. Buruh tani 25,7%
3. Petani lahan sendiri 33,5%
4. Pensiunan PNS 39,3%, dan
5. Ibu lokasi tinggal tangga 48,2%.
Favorit Netizen Pakai Internet guna Chatting
Pengguna Internet Paling Senang Chatting

1. Sebanyak 19,6% pemakai menguras lebih dari 8 jam dalam sehari guna mengakses internet
2. Sebanyak 24,7% atau 42,3 juta orang memakai internet guna chatting, sosial media sejumlah 18,9%, menggali lowongan kerja sejumlah 11,5%, menggali data berhubungan sekolah atau kuliah sejumlah 6,5%, serta untuk memenuhi waktu luang 6,5%.
3. Sedangkan untuk melakukan pembelian barang online, jumlahnya melulu 0,9% pemakai. Jualan online sejumlah 2,4%.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar