Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Tema 7 - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 27 Mei 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Tema 7

Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)



RI Bisa Menjadi Pemimpin Pasar E-commerce Asia

Perkembangan Teknologi | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuliskan Indonesia terus berkomitmen guna berinovasi dalam merealisasikan ekonomi digital. Pasalnya urusan ini yang dapat membuat Indonesia menambah produktivitas ekonomi dan membuka peluang lapangan kerja baru.

Bahkan Indonesia diproyeksi menjadi pemimpin pasar digital atau e-commerce dengan pangsa pasar (share) sampai 52% pada 2025 mendatang.

Hal ini diungkapkan Bambang saat muncul dalam pertemuan tahunan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019 di Paris, Perancis, dengan tema "Unlocking the Potential of Digital Transition: The Role of Governments and Importance of International Cooperation".Saat ini OECD terdiri dari 36 negara angola dengan sejumlah mitra kunci tergolong Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 1960 dengan destinasi merumuskan kepandaian dalam bidang kesejahteraan masyarakat global.


"Indonesia diharapkan menjadi pemimpin pasar e-commerce Asia Tenggara dengan prediksi 52% pada tahun 2025. Pencapaian ini akan tercapai berkat desakan pada pengembangan ruang pembelajaran menengah dan peningkatan akses ke infrastruktur digital, "kata Bambang dalam penjelasan resmi. / 5/2019).

Optimisme tersebut hadir salah satunya sebab keberhasilan Indonesia di susunan peringkat teknologi informasi dan komunikasi dalam laporan Global Information Technology Report. Indonesia melesat ke peringkat 64 dari 148 negara pada 2015, naik signifikan dari peringkat 76 di 2013 dari 144 negara, mengacu daya World Economic Forum (WEF).


Namun, meski sukses menduduki peringkat yang lumayan baik, perkembangan teknologi informasi Indonesia masih dapat dinaikkan dengan penyediaan infrastruktur yang lebih mumpuni. 

"Indonesia memerlukan usaha kolektif dari sekian banyak  pihak, tak terbatas melulu pada pemerintah saja. Di era digital seperti ketika ini, inklusi, efisiensi, dan inovasi paling dibutuhkan supaya teknologi informasi dan komunikasi Indonesia bisa terus bertambah kualitasnya," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah Indonesia terus menambah pelayanan teknologi komunikasi dan informasi untuk pemakai internet di Indonesia yang menjangkau 143,26 juta jiwa atau sebesar 54,7% dari total warga Indonesia, sedangkan penetrasi gawai (telepon genggam/tablet) menjangkau 50,1% pada 2017.

Hingga 2019, data Kementerian Komunikasi dan Informatika mengindikasikan progres signifikan berhubungan teknologi informasi dan komunikasi Indonesia. Perkembangan tersebut di antaranya terdapat 478 dari total 514 kabupaten/kota telah terjangkau Palapa Ring, dan 1086 Base Tranceiver Stations (BTS) telah tersebar di lokasi perbatasan dan tertinggal.

Selain tersebut ada 4.111 akses internet untuk sekolah, kemudahan kesehatan, dan kantor-kantor perkotaan, sampai penyediaan 150 Gbps (gigabyte per second) High Throughput Satellite.

"Tidak bisa dipungkiri, teknologi informasi mesti menjadi di antara prioritas pembangunan," katanya.

"Digitalisasi pun membantu Indonesia guna menerapkan kepandaian yang lebih tepat dan akurat dengan memakai data valid yang tersedia melewati One Data Indonesia yang borongan operasionalnya memakai teknologi informasi dan komunikasi," tegas lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar