Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Wireless - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 31 Mei 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Wireless

Teknisi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) melakukan pemeliharaan perangkat pada menara Base Transceiver Station (BTS) di kawasan Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (15/4/2019). - Bisnis/Rachman



XL Terbuka Untuk Memanfaatkan Teknologi LPWA 

Perkembangan Teknologi | PT XL Axiata Tbk. tersingkap untuk mengembangkan layanan internet of things memanfaatkan teknologi low power wide lokasi (LPWA) di distrik yang belum tercapai oleh jaringan 4G XL.

Bisnis layanan penyelesaian internet of things di Indonesia menginjak tahapan komersial sesudah pemerintah mengeluarkan aturan pemakaian frekuensi dan standar perangkat.


Secara garis besar, terdapat dua jenis teknologi internet of things (IoT) yang sekarang tersedia untuk sekian banyak  macam faedah dan jenis bisnis yakni narrow band IoT (NB-IoT) dan low power wide lokasi (LPWA). Teknologi NB-IoT memanfaatkan frekuensi yang dikuasai oleh operator seluler, sementara teknologi LPWA memanfaatkan frekuensi yang dapat digunakan bareng (unlicensed) di rentang 920 MHz—923 MHz.

Group Head Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih menuliskan sejauh ini perseroan mengoptimalkan potensi layanan NB-IoT pada jaringan 4G XL di semua Indonesia. Meskipun demikian, dia menyatakan tidak menutup bisa jadi untuk memanfaatkan teknologi LPWA nonseluler guna daerah-daerah beda yang belum tercapai jaringan XL.


“Pemanfaatan teknologi LPWA baik secara berdikari maupun berkolaborasi dengan pelaksana nonseluler lainnya,” kata Ayu untuk Bisnis, sejumlah waktu lalu.

Ayu menambahkan dengan keluarnya regulasi tentang izin frekuensi dan perangkat, industri IoT ditebak akan tumbuh positif pada tahun ini. Dia menuliskan Perdirjen SDPPA nomor 2, 3 dan 4 tahun 2019 mengenai Persyaratan Teknis Alat/ Atau Perangkat Telekomunikasi Wireless Local Area Network (WLAN), Low Power Wide Area (LPWA) dan Dedicated Short Range Communication (DSRC) bakal menjadi pintu masuk pertumbuhan layanan IoT di Indonesia baik melewati jaringan seluler maupun non seluler.

Ayu berasumsi peraturan ini bakal menstimulus tidak sedikit pemangku kepentingan guna mengembangkan layanan di sekian banyak  sektor industri khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“IoT akan menambah produktivitas suatu produk proses bisnis pada UMKM sampai-sampai pada perkembangannya akan dominan  positif terhadap digital ekonomi dan industri 4.0,” kata Ayu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar