Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Hasil Pertanian - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Kamis, 16 Mei 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Hasil Pertanian

Pola Pendidikan Teringratif yang Diterapkan di Korea Selatan

Google Image : 

Perkembangan Teknologi - STEAM adalah singkatan dari (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics), yaitu pola edukasi teringratif yang diterapkan di Korea Selatan.

Pola edukasi ini sebenarnya dimulai dari suatu pemikiran mengefektifkan eksistensi pendidikan untuk anak-anak di korea yang tadinya hanya datang ke sekolah dengan duduk, membaca, diajari oleh guru dan menemukan nilai yang diserahkan oleh guru. Pola laksana itu, ternyata dinilai tidak cukup mempunyai makna substantif untuk sebuah edukasi pada tahun 2006 lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, maka muncul usulan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) tanpa art. Targat yang hendak dicapai ialah bagaimana mengelola sumbar daya alam (SDA) dan sumber daya insan (SDM) di korea berlangsung dan seiring dengan perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0.

Berawal dari pengelola lahan pertanian yang tradisional menjadi teknologi pertanian, petani tradisional menjadi petani yang memanfaatkan teknologi pertanian, hingga pada pengelolaan pertanian yang semula tradisional menjadi terdapat teknologi pengelolaan pertanian, hingga akhirnya pertanian di Korea memanfaat Informasi Teknologi, SDM yang handal teknologi dan pengelolaan pertanian yang memanfaat teknologi sebagai pendorong pertanian.

Disamping tersebut ada penelitian bahwa suatu saat nanti bakal ada selama 70 persen kegiatan yang telah tidak perlu lagi tenaga manusia sebab digantikan oleh mesin. Namun disisi yang lain insan harus tetap survive guna tidak dapat digantikan oleh mesin, sehingga memerlukan sebuah pemikiran yang dapat menolong pemeritah supaya revolusi industri 4.0 tetap berlangsung dan insan tetap dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kapasitas yang dipunyai oleh insan sesuai dengan SDM-nya.

Agar insan dapat bertahan dengan revolusi industri 4.0 ini, maka terdapat 3 (tiga) hal yang mesti dilaksanakan yakni merevolusi bidang pendidikan, sebab pendidikan adalahsumber dari dari penguatan sumber daya insan yang handal. 

Ketiga urusan itu adalah: 
(1). Kreatifitas dan kooperatif dengan mengedepan problem solving, 
(2). Interconection antarsesama dan guna semuanya, 
(3).Human Networking/menjaga hubungan yang baik antarsemuanya

Gambaran STEAM di Korea Selatan

Praktisi edukasi korea unsur selatan memberikan cerminan bahwa masa mendatang suatu bangsa bakal ditentukan oleh seberapa besar nilai kreatifitas dalam mengimpikan, sebab mimpi yang diangankan bakal menjadi masa mendatang yang seharusnya dari seatu bangsa. Konsep STEAM di korea unsur selatan paling tidak terdapat 3 (tiga).

Namun di korea unsur selatan di tambah satu yaitu menjadi 4 (empat), yaitu (1). Kualitas jaringan/Network Quality, (2). Mutu Sosial/Sosial Quality, (3). Kualitas Keahlian /Profesional Quality, kemudian (4). Kreatifitas yang Berkualitas/Creatifity Quality.

Jika pembelajaran dalam pendidikan mengindikasikan sebuah kreatifitas yang tinggi maka mimpi dan cita-cita guna menjadi bangsa dan negara yang maju bakal tercapai cocok yang diharapkan, sebab pendidikan adalahkekuatan guna menopang sumber daya insan yang handal.

Kreatifitas dalam edukasi akan terjadi, bilamana paling tidak diterapkan dalam dua hal yaitu (1) kreatifitas dalam pembelajaran dan (2) kreatifitas dalam pengelolaan dan managejen sekolah. Dan dua urusan inilah yang memberdakan antara edukasi dulu dan kini di korea selatan.

Pendididkan zaman dulu melulu berkutat pada pada guru sebagai pemberi informasi dan teks book, tetapi saat ini telah bergeser pada guru sebagai fasilitator yang tidak bergantung pada teks book learning dan diperbanyak lagi dengan creatifity learning, sampai-sampai kunci berhasil dalam STEAM dalam dunia di Korea Selatan bergantungpada adventure, emosional dan attitude dan lain-lain.

Setidaknya terdapat 2 (dua) urusan yang dapat menjadikan STEAM dalam edukasi itu dapat sukses yakni, Pertama, pelaku edukasi dapat mengeksplorasi edukasi dengan sebaik-baiknya masing-masing saat. Kedua, memotifasi guru dan tenaga kependidikan supaya tidak berkutat pada cara-cara dan model lama yang mengedepankan teks book learning.

Ketika kreatif tersebut adalahkunci utama dalam keberhasilan pembelajaran di sekolah, disamping sejumlah hal yang bisa menjadikan guru kreatif sebagai berikut:

1).Harus mempunyai insting yang powerful untuk menggali tahu mengenai sesuatu yang dipelajari dan terus menggali supaya apa yang dipelajari sungguh-sungguh tereksplor dengan baik untuk peserta didik.

2). Penguasaan art dan science mesti seimbang, sebab dua urusan tersebut akan menopang dan menimbulkan kreatifitas yang tinggi.

3).Adanya multi komunikasi/komunikasi menyeluruh, ini dirasakan penting sebab untuk menambah mutu dan kualitas edukasi ditentukan oelh pendidik yang menguasai dibidang sosial, teknologi, art dan sains.

4). Break out teknologi yang lama supaya selalu update dalam mengerjakan pembelajaran dan pengelolaan di sekolah.

5). Menggabungkan dan bahkan memadukan teknologi lama dengan yang baru, supaya memperoleh hasil yang karya teknologi yang inovatif

Diawali dari sebuah penelitian tentang edukasi di Korea Selatan, dilafalkan bahwa, edukasi di negera ini memerlukan kreatifitas, supaya manusia tidak tergeser oleh mesin dan sejenisnya, sampai-sampai penerapan STEAM dengan ciri kreatifitas ini menjadi keharusnya yang jangan ditunda lagi.

Meskipun program ini berkiblat pada Amerika dengan STEM tanpa art, tetapi paling tidak Korea Selatan mencoba membina kreatifitas dalam progran ini dan menambahkannya dengan art, dan art berikut yang memisahkan dengan di STEM di Amerika. Titik tekan art dan kreatifitas berikut yang menjadi ciri yang sebetulnya keberhasilan edukasi di korea selatan.

Dalam penerapan STEAM dalam pembelajaran tidak mewajibkan kelima urusan dalam STEAM itu dilaksanakan setiap pembelajaran, namun dapat saja melulu ada sains dan matematika atau engenering dan teknologi atau bahkan art saja, supaya apa yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran optimal dan nampak kreatifitasnya dalam pembelajaran, sebab belajar di korea unsur selatan itu ialah bekerja sama dan bersenang-senang, tidak pada teks book saja.Di bawah ini dicerminkan frame work STEAM dalam pembelajaran sebagai berikut:

Berangkat frame work STEAM diatas bakal menculkan (1) rasa hendak tahu terhadap satu masalah (penasaran) dalam pembelajaran, (2) ketertarikan untuk mengerjakan pembelajaran dan belajar dengan baik dan ke-(3) bakal dapat menuntaskan permasalah yang terjadi.

Dari ketiga urusan tadi itulah sebetulnya kreatifitas, sampai-sampai kesimpulannya STEAM itu dapat sukses bilamana ada kreatifitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar