Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Abad Ke 20 - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 12 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Abad Ke 20

Ilustrasi Industri 4.0



Sejarah Revolusi Industri Dari Dulu Hingga Kini 

Perkembangan TeknologiRevolusi industri 4.0 menjadi ulasan pada debat capres Minggu (17/02/2019) malam kemarin. Meski lumayan populer, tidak sedikit masyarakat yang masih bingung mengenai revolusi industri 4.0 ini. Salah satu pertanyaan yang cukup tidak sedikit menyita perhatian ialah sejarah dari revolusi industri 1.0 sampai 4.0. Melansir dari di antara laman sekolah vokasi Universitas Gadjah Mada, istilah revolusi industri sendiri merujuk pada evolusi yang terjadi pada insan dalam mengerjakan proses produksinya.

Revolusi Industri 1.0 

Istilah ini kesatu kali hadir sekitar tahun 1750-an. Tahun-tahun tersebutlah yang tidak jarang disebut masa revolusi industri 1.0. Pada masa tersebut, terjadi evolusi secara besarbesaran dalam bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi, dan teknologi. Revolusi berawal ketika mesin bertenaga air dan uap dikembangkan untuk menolong pekerja. 

Mesin-mesin tersebut menggantikan tenaga insan dan fauna untuk meningkatkan keterampilan produksi. Perubahan ini memiliki akibat besar terhadap situasi ekonomi, sosial, dan kebiasaan dunia. Sejarah bahkan mencatat, revolusi ini sukses menaikkan perekonomian dunia sekitar dua abad berikutnya. 

Revolusi Industri 2.0 


Dua abad sesudah revolusi industri 1.0, atau tepatnya pada akhir abad ke-19 hingga mula abad ke-20, terjadi revolusi industri 2.0. Merangkum dari laman APICS.org, pada masa tersebut, listrik mulai menggantikan tenaga air dan uap sebagai sumber daya utama. Listrik dirasakan lebih mudah dipakai untuk mesin dibanding dua sumber daya sebelumnya. Penemuan listrik dan motor pembakaran dalam (combustionchamber) merangsang kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang, dan lain-lain. Periode ini pun memicu pertumbuhan sejumlah program manaheman yang menambah efisiensi dan efektivitas kemudahan manufaktur. Hasilnya, penambahan produktivitas berkali lipat.

Revolusi Industri 3.0 

Perkembangan Teknologi | Kemunculan teknologi digital dan internet menandainya dimulainya revolusi industri 3.0. Sekitar akhir abad ke-20, penemuan dan penciptaan perangkat elektronik memungkinkan otomatisasi mesin secara lebih penuh. Periode ini mencetuskan perangkat empuk untuk memanfaatkan perlengkapan keras elektronik. Dalam pandangan sosiolog Inggris David Harvey, revolusi industri 3.0 atau pun disebut revolusi digital ialah prose pemampatan ruang dan waktu. 

Artinya, masa-masa dan ruang bukan lagi berjarak. Revolusi ini pun mengganti pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Praktik bisnis juga berubah mengekor revolusi ini. Apalagi saat tersebut tekanan guna mengurangi ongkos cukup kuat. 


Akibatnya, produsen mulai memilih mesin ketimbang manusia. Tak melulu itu, produsen pun mulai mengalihkan pabrik-pabriknya ke negara berbiaya rendah. Semuanya bertujuan guna menekan ongkos produksi namun tetap mengerjakan reproduksi secara besar-besaran. 

Revolusi Industri 4.0 

Pada revolusi industri generasi 4.0, insan telah mengejar pola baru saat disruptif teknologi (disruptivetechnology) muncul begitu cepat dan mengancam eksistensi perusahaan-perusahaan yang sudah berjaya bertahun-tahun. Sejarah telah menulis bahwa revolusi industri ini telah tidak sedikit menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa. Ukuran perusahaan bukan lagi menjadi jaminan. Kelincahan semua pengusaha dituntut dalam urusan ini, terutama sebab hubungan internet of things (IOT) dan kiat manufaktur memungkinkan sistem guna berbagi informasi, menganalisisnya, dan menggunakannya sebagai perbuatan cerdas. Perkembangan teknologi baru sudah menjadi pendorong utama pergerakan mengarah ke revolusi industri 4.0 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar