Perkembangan Teknologi | Islam dan Perkembangan Teknologi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 19 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Islam dan Perkembangan Teknologi

Perkembangan Teknologi dan Sosial Media Sudah Tidak Bisa Dihindari


Hasil gambar untuk perkembangan sosial media


Islam dan Perkembangan Teknologi | Pengamat Media Sosial, Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, mengakui bahwa, perkembangan teknologi melewati dunia maya (internet) dewasa ini tidak dapat dihindari.

Dimana proses perkembangan teknologi tersebut kurvanya ingin sangat cepat dan paling tinggi. Perspektifnya pun pun balance, bahwa terdapat hal-hal positif dan terdapat hal-hal yang negatf. 

“Teknologi laksana internet, medsos kini ini dapat dikatakan menjadi pasar bebas ide. Siapapun dengan kemauan ataupun tujuan, baik negatif dan positif dapat masuk di situ untuk menjual ide-ide mereka. Ini menjadi permasalahan yang serius bila seandainya gagasan yang ditawarkan itu ialah ide-ide mengenai kekerasan atas nama agama, pelanggaran HAM ataupun mengenai terorisme dan segala macamnya. Sementara literasi digital di masyarakat sendiri paling pelan," ungkap Dr. Rulli Nasrullah, M.Si, Selasa (18/6/2019).


Pria yang pun dosen Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengatakan, kehadiran teknologi dan medsos kini ini ingin bebas tanpa batasan geografis, sampai-sampai target penjualan ide-ide di pasar bebas virtual ini siapa pun dapat dapat. Yang menjadi masalah ialah ketika yang menjual gagasan itu ialah orang yang ‘ahli’ guna mengacaukan benak seseorang atau kemauan negatif lainnya. Dimana mereka pun akan mempelajari psikologi semua pemakai digital.

“Dimana mereka akan menyaksikan para netizen ini statusnya laksana apa, teman-temannya laksana apa. Jadi teknik masuknya tersebut seperti rekan biasa yang telah akrab dengan segala macam dicocokkan dengan kemauan netizen laksana apa. Maka nanti pelan-pelan ide-ide negatif tersebut akan dimasukkin ke situ. Nah tersebut yang menjadi persoalan,” kata lelaki kelahiran Bandung, 18 Maret 1975 ini. 

Menurutnya, pemakai medsos mesti dapat menahan diri andai memperoleh informasi yang didapat dari medsos. Karena saat bermain di medsos, terdapat satu kalimat yang tidak jarang dikatakannya dengan sebutan Berhenti Sejenak.


“Berhenti Sejenak di sini dengan kata lain adalah, saat kita menerima suatu informasi maka anda harus berhenti dulu sejenak guna berfikir jernih. Jangan buru-buru ditelan, tidak boleh buru-buru di share dan juga tidak boleh buru-buru dinyatakan sebagai suatu kebenaran ataupun sebagai suatu kesalahan," ungkap lelaki yang pun Pengurus Pusat Forum Dosen Indonesia bidang Publikasi ini.

Untuk itulah menurutnya butuh ada upaya bareng untuk menyuruh para nitizen ini menggelorakan motivasi persatuan dan kesatuan di Medsos dengan menggandakan konten positif di medsos. Karena medsos ini merupakan

pasar ide. Artinya saat orang-orang baik, orang yang punya ilmu atau orang yang punya latar belakang edukasi ataupun empiris di lapangan andai tidak bermain di medsos, maka pasar gagasan ini bakal kalah dengan konten-konten yang negatif.


“Apa yang dilaksanakan pemerintah dengan memblokir, men-Take Down konten negatif, itu ialah suatu tahapan yang benar. Sangat benar saat orang tua, membatasi software yang mempunyai konten konten yang dapat diakses oleh anaknya. Tetapi saat orang-orang baik, siapapun mereka saat dia tidak bermain di medsos dan pun tidak masuk ke dalam pasar bebas gagasan seperti ini, maka kontennya bakal kalah. Bagi itulah semua pemakai medsos mesti memperbanyak membuat counter konten,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar