Perkembangan Teknologi | Kemajuan dan Perkembangan Teknologi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 19 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Kemajuan dan Perkembangan Teknologi

Perkembangan Teknologi Bantu Anak Muda Berkreasi




Kemajuan dan Perkembangan Teknologi | Teknologi sudah mengubah teknik kita dalam menjalani hidup, terutama semua anak muda.

Sebuah survei teranyar dari Kaspersky mengejar bahwa lebih dari sepertiga (35%) orang-orang yang berusia 55-an ke atas mengalami kendala dalam menghadapi kendala teknologi bila tersebut tidak ditolong oleh anak-anak mereka. Akibatnya, anak-anak ini mempunyai ‘kewajiban’ untuk menolong orang-orang yang lebih tua dan gaptek mengatasi sekian banyak  permasalahan yang sehubungan dengan teknologi laksana pengoperasian komputer, pemakaian smartphone, dan komunikasi internet.


Anda barangkali sering mendengar sekian banyak  pertanyaan seperti, “bisakah Kamu membetulkan komputer?, bagaimana teknik mencari gambar di internet, bagaimana mengerjakan panggilan video di smartphone?” dibuang orang tua untuk anak atau orang yang lebih muda. Sering dirasakan biasa, tetapi jika dilaksanakan terus menerus menjadi beban untuk mereka.

Di satu sisi, anak-anak milenial ini sedang melakukan sekian banyak  upaya untuk menambah taraf hidupnya. Memulai startup, memiliki mimpi membeli apartemen, membina rumah tangga, dan menambah karir mereka.

Adanya sekian banyak  permintaan dan tuntutan family yang bersangkutan dengan ketidakmampuan anggota yang lebih tua dalam mengetahui perkembangan teknologi dapat membuat mereka terganggu.


Tuntutan dari anggota family yang kewalahan terhadap teknologi dan permintaan konsultasi cuma-cuma terkadang sudah melalui batas terlampau jauh. Sejauh ini lebih dari separuh milenial (55%) merasa berkewajiban guna memberikan sokongan teknis cocok permintaan kerabat lebih tua, seperempat (25%) menuliskan bahwa mereka secara aktif menghindari anggota family yang mereka pikir bakal meminta bantuan.



Dengan separuh (52%) orang yang berusia 55 tahun ke atas menyatakan mereka tidak mempunyai pengetahuan mengenai teknologi, empat dari sepuluh (41%) bakal menelepon anak-anak mereka atau anggota family muda lainnya guna mendapatkan tuntunan teknologi jarak jauh.


Sementara itu, 18% orang tua sudah kehilangan sokongan teknis dari anak-anak mereka. Akibatnya, demi memenuhi keperluan mereka dalam mendapatkan pertolongan teknologi, 15% dari orang-orang yang berusia 55 ke atas ini rela memberi imbalan anggota family yang lebih muda ini supaya membantu mereka.


“Tidak seluruh orang tumbuh dengan teknologi - dan oleh karena tersebut generasi yang lebih tua barangkali merasa tidak nyaman menggunakannya layaknya milenial, atau mereka yang berpengalaman dalam teknologi. Tetapi kami hendak semua orang merasakan peluang yang bisa dan mampu dilaksanakan oleh teknologi dalam kehidupan. Kami berkomitmen guna memberdayakan seluruh orang dengan informasi guna melakukannya. Pengetahuan yang tepat bakal memungkinkan pemakai dari segala usia guna dapat melakukan kegiatan online mereka dengan percaya diri dan energik menyambut masa depan” kata Alexander Moiseev, Chief Business Officer, Kaspersky.

Ketergantungan yang berlebihan pada kaum milenial guna menjadi pahlawan dalam sokongan teknologi bahkan memprovokasi hubungan keluarga, sampai kebiasaan mereka dalam menyerahkan hadiah. Hampir sepertiga (30%) menghindari melakukan pembelian hadiah berupa teknologi untuk anggota family yang lebih tua, sebab tahu bahwa merekalah yang nanti bakal repot.

“Kemajuan mengharukan teknologi mulai dari dalam mobil, kantor, dan lingkungan sosial sudah menantang seluruh generasi guna terus belajar teknik memanfaatkannya. Mereka yang sedang di paruh kedua kehidupan mengejar perubahan yang spektakuler dan biasanya takut ditipu, diekspos atau ketakutan bakal menjadi target dari perubahan spektakuler tersebut, dan biasanya milenial lah yang darurat datang guna menyelamatkan. Dipersenjatai dengan pengetahuan, millenial dirasakan tidak mempunyai masalah berarti dalam teknologi dan tidak banyak lebih terbelenggu pada inner Bill Gates,” tambah Kathleen Saxton, psikoterapis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar