Perkembangan Teknologi | Makalah Perkembangan Teknologi Informasi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Kamis, 13 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Makalah Perkembangan Teknologi Informasi

Hasil gambar untuk bluetooth



Akurasi Bluetooth Menjadi Jauh Lebih Baik

Perkembangan Teknologi | Pada mula tahun 2017, dunia gawai mulai dimeriahkan dengan hadirnya versi baru dari teknologi nirkabel Bluetooth. Keutamaannya, cakupan lebih luas.


Bluetooth versi 5 memiliki cakupan lebih jauh, konsumsi daya lebih rendah, dan kecepatan yang lebih tinggi dari versi sebelumnya (versi 4.2). Di samping itu, dapat terhubung ke dua perlengkapan audio sekaligus.

Sekarang, organisasi yang mewadahi perkembangan teknologi Bluetooth, yaitu Special Interest Group (SIG) telah mengeluarkan informasi mengenai standar Bluetooth generasi baru, versi 5.1.

Jika pemakaian Bluetooth sangat sering dikaitkan dengan menghubungkan perangkat-perangkat periferal, sekarang bisa bermanfaat lebih canggih, salah satunya menghadirkan fitur penelusuran arah di versi baru ini.


"Dalam versi 5.1 dari Bluetooth Core Specification, Bluetooth menambahkan keterampilan pencarian arah opsional. Menggunakan fitur baru ini, perlengkapan Bluetooth bisa menilai arah sinyal yang sedang dikirim dari perlengkapan Bluetooth lain," tulis makalah yang diciptakan oleh Bluetooth SIG.

Hal ini memungkinkan sistem guna menilai tempat dengan toleransi tingkat kekeliruan akurasi hanya sejumlah sentimeter saja. Saat ini, sistem Bluetooth melacak tempat dengan mengukur kekuatan sinyalnya. Namun, keterampilan ini mempunyai kisaran akurasi yang rendah, dengan tingkat toleransi mulai dari satu sampai 10 meter.

Bluetooth 5.1 menawarkan dua metode bertolak belakang untuk menilai arah, kesatu mempunyai nama "Angle of Arrival" (AoA) dan kedua, "Angle of Departure" (AoD). Salah satu dari dua perlengkapan harus mempunyai antena lebih dari satu. Lalu, data yang diterima dari antena itu dapat dipakai untuk mengidentifikasi arah dari sinyal Bluetooth.


Meskipun masih belum jelas bagaimana pengaplikasiannya, dapat dianggap bahwa inovasi itu akan memungkinkan pemakai atau manufaktur perangkat mengerjakan sejumlah kontrol atas fitur itu ketika dipakai dalam perangkat.

Konsep IoT rumahan atau kerap dinamakan dengan nama smarthome, memiliki kelebihan dalam mengotomatisasi lampu, pendingin ruangan laksana AC, atau pembuat kopi. Namun, gawai-gawai tersebut tidak beraksi sesuai dengan perilaku umum pemakainya.

Hal ini sebab konsep smarthome lazimnya didasarkan pada jadwal dan perintah, serta ketidakmampuan mendeteksi kehadiran seseorang. Gawai-gawai smarthome tidak tahu tempat pasti pemakainya dan tidak memahami ruangan apa yang paling tidak sedikit dikunjungi, sehingga andai tidak terdapat dalam jadwal, tidak akan menunjukkan reaksi.


Solusinya sejauh ini ialah dengan inisiatif empunya melontarkan perintah ke pengeras suara pintar laksana Google Home.

Berdasarkan keterangan dari SIG, fitur baru mengenai tempat akan memainkan peran utama pada sistem navigasi dalam ruangan dan menggantikan pemosisian berbasis WLAN dalam jangka panjang. Penentuan posisi GPS pun dapat ditingkatkan, khususnya di tempat-tempat dengan penerimaan GPS yang buruk.

Jadi, misal, pemakai membawa ponsel pintar dan ponsel tersebut berteknologi Bluetooth 5.1, sistem penentuan posisi bisa mempunyai pendeteksian baik tentang tempat pemakai. Kemampuan ini dapat dipakai untuk menambah navigasi di dalam ruangan, contohnya mengejar kunci yang hilang atau menggiatkan perangkat IoT di lokasi tinggal untuk menilai tempat pemakai dengan lebih baik.


Kelemahan dari cerminan konsep pemanfaatan fitur baru Bluetooth 5.1 ialah pemakai wajib membawa selalu ponsel pintarnya untuk menciptakan semuanya bekerja dengan baik. Jika pemakai tidak membawa ponsel pintar, smarthome tidak bakal tahu di mana ia berada.

Di samping itu, dengan akurasi yang lebih baik, dapat saja teknologi ini disalahgunakan oleh perusahaan teknologi guna melacak orang-orang.

GPS, teknologi yang sering dipakai untuk pelacakan skala besar di distrik geografis yang luas, populer di kalangan perusahaan teknologi laksana Google dan Facebook. Teknologi ini dimanfaatkan secara luas oleh mereka guna melacak semua pemakainya.

Fitur baru di Bluetooth 5.1 lainnya ialah Generic Attributes (GATT) yang dioptimalkan untuk menjangkau pemasangan koneksi yang lebih cepat dan kecepatan transmisi yang lebih tinggi. Kemudian, terdapat fitur Random Channel Index yang dinaikkan untuk menangkal paket data "bertabrakan" sekitar transmisi, yang dapat mengakibatkan gangguan atau pemutusan koneksi.

Paran developer sudah dapat mengubah Bluetooth Core Specification versi 5.1, namun belum jelas kapan teknologi baru ini bisa dinikmati pemakai awam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar