Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 5 Tahun Kedepan - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 10 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 5 Tahun Kedepan

Hasil gambar untuk Bagaimana Raksasa Teknologi Huawei Secara Tak Terduga Menguasai Dunia



Kemampuan Mengejutkan Huawei Untuk Melakukan Terobosan

Perkembangan Teknologi | Satu dasawarsa lalu, tahun 2009, raksasa telepon Swedia Teliasonera tengah bersiap membina salah satu jaringan nirkabel generasi keempat kesatu di dunia di sejumlah kota sangat penting di Skandinavia, yang pun paling cerdas secara teknologi. Untuk Oslo di Norwegia, Teliasonera menciptakan pilihan berani dan tak terduga melewati siapa yang bakal membangunnya: Huawei, suatu perusahaan China dengan tidak banyak kehadiran di luar China dan sebanyak pasar negara berkembang lainnya.


Pada tahun yang sama, Huawei menemukan kontrak yang lebih banyak dan lebih tak tersangka untuk membina kembali dan mengubah jaringan telepon seluler Norwegia, yang kesatu kali di bina oleh pembawa standar global: Ericsson dari Swedia dan Nokia dari Finlandia. Perusahaan pemula China akhirnya menuntaskan pertukaran jaringan sangat ambisius di dunia lebih cepat dari jadwal dan di bawah perkiraan semula.

Bagi tidak sedikit pihak di industri nirkabel, itu ialah saat yang tepat untuk Huawei dan untuk China. Huawei tidak lagi sekadar upaya pengejaran China dalam meraup pangsa pasar berkat pemotongan harga atau berkembangnya kekayaan intelektual yang sudah dicuri. Tiba-tiba Huawei mempunyai teknologi mutakhir dan menyingkirkan raksasa Eropa yang telah mapan laksana Ericsson dan Nokia di distrik mereka sendiri.


“Untuk kesatu kalinya, orang-orang menyadari bahwa Huawei tidak saja pilihan yang murah namun dapat berlomba dalam urusan kualitas dan harga,” kata Dexter Thillien, seorang analis telekomunikasi di Fitch Solutions.

Saat ini, dalam waktu tidak cukup dari satu dasawarsa sejak ketika itu, diperkirakan sebagian berkat sokongan miliaran dolar dari pemerintah China, Huawei kepunyaan swasta sudah menjadi perusahaan perlengkapan telekomunikasi terbesar di dunia, dengan tahun 2018 membukukan penghasilan lebih dari US $ 107 miliar dari operasional di 170 negara.

Lebih urgen lagi, Huawei, dalam tidak sedikit hal, memimpin kompetisi untuk mengembangkan di antara teknologi sangat penting di dunia modern: telepon seluler generasi kelima. Tidak seperti sekian banyak  pendahulunya, yang melulu menawarkan konsumen keterampilan untuk mengirim teks, lantas menjelajahi internet di ponsel mereka, dan akhirnya guna streaming video, 5G menjanjikan revolusi semua ekonomi global.

Mungkin guna kesatu kalinya dalam sejarah canggih China, pangsa pasar dan kemampuan teknologi Huawei yang terus meningkat menanam kampiun pemerintah China itu dalam posisi guna mendominasi teknologi generasi selanjutnya. 5G bakal menawarkan kecepatan data yang jauh lebih cepat daripada teknologi seluler ketika ini, yang paling penting untuk konsumen. Tetapi 5G pun akan menjadi teknologi yang meyakinkan supaya kecerdasan buatan bermanfaat tanpa gangguan, mobil tanpa pengemudi (driverless car) tidak merasakan kecelakaan, mesin di pabrik otomatis bisa berkomunikasi dengan sempurna secara real time di semua dunia, dan nyaris setiap perlengkapan di bumi bakal dihubungkan bersama.

Sederhananya, 5G bakal menjadi sistem saraf pusat ekonomi abad ke-21. Jika Huawei terus maju, China (alih-alih Amerika) bakal berada dalam posisi sangat baik guna mendominasinya.

Kemampuan mengejutkan Huawei untuk mengerjakan terobosan, yang sampai kini menjadi benteng khusus negara maju, telah mengantarkan gelombang kejut tidak melulu melalui industri tetapi pun melalui negara-negara Barat. Keberhasilannya telah mengolah Huawei menjadi target untuk pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang memperingatkan bahwa peran perusahaan itu yang semakin besar dalam jaringan telekomunikasi global bisa memungkinkan China untuk memakai kendali atas digital plumbing dunia guna memata-matai negara-negara pesaing atau menculik rahasia komersil mereka.

“5G pulang menjadi medan peperangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China,” kata Tim Ruhlig dari Swedish Institute of International Affairs, yang menganalisis teknologi 5G.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan kunci yang tetap tidak terjawab: Kepada siapa Huawei sebetulnya bekerja? Meski membanggakan diri sebagai perusahaan swasta, Huawei didirikan tahun 1987 oleh Ren Zhengfei, seorang veteran teknisi korps Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Militer China adalahpelanggan mula dan penting untuk perusahaan tersebut ketika masih baru.

Akhir bulan Mei 2019, suatu laporan kritis oleh pengawas 5G Inggris pun menimbulkan kekhawatiran bahwa Huawei barangkali terbukti menjadi kuda Troya berteknologi tinggi. Laporan tersebut memutuskan bahwa “cacat mendasar” menciptakan perangkat empuk dan sistem ketenteraman siber perusahaan terbuka untuk peretas, memunculkan masalah ketenteraman “signifikan.”

Meski demikian, laporan tersebut terutama menyalahkan rekayasa sembrono dan tidak mengejar bukti bahwa kerentanan sudah disebab arahan pihak berwenang China. Laporan tersebut juga sudah berhenti menggagas larangan atas Huawei.

Pemerintahan Trump, yang sudah seringkali sukses mengasingkan sekutu-sekutunya semenjak lama, makin goyah dalam kampanye globalnya guna mengisolasi Huawei. Meski sejumlah sekutu Amerika Serikat, laksana Australia dan Jepang, telah mengekor jejak AS dan sudah tidak mengizinkan teknologi Huawei, tidak sedikit negara sekutu beda masih mempertimbangkannya. Inggris, laksana Jerman, masih mempertimbangkan implikasi geopolitik dari pembelian perlengkapan Huawei.

Negara sekutu AS lainnya laksana Thailand dan Korea Selatan terus maju dan tidak mempedulikan Huawei mengenalkan proyek 5G. India, yang diinginkan Amerika Serikat dapat dipakai sebagai penyeimbang ke China, telah menampik seruan Amerika guna mengecualikan Huawei dari jaringannya.

Di balik seluruh kekhawatiran baru tentang kekuasaan Huawei yang tampaknya terjadi tiba-tiba ini ialah pertanyaan yang lebih sederhana: Bagaimana perusahaan swasta China yang simpel tersebut, yang bermula tiga dasawarsa lalu dengan mengimpor perlengkapan telekomunikasi dasar, hadir sebagai pelopor dari apa yang dapat dibilang sebagai di antara teknologi terpenting di dunia?

Tidak ada keterangan tunggal yang menyatakan keberhasilan atau kemampuan teknis terkini Huawei. Keuntungan ongkos telah tidak sedikit membantu, pasti saja. Demikian pula sokongan negara, perlindungan pemerintah dari pesaing asing, dan pasar lokal yang besar yang mengakibatkan pemasukan besar-besaran dan dengan cepat. Hampir tidak mungkin melulu kebetulan bahwa pendiri Huawei, Ren, ialah seorang veteran PLA, dengan pelanggan kesatu Huawei terbukti ialah Tentara Pembebasan Rakyat China.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar