Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Agribisnis - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 12 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Agribisnis

Hasil gambar untuk agribisnis



Meningkatnya Ekonomi Agribisnis Kab. Kutai Timur

Perkembangan Teknologi | Perekonomian di Kabupaten Kutai Timur pada 2018 yang kemudian dinilai merasakan peningkatan. Dilihat dari jumlah PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), penambahan pertumbuhan ekonomi, dengan migas 1,96 persen, tanpa migas 1,90 persen serta tanpa migas dan batubara sebesar 2,93 persen yang di dalamnya ada sektor pertanian.


Perekononomian Kutai Timur merasakan peningkatan yang lebih baik di bawah kepemimpinan Bupati Ismunadar, MT. Konsen utama dalam penulisan tulisan ini ialah meskipun perekonomian di Kutai Timur di kekuasaan oleh sektor migas dan batu bara, sektor pertanian tetap menyerahkan peran yang sangat urgen untuk peradaban perekonomian daerah, pembuatan lapangan kerja serta pemenuhan keperluan pangan masyarakat. Hal ini cocok dengan program Bupati Kutai unsur timur yaitu Gerbang Desa Madu (Gerakan Pembangunan Desa Mandiri Terpadu) di mana sektor pertanian didominasi oleh masyarakat pedesaan.

1. Kebijakan pertanian mesti lebih selektif dan inovatif guna mengembangkan potensi wilayah dan menambah daya saing produk pertanian


Salah satu arah kepandaian pembangunan pertanian yang tertera dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2015-2019 Kementerian Pertanian ialah meningkatkan kapasitas produksi melewati peningkatan produktivitas dan ekspansi areal pertanian. Peran ekosistem lokal paling nyata dalam menyusun dan menilai arah pekerjaan produktif kumpulan sosial yang sedang di dalamnya. Politik dari perspektif kepandaian adalahsuatu seni teknik suatu destinasi berkontribusi terhadap proses penyusunan dan pengamalan kebijakan. Kebijakan pertanian mesti lebih selektif dan inovatif guna mengembangkan potensi wilayah dan menambah daya saing produk pertanian.

2. Harga pangan sehubungan dengan harga minyak bumi

Dewasa ini harga pangan paling terikat dengan harga minyak bumi. Berdasarkan keterangan dari sejarah harga kedua komoditi tersebut tidak jarang kali terpisah, semenjak Amerika dapat mengkonversi biji-bijian menjadi ethanol maka harga pangan dunia menjadi terbelenggu dengan minyak bumi. Jika harga minyak bumi naik maka harga pangan ikut naik. Fenomena ini mendorong pemerintah guna dapat mengerjakan swasembada pangan. Sehingga keperluan pangan dapat diisi dari buatan dalam negeri. Upaya penambahan produksi pangan sudah tidak sedikit dilakukan, meskipun buatan meningkat pada prakteknya masih susah untuk mengerjakan swasembada disebabkan permintaan terhadap konsumsi pangan ikut meningkat, sampai-sampai tidak terjadi ekuilibrium antara supply dan demand.

3. Pengembangan sektor agribisnis akan menambah nilai tambah sektor pertanian

Kutai Timur mempunyai potensi pertanian yang paling besar. Pembangunan agribisnis berbasis ekologis dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan produk-produk yang didapatkan oleh distrik ekologis yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal sampai-sampai hal ini dapat membuat lapangan kerja baru. Dengan tidak sedikit pilihan usaha di sektor pertanian maka akan terbuat wilayah sentra agribisnis yang bervariasi dengan kelebihan komoditi tertentu. Hal ini akan memicu pertumbuhan ekonomi wilayah yang dominan  pada peningkatan penghasilan masyarakat. Pembangunan wilayah sangat ditentukan oleh potensi yang dipunyai sehingga kepandaian yang diciptakan pemerintah mengacu pada potensi wilayah yang mesti dikembangkan, terutama sektor pertanian. Pengembangan sektor agribisnis akan menambah nilai tambah sektor pertanian, yang pada hakikatnya dapat menambah pendapatan untuk pelaku agribisnis dan agroindustri. Perkembangan agribisnis dan agroindustri diinginkan mampu menambah pendapatan petani dan meminimalisir ketimpangan penghasilan masyarakat.

Agribisnis adalahsebuah sistem dari hulu sampai hilir. Sistem hulu ditafsirkan sebagai sektor penyedia input pertanian mulai dari benih, perangkat pertanian sampai obat-obatan, sub sistem on farm ditafsirkan sebagai pengolahan input menjadi output, mulai dari persiapan lahan, pengolahan hingga panen. Sub sistem pengolahan yaitu mengubah hasil panen menjadi produk separuh jadi atau produk jadi yang menghasilkan nilai tambah, sub sistem penyaluran atau pemasaran ditafsirkan sebagai distribusi produk ke konsumen dan yang tidak kalah penting ialah sub sistem penunjang mulai dari penyediaan kredit untuk petani, akses dan informasi pasar sampai kepandaian pemerintah yang menyokong pertanian.

4. Penerapan smart faming sesuai digunakan di distrik Kutim

Jika sub-sub sistem agribisnis terdapat pada sebuah wilayah, maka upaya pembangunan pertanian berbasis agribisnis bisa terealisasikan dengan baik. Di Kutai Timur nyaris semua sub sistem agribisnis tersedia, tetapi masih terdapat yang perlu dinaikkan misalnya penyediaan input buatan dan hal penunjang lainnya, tergolong pemasaran hasil pertanian serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) mesti mengayomi petani sebagai produsen dan petani mesti mendapat kepastian harga.

Menariknya, dengan revolusi industri 4.0, penerapan pertanian cerdas sangat cocok untuk diterapkan di Kutai Timur, karena Kutai Timur adalah daerah yang kaya akan sumber daya. Pertanian cerdas adalah pertanian berbasis teknologi yang dapat memberi petani akses ke sumber daya di sektor hulu dan hilir. Seperti halnya perusahaan baru di era millenary ini, semua anak muda mengambil keuntungan dari peluang menggunakan teknologi dan menunjuk ke sektor pertanian sebagai produk unggulan. Selain penggunaan teknologi, pertanian cerdas dapat dicapai dengan menambahkan sumber daya manusia yang berkualitas agar lebih kreatif dan inovatif, terutama untuk menangkap peluang dalam pertanian berbasis agribisnis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar