Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Android - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 12 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Android

Ini yang Buat Google & Facebook 'Putusin' Huawei
Foto: Huawei 5G (REUTERS/Jason Lee)



Apa yang Buat Google dan Facebook Putuskan Huawei

Perkembangan Teknologi | Raksasa teknologi China, Huawei Technologies sedang menghadapi masalah pelik. Satu per satu teman bisnis Huawei dari Amerika Serikat (AS) menangguhkan kerja sama.

Terbaru, Facebook Group. Perusahaan media sosial ini tidak mengizinkan Huawei secara otomatis meng-install software Facebook, WhatsApp, dan Instagram di dalam ponsel Huawei yang belum dipasarkan ke publik. Pengguna yang telah mempunyai Huawei ini masih dapat menggunakan software Facebook dan menemukan pembaruan.

Baca juga : Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Berdampak Buruk Terhadap Kehidupan Sosial Remaja

Sebelum Facebook, terdapat Google yang menyimpulkan kerja sama dengan Huawei. Google mengaku tidak akan mengantarkan update (pemutakhiran) ke ponsel Huawei. Google pun tidak bakal lagi melisensi sistem operasi Android yang sedang di ponsel Huawei.


Dampak dari kepandaian ini ialah para pemakai tidak dapat merasakan fitur-fitur baru Huawei dan bisa jadi ponsel mereka akan diisi bug sebab tidak diperbaharui.

Pangkal masalah ini ialah deklarasi terpaksa nasional atas ancaman terhadap teknologi AS. Deklarasi ini diterbitkan oleh Presiden Donald Trump pada pertengahan Mei 2019.

Langkah tersebut, dilaksanakan melalui perintah eksekutif, memberi wewenang untuk Menteri Perdagangan Wilbur Ross menutup transaksi dalam bidang teknologi informasi atau komunikasi yang "menimbulkan risiko ketenteraman nasional Amerika Serikat."

Baca juga : Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Storage 5 Tahun Terakhir

"Presiden Donald Trump menyokong keputusan itu, yang akan menangkal teknologi Amerika dipakai oleh entitas asing dengan teknik yang berpotensi merusak ketenteraman nasional AS atau kepentingan kepandaian luar negeri," kata Menteri Perdagangan Wilbur Ross dalam suatu pernyataan, laksana dikutip dari CNBC International, Kamis (16/5/2019).

Kementerian Perdagangan mengatakan tahapan itu dilaksanakan setelah Departemen Kehakiman AS mengeluarkan tuduhan terhadap Huawei pada Januari kemudian dan sejumlah entitas perusahaan yang dirasakan berkonspirasi untuk menyerahkan layanan finansial yang dilarang dilaksanakan ke Iran.
Kementerian Perdagangan menuliskan mempunyai dasar yang masuk akal untuk memutuskan bahwa Huawei "terlibat dalam pekerjaan yang berlawanan dengan ketenteraman nasional AS atau kepentingan kepandaian luar negeri" itu.

Menanggapi keputusan ini, Huawei menyatakan memberi batas raksasa teknologi China ini dalam berbisnis di AS tidak akan menciptakan AS semakin lebih aman atau lebih kuat.

"Ini melulu akan memberi batas AS ke sumber pilihan yang lebih murah dan menciptakan AS terbelakang dalam pengembangan 5G yang kesudahannya merugikan kepentingan perusahaan dan konsumen AS," jelas Huawei dalam pengakuan resminya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar