Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi CPU - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 17 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi CPU

Bukan Lagi Stereotipe Gamers Jaman Dulu



Hasil gambar untuk GAMER

Perkembangan Teknologi CPU | Industri gaming tumbuh menjadi di antara industri hiburan terbesar di dunia, gamers juga ikut berkembang hinhga di seluruh generasi dan seluruh bidang kehidupan. Bukan lagi stereotipe gamers jaman dulu: anak laki-laki yang kerasan di dalam kamar dan asik dengan perlengkapan gamingnya.


Karena pertumbuhan gamers inilah, perusahaan atau pihak-pihak yang bergerak di industri gaming perlu menyaksikan dan mengetahui siapakah gamers ketika ini. Dengan mengetahui siapa target pasarnya, dan keberagamannya, anda akan lebih dapat memahami teknik terhubung dengan keperluan mereka dan mereka dapat terus meng-upgrade sistemnya di masa depan.

Dalam penjelasan resmi yang diterima INDUSTRY.co.id Kamis, (13/6/2019) Lenovo mengerjakan riset pasar yang mendalam untuk menyaksikan siapakah gamers masa kini, terutama untuk pemain PC gaming, dan mengejar ada lima segmen gamers, antara lain:


Hardcore: Gamer yang telah bermain game sekitar 10 tahun lebih, dan bermain game demi passionnya. Biasanya usiany alebih muda dan konsentrasi untuk memainkan games dengan multiplayers. Bermain game ialah prioritas utama mereka dalam menggali hiburan.

Avid: Gamer yang bermain game sekitar 9 tahun atau lebih. Mirip dengan hardcore, namun avid gamer lebih tidak jarang bermain sendiri dan merasakan menonton streaming game. Mereka tidak begitu menyimak kualitas grafis sebagai prioritas.

Moderate: Gamer yang telah bermain game sekitar rata-rata 15 tahun. Mereka seringkali agak lebih tua dibanding dua grup sebelumnya. Mereka suka bermain game namun tidak senang menyaksikan online streaming.

Casual: Gamer yang telah bermain game sekitar rata-rata 16 tahun. Mereka suka memainkan single player game dan bermain ketika ada masa-masa luang saja.


Casual Costumizers: Gamer yang telah bermain game sekitar rata-rata 24 tahun. Grup ini telah tidak begitu tidak jarang bermain game dibanding grup lainnya, seringkali mempunyai PC gaming dan masih memahami komponen teranyar dan teknik membangun atau meng-upgrade PC nya.

Di antara lima grup ini, umur memainkan peran penting. Saat hal kerja dan family masuk ke aspek kehidupan, waktu terdapat untuk bermain game menjadi terbatas. Tapi hasrat guna bermain dan kemauan untuk mendapatkan empiris gaming yang terbaik masih tetap ada.

Jadi siapakah gamer yang baru ini? Dari lima segmen gamer ini, kita dapat lihat terdapat perbedaan dari seberapa tidak jarang mereka bermain, namun ada satu persamaan, yakni mereka hendak mendapatkan empiris gaming yang terbaik

Rata-rata gamer telah bermain sekitar bertahun-tahun. Dengan rata-rata 14 tahun, jelas mayoritas gamer ketika ini ialah usia dewasa, yang bermain game sebagai unsur dari rutinitas kehidupan dewasanya. Mereka mempunyai game sebagai di antara pilihan guna hiburannya

Secara rata-rata, gamer menguras 7.5 jam masing-masing minggu untuk bermain video game, dengan 28% gamer bermain lebih dari 10 jam tiap minggu. Gamer punya kehidupan di luar gaming. Genre game yang sangat terkenal ialah social/casual games dan first-person shooters. Genre mungkin bertolak belakang tergantung wilayah, contohnya di Cina, multiplayer online games dan multiplayer online battle arena games lebih tinggi peminatnya.

Untuk masa-masa bermain, mayoritas gamer memilih guna bermain di malam hari (69% dari total masa-masa seharian), sedangkan sisanya guna melakukan keharusan di pagi dan siang hari. Sebanyak 14% gamer menuliskan mereka dapat bermain kapan saja mereka mau, tapi beberapa besar menuliskan bahwa kegiatan (67%) dan family (56%) kadang menjadi penghalang untuk mereka guna bermain lebih sering.

Konten Gaming: Kreasi dan Konsumsi

Konten gaming sedang booming akhir-akhir ini, dengan semakin tidak sedikit konten live streaming di sekian banyak  saluran laksana YouTube. Lenovo mengejar bahwa beberapa gamer (45%) menyaksikan video orang beda bermain game.

YouTube ialah destinasi utama untuk menyaksikan video gaming (63%), sedangkan Twitch terdapat di urutan kedua (44%). Platform lain laksana Ustream (33%), Livestream (23%), dan Mixer (14%) terdapat di urutan berikutnya.

Tapi mereka tidak saja senang menyaksikan permainan game, mereka juga hendak menjadi kreator konten profesional. Ada selama 1/10 gamer yang memposting gameplay mereka di website sharing, seringkali dibagikan ke tiga platform berbeda.

Dari 11% yang suka share videonya, 54% men-sharenya di YouTube, 45% di Twitter, dan 41% di Facebook. Sebanyak 57% dari mereka ini membuat channel sendiri dan 91% sudah memonetisasi videonya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar