Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Farmasi - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 26 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Farmasi

ROBOPARK

TEMA KEGIATAN

Tema kegiatan kunjungan Robopark ini adalah “Make, Innovate, and Robotize in Industry 4.0.”

TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan kunjungan Robopark “Make, Innovate, and Robotize in Industry 4.0.” ini bertujuan untuk :
1. Menghadirkan informasi perkembangan digital, transformasi manufacturing, sosial, dan teknologi dalam era industri 4.0
2. Mewujudkan minat siswa terhadap teknologi dan robotika di zaman serba digital sekarang ini
3. Menghasilkan siswa yang cerdas dan berwawasan luas terhadap dunia teknologi dan robotika
4. Meningkatkan daya kreatifitas siswa dalam menghasilkan sebuah produk yang berguna bagi masyarakat dan bangsa
5. Memperoleh gambaran dan kesimpulan tentang sikap dan rencana siswa dalam menghadapi tantangan dalam era digital 4.0



------------------------------



Kemenperin Memproyeksikan Pertumbuhan Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Tembus 4,3% Sepanjang Tahun 2019 


Ilustrasi. Pabrik semen di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/9). Validnews/Agung Natanael.

Perkembangan Teknologi Farmasi | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memproyeksikan perkembangan Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) tembus 4,3% sepanjang tahun 2019 dikomparasikan perolehan tahun sebelumnya. Memasuki kuartal I-2019 menurut daftar Kemenperin, perkembangan sektor ini telah menjangkau 3,6%.

Target perkembangan IKFT guna tahun ini sebetulnya lebih rendah dari pertumbuhan kumpulan industri yang sebelumnya terdiri dari industri kimia, tekstil, dan ragam (IKTA) tahun 2017 yang dipatok sebesar 5,4%. Sementara tahun 2018 Kemenperin menargetkan sektor IKTA tumbuh 3-4%.


Merujuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal (Ditjen) IKTA Tahun 2017 pun, capaian laju pertumbuhan kumpulan industri ini ternyata tercatat melulu mampu menjebol angka 2,91%.

Direktur Industri Semen, Keramik, dan Pengolahan Bahan Galian Nonlogam Ditjen IKFT Kemenperin Adie Rochmanto mempercayai target perkembangan sektor ini bisa tercapai, didukung upaya pemerintah membuat iklim usaha yang kondusif di tanah air.

“Setelah pemilu, kegiatan industri manufaktur diinginkan akan kembali berlangsung normal,” kata Adie dalam penjelasan tertulisnya, Senin (10/6).

Dari sisi investasi, Kemenperin memproyeksikan kumpulan industri IKFT akan mendapat  suntikan dana Rp130 triliun pada tahun 2019. Target ini ditebak tercapai salah satunya dari industri kimia yaitu PT Lotte Chemical Indonesia yang menggelontorkan dana sebesar US$3,5 miliar guna menghasilkan naphtha cracker. Hal sama dilaksanakan PT Chandra Asri Petrochemical menyuntik dana sampai US$5,4 miliar untuk buatan naphtha cracker juga.

Pertumbuhan sektor IKFT pun, tutur Edie pun meliputi industri semen yang juga dipercayai tumbuh seiring dengan bertambahnya proyek infrastruktur yang masih massif dilaksanakan tahun ini.

“Dalam jangka panjang, industri semen bakal tetap tumbuh signifikan. Hal ini seiring gencarnya proyek infrastruktur dan pembangunan properti,” ujar Adie.


Ia bahkan melafalkan bahwa utilisasi industri semen tahun ini akan lebih baik dari tahun kemudian yang ditebak mencapai di atas 75%. Prediksi penambahan utilisasi ini didasari pada perhitungan potensi pasar dalam negeri dan ekspor yang Adie nilai terus berkembang.

“Kami bercita-cita membaiknya ekonomi anda pascapemilu ini setidak-tidaknya menyerahkan leverage untuk utilisasi kapasitas anda sekarang,” imbuhnya.

Adie menjelaskan, salah satu pilihan industri semen untuk menaikkan penjualannya tahun ini dengan menambah jumlah ekspor. Kemenperin juga menargetkan, ekspor semen dan klinker sepanjang tahun 2019 dapat mencapai 7 juta ton atau naik 24% dikomparasikan capaian ekspor tahun 2018 yang jumlahnya 5,64 juta ton.

Meski program pembangunan massif dilaksanakan pada pemerintahan Joko Widodo, nyatanya pasar semen dalam negeri saat ini tengah mengalami keunggulan pasokan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meyebutkan, kapasitas buatan industri semen terintegrasi di domestik mencapai 109,9 juta ton per tahun. Sementara konsumsi pada tahun 2018 melulu sekitar 69,6 juta ton.

“Industri semen di domestik memang kondisinya sedang over capacity. Dahulu perkembangan permintaan semen memang tinggi, sampai-sampai investor berlomba-lomba menciptakan pabrik dan investasi tetapi dalam perjalanannya perkembangan tidak sebesar yang diduga sehingga ketika ini terjadi over capacity," jelas Airlangga.

Ia juga menegaskan, Kemenperin pun masih berupaya mendorong penambahan konsumsi semen di pasar dalam negeri melalui sejumlah peluang proyek yang sedang berjalan. Terutama proyek-proyek pembangunan yang diinisiasi pemerintah, laksana program pembangunan infrastruktur jalan, properti, dan manufaktur.

Langkah lainnya, ujar Airlangga, Kemenperin mengarahkan untuk industri penggilingan semen (grinding plant) di domestik untuk menyerap klinker buatan lokal. Upaya ini dilakukan supaya produk impor serupa berkurang.


Dijelaskan bahwa kebijakan-kebijakan itu merupakan format komitmen pemerintah untuk mengawal iklim usaha tetap kondusif sampai-sampai industri semen nasional bisa tumbuh dan berkembang.

“Kami pun mendorong penganekaragaman produk dagangan dari semen serta penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) semen secara wajib,” tambahnya.

Di samping itu, Kemenperin pun meminta pelaku industri semen di domestik untuk membina ekosistem inovasi, supaya kualitas semen Indonesia lebih kompetitif dan unggul di tengah kompetisi yang semakin ketat. Persaingan antara sesama industri semen, baik tersebut di pasar tingkat nasional maupun global.

Menurutnya inovasi itu nantinya akan membawa keuntungan untuk perusahaan bersangkutan sebab dapat menambah efisiensi pabrik atau optimalisasi proses produksi supaya mencapai hasil maksimal. Hal itu ia yakini bisa mengatasi keunggulan produksi semen nasional.

“Industri semen diinginkan dapat mengerjakan transformasi cocok dengan pertumbuhan teknologi terkini di era revolusi industri 4.0 yang bisa diterapkan secara bertahap,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan dari Airlangga, keberlanjutan pabrik semen sebagai slah satu industri strategis perlu dipertahankan karena dapat membawa efek berganda untuk perekonomian wilayah dan nasional. Efek dimaksud laksana penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil berbasis semen yang dapat dikembangkan.

“Industri semen adalahindustri yang bisa mendorong penumbuhan industri lokal terutama untuk industri barang dari semen,” imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar