Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Grafika - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 26 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Grafika


Industri Percetakan Diproyeksi Tumbuh 5% pada Tahun Ini


Perkembangan Teknologi - Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) memproyeksikan industri grafika bakal tumbuh selama 10% pada akhir tahun. Pertumbuhan itu ditopang dengan adanya pemilihan umum dan perkembangan industri rumahan.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PPGI Ahmad Mughira Nurhani menuliskan salah satu pendorong perkembangan tersebut ialah permintaan pencetakan surat suara guna pemilihan umum (Pemilih) kursi legislatif dan eksekutif. 
Menurutnya, pemerintah mengerjakan lindung nilai harga kertas guna mengantisipasi fluktutuasi harga kertas yang berdenominasi dolar Amerika Serikat.
Kami dari jauh-jauh hari telah rapat antara Kementerian Perindustrian, KPU [Komisi Pemilihan Umum], APKI [Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia] dan PPGI menyepakati harga kertas suara dengan harga khusus," ujarnya untuk Bisnis, Selasa (5/3/2019).


Mughi menambahkan hasil rapat tersebut ditetapkan bahwa harga kertas guna kertas suara ialah Rp14.000--Rp14.500 per kilogram. Adapun, ujarnya, harga kertas ketika ini dibanderol di kisaran Rp15.000--Rp16.000 per kilogram.
Menurutnya, harga kertas eksklusif tersebut sudah disesuaikan dengan perkiraan KPU. Di samping itu, lanjutnya, APKI setuju guna menyiapkan 45.000 ton kertas untuk keperluan surat suara. Dengan kata lain, KPU mengucurkan dana selama Rp630 miliar--Rp652 miliar guna surat suara dalam Pemilu tahun ini.


Mughi menyampaikan pendorong perkembangan industri lainnya datang dari lonjakan permintaan percetakan kemasan. Menurutnya, menggeliatnya industri rumahan bakal berkontribusi lumayan besar terhadap penambahan industri percetakan pada tahun ini.

Percetakan Buku Menurun

Di sisi lain, Mughi berujar masih terdapat mismatch antara perkiraan yang disiapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan harga kertas di pasaran. Mughi menguraikan Kemendikbud memperhitungkan harga kertas sebanyak Rp13.000 per kilogram. Artinya, ada perbedaan selama Rp2.000--Rp3.000 terhadap harga kertas di pasaran.
Asosiasi, ujarnya, telah mengayunkan surat untuk Kemendikbud untuk merundingkan penyesuaian harga tersebut. "Mudah-mudahan bila Kemendikbud dapat duduk bareng APKI, dapat di-share harga kertas eksklusif untuk kitab pelajaran."
Mughi mengemukakan pada ketika ini permintaan percetakan kitab pelajaran masih landai. Pasalnya, lanjutnya, permintaan kitab pelajaran seringkali masuk sebulan sebelum tahun doktrin baru dibuka pada Juli.


Namun demikian, ujarnya, Asosiasi memperkirakan permintaan buku doktrin pada tahun ini melulu untuk mengubah buku doktrin yang bobrok alih-alih peningkatan buku doktrin baru.
Mughi mensimulasikan dari 1.000 buku doktrin di satu sekolah, buku doktrin rusak melulu akan berkisar 30--200 eksemplar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar