Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Hasil Pertanian - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Jumat, 28 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Hasil Pertanian

2

ROBOPARK

SARI Teknologi mendirikan sebuah wahana edukasi industri 4.0 dengan luas 1.200sqm yang dapat dinikmati oleh semua kalangan dan jenjang pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak sampai dengan Universitas. Dalam wahana edukasi industri 4.0yang dikenal dengan ROBOPARK yang bertempat di Baywalk Mall Lt. 5, Jakarta Utara, setiap pengunjung dapat belajar serta menikmati lebih dari 10 (sepuluh) wahana edukasi industri 4.0 yang ada di dalamnya. 

Pembelajaran yang diberikan berbentuk pengalaman dan aktivitas inovasi seperti mengoperasikan, mencoba, membuat, merakit, menikmati, dan mampu menyimpulkan teknologi robotika, otomasi, kecerdasan buatan, kendaraan otonom, 3D printer,internet of things, augmented reality, virtual reality, dan block chain, dalam bentuk kunjungan, praktikum, workshop,games, dan show robot.



------------------------


Agropreneur Bisnis Pertanian yang Menguntungkan


Hasil gambar untuk agropreneur

Perkembangan Teknologi Hasil Pertanian | Di Indonesia, agrobisnis atau bisnis pertanian menjangkau puncak kejayaan di era tahun 1980-an dan membawa nusantara berhasil berswasembada pangan. Sayangnya, kesuksesan ini tidak memberi tidak sedikit pengaruh terhadap perkembangan ekonomi dalam negeri. Hal ini disebabkan seiring dengan berjalannya waktu, profesi petani dirasakan tidak lagi unik dan menjanjikan masa mendatang cerah untuk generasi muda penerus bangsa.

Maraknya usulan mengenai entrepreneurship sedikit tidak sedikit juga memberikan akibat positif untuk sektor agrobisnis. Hal ini ditandai dengan kelahiran sosok-sosok Agropreneur, yakni wirausaha yang memanfaatkan kesempatan industri bisnis pertanian. kita tertarik guna menjadi seorang Agroprenuer? Berikut serba-serbi yang mesti dipelajari terlebih dulu.


Tantangan bisnis di bidang pertanian

Sebagai negara agraris, pada dasarnya sektor pertanian Indonesia dapat menyerahkan keuntungan yang besar andai dapat dikelola dengan baik. Sebagai cerminan sederhana, lahan pertanian terdaftar ada sejumlah 7,1 hektar yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sayangnya, belum seluruh lahan dikelola secara optimal, sampai-sampai keuntungan yang didapat oleh petani dan pelaku bisnis di sektor pertanian belum bisa dimaksimalkan.

Kondisi ini diprovokasi oleh mindset pelaku sektor pertanian yang melulu berkutat pada usaha menambah produktivitas lahan pertanian, pemanfaatan perangkat dan mesin pertanian modern, sampai metode-metode penentuan harga komoditas. Padahal, kesempatan bisnis pertanian masih dapat dikembangkan lebih jauh lagi. Berbekal teknologi dan internet, Anda dapat memasarkan produk pertanian secara langsung tanpa mesti melewati jalur penyaluran yang panjang.

Bahkan ketika ini Kementerian Pertanian melewati Ditjen PSP sudah mempermudah akses petani menemukan informasi terkini melewati situs sah www.psp.pertanian.go.id . Melalui sebanyak informasi berhubungan pemilihan bibit, pola tanam, kiat pemupukan dan irigasi, sampai perawatan lahan pertanian pasca panen dapat didapatkan dengan mudah. Oleh sebab itu, kita yang hendak terjun secara langsung sebagai seorang Agropreneur sejati dianjurkan untuk banyak-banyak menggali sumber referensi dan up-to-date terhadap pertumbuhan teknologi terkini.


Ketertarikan generasi muda terhadap bisnis pertanian

Meski bisnis di bidang pertanian menjanjikan deviden yang lumayan besar, sayangnya melulu sekitar 12,87% generasi muda Indonesia yang aktif berkecimpung pada sektor agrobisnis. Sementara 87,13% sisanya masih didominasi oleh generasi lanjut. Inilah yang menjadi kegiatan rumah untuk seluruh masyarakat nusantara dalam menumbuhkan motivasi Agropreneur muda demi keberlangsungan sektor pertanian di Indonesia.

Harapannya, Agropreneur muda dapat beraksi lebih kreatif dalam memanfaatkan kesempatan yang terdapat di tengah kompetisi lapangan usaha yang semakin ketat. Dibesarkan di era digital tentu menciptakan Agropreneur muda lebih akrab terhadap pemakaian gadget dan internet, sampai-sampai akses untuk menjual hasil pertanian di ranah pasar yang lebih luas dapat tercapai secara optimal. Dengan begitu, risiko tumbuhan panen busuk sebab tidak dapat diubah dengan baik bisa dihindari.


Dukungan Kementan guna Agroprenur muda

Agropreneur muda pada dasarnya bergantung pada angka partisipasi milenial Indonesia di bisnis pertanian. Inilah yang menciptakan Kementerian Pertanian (Kementan) siap memberikan sokongan dengan memfasilitasi generasi muda yang hendak terjun di sektor agrobisnis. Kebijakan ini menurut pada Undang-Undang No. 19 Tahun 2013, mengenai Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban memfasilitasi pembiayaan dan permodalan Usaha Tani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar