Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Robot - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Sabtu, 22 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Robot


ROBOPARK INDONESIA

Perkembangan Teknologi Robot | Revolusi industri 4.0 yang dimulai sejak 2011 memasuki babak baru saat ini dengan berkembangnya teknologi robotika, otomasi, kecerdasan buatan, kendaraan otonom, 3D printer, internet of things, augmented reality, virtual reality, danblock chain yang berdampak luas terhadap hidup manusia di seluruh dunia. Revolusi industri terkini mendorong sistem otomatisasi di seluruh proses aktivitas.

Teknologi internet yang semakin luas tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia, tetapi juga telah menjadi basis bagi aktivitas perindustrian, pendidikan, sosial, bahkan transaksi perdagangan. 


Oleh karena itu, SARI Teknologi mendirikan sebuah wahana edukasi industri 4.0dengan luas 1.200sqm yang dapat dinikmati oleh semua kalangan dan jenjang pendidikan mulai dari tingkat Taman Kanak sampai dengan Universitas. Dalam wahana edukasi industri 4.0yang dikenal dengan ROBOPARK yang bertempat di Baywalk Mall Lt. 5, Jakarta Utara, setiap pengunjung dapat belajar serta menikmati lebih dari 10 (sepuluh) wahana edukasi industri 4.0 yang ada di dalamnya. 

Pembelajaran yang diberikan berbentuk pengalaman dan aktivitas inovasi seperti mengoperasikan, mencoba, membuat, merakit, menikmati, dan mampu menyimpulkan teknologi robotika, otomasi, kecerdasan buatan, kendaraan otonom, 3D printer,internet of things, augmented reality, virtual reality, dan block chain, dalam bentuk kunjungan, praktikum, workshop,games, dan show robot.

---------------------------------------------------------------------------------------------

Pemprov Riau Batalkan Kerjasama Pengembangan Aplikasi e-LAPOR dengan Telkomsel


Perkembangan Teknologi Robot | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengurungkan kerjasama pengembangan software pengaduan masyarakat berbasis online (e-LAPOR) dengan pihak Telkomsel.

Pembatalan kerjasama tersebut sebab Pemprov Riau menilai sistem yang ditawarkan Telkomsel tidak cocok dengan destinasi awal.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Yogi Getri menuliskan memang tadinya Pemprov Riau ingin berkolaborasi dengan pihak Telkomsel untuk membuat sebuah sistem software untuk memfasilitasi pengaduan masyarakat.


Sistem ini, dirancang dapat terkoneksi langsung dengan perlengkapan seluler kepunyaan Gubernur Riau Syamsuar dan Kepala Dinas bersangkutan.

"Artinya bila ada pengaduan masuk mengenai infrastruktur, maka kepala dinas berhubungan dan Pak Gub pun menerima pesan itu. Jadi rancangan mula yang hendak kita kerjasamakan tersebut memang terkoneksi. Baik dinas berhubungan dan Pak Gub bakal dikirim notifikasi," kata Yogi untuk wartawan saat didatangi menjelang ibadah Sholat Jumat, (21/6/2019) di Pekanbaru.

Dikatakan Yogi, sejumlah waktu kemudian pihaknya telah memfasilitasi perwakilan dari Telkomsel guna bertemu langsung dengan Syamsuar di Kediaman.


Namun, hasil presentasi yang dilaksanakan oleh pihak Telkomsel ingin mengedepankan bisnis, sampai-sampai tidak tertarik untuk Syamsuar guna melanjutkan kerjasama tersebut.

"Kita menyaksikan memang kepentingan bisnis mereka lebih dominan. Di software itu saja ketika dimulai lebih mendominasi logo Telkomsel. Sementara sistem ini muncul bertujuan guna memfasilitasi keluhan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah," sebut Yogi. 

Menurutnya, dalam ulasan di lokasi tinggal waktu itu, pun sempat dibicarakan mengenai besaran ongkos yang bakal dikeluarkankan, dengan total sebesar Rp500 juta.

Sementara, Syamsuar menilai bahwa andai e-LAPOR diciptakan dengan sistem software yang ditawarkan Telkomsel maka berpotensi akan menciptakan masyarakat kesulitan, karena untuk di Provinsi Riau sendiri masih tidak sedikit warga yang gagap teknologi.


"Karena untuk dapat membuat aduan dalam software itu mereka mesti download, lantas mendaftarkan akun dengan mengisi sejumlah form barulah dapat memberikan masukan. Ini tidak masuk sama Pak Gub, sebab masyarakat ini belum seluruh mengerti," ungkapnya.

Yogi mengatakan, sedangkan ini sistem e-LAPOR yang ketika ini dipakai masih sistem manual.

Dimana, pesan aduan yang diterima Riau dari masyarakat masih ditampung dalam sistem Diskominfotik Riau guna diteruskan ke pihak dinas berhubungan dan Gubernur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar