Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi yang Lambat Dapat Menyebabkan Kelangkaan - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Sabtu, 01 Juni 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi yang Lambat Dapat Menyebabkan Kelangkaan

Gambar terkait
Pertamina Berdigitalisasi



Penerapan Sistem Digilalisasi di Seluruh Indonesia

Perkembangan Teknologi | Dalam masa-masa dekat, Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan merealisasikan sistem digitalisasi. Pertamina mengklaim, digitalisasi untuk menambah atok BBM di SPBU dan menyokong program pengurangan transaksi nontunai.

PT Pertamina (Persero) menargetkan sangat lambat pada Juni 2019, semua Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berjumlah 5.850 outlet sudah merealisasikan digitalisasi. Hal tersebut untuk menambah kepastian stok BBM di masing-masing SPBU dan menyokong program pengurangan transaksi nontunai (cashless).


Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati mengatakan, sangat lambat Juni sistem digitalisasi bakal diberlakukan di 5.750 outlet. Hingga sekarang baru 350 SPBU yang telah digitalisasi, nanti di akhir Maret ditargetkankan 3.000 outlet sampai-sampai semua mesti berlalu di akhir semester ini.

“Dengan demikian seluruh arus data masuk-keluar BBM di outlet-otlet SPBU semua Indonesia akan terdaftar secara real time,” kata Nicke, saat menemani Menteri BUMN, Rini Soemarno meninjau penerapan digitalisasi SPBU di Palembang, seperti dikutip Kumparan, Minggu (17/2/2019).

Dia menjelaskan, proses digitalisasi dilaksanakan dengan teknik memasang perlengkapan digital pada kran distribusi BBM ke kendaraan (nozzle) sampai-sampai jumlah BBM yang terjual dapat terdaftar secara akurat. Data ini bakal terhubung ke pusat data Pertamina sampai-sampai SPBU yang telah minim stoknya bakal terpantau secara otomatis. Sehingga, untuk Pertamina ini bakal menjadi warning guna segera dilaksanakan pengiriman.


Dengan begitu, pelayanan ke masyarakat bakal semakin meningkat sebab potensi terjadinya kelangkaan BBM sampai menyebabkan atrean bakal berkurang. “Selain tersebut masalah keamanan, sebab selama ini tidak sedikit pembayaran cash di SPBU. Dengan adanya digitalisasi ini maka bakal lebih aman,” katanya.

Sementara itu, Menteri BUMN RI, Rini Soemarno mengatakan, adanya data real time penjualan BBM dan tangki penyimpanan akan mempermudah pemerintah dalam memungut keputusan berapa tidak sedikit harus mengimpor minyak.

“Saat stok di kilang anda menipis, tentunya mesti impor. Dengan adanya data ini, anda tidak impornya keunggulan atau kelemahan sehingga masyarakat akan tidak jarang kali tersedia BBM-nya di mana juga berada,” katanya.

Menurutnya, destinasi digitalisasi ini untuk memahami jumlah Bahan Bakar Kendaraan (BBK) yang tersalurkan ke konsumen dan pun mengetahui ketersediaan seluruh jenis BBK secara nasional. Pada sisi lain, masyarakat juga dapat melakukan transaksi digital dengan seluruh produk duit elektronik yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar