Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 2020 - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 22 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memperkenalkan pengkodean



Perkembangan Teknologi | Pemerintah Singapura merealisasikan program Code For Fun (CFF) guna mencetak lebih tidak sedikit talenta digital untuk menyesuaikan diri dengan pertumbuhan teknologi. Karena itu, semua siswa sekolah dasar (SD) di Singapura bakal mempelajari pemrograman alias coding pada 2020.

Program itu dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Otoritas Pengembangan Media Infocomm (IMDA). CFF tengah diuji jajaki di sejumlah SD di Singapura, tahun ini. Setelah menjalani ujian kelulusan Primary School Leaving Examination (PSLE), murid mendapat pelajaran tentang pemrogaman sekitar 10 jam. 


Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura S Iswaran mengatakan, negaranya hendak membangun ekonomi digital. “Ini ialah visi borongan kami untuk membuat digitalisasi yang inklusif, sampai-sampai bermanfaat untuk semua penduduk Singapura,” katanya dilansir dari The Independent, Jumat (12/7). Apalagi, menurutnya terdapat dua hal urgen yang mesti diantisipasi ketika ini. Pertama, pertumbuhan teknologi. Kedua, potensi perang dagang laksana yang terjadi antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).

Karena itu, menurut keterangan dari dia, pengembangan kualitas sumber daya insan (SDM) menjadi urgen untuk dilakukan. “Kami mesti dapat menanggapi hal-hal yang tidak tersangka dan pun mengambil kesempatan tak terduga ketika bergerak maju. Kami mesti beradaptasi dengan realitas baru,” katanya.

IMDA menjelaskan, CFF akan merangkum pembelajaran berhubungan bahasa pemrograman berbasis visual, laksana Scratch. Konsep itu akan digabung dengan kit robot, laksana Lego WeDo, MoWay, dan mikrokontroler. Dengan begitu, empiris siswa dalam belajar pemrogaman menjadi lebih menarik. Di samping pemrogaman, murid di Singapura bakal mempelajari ketenteraman siber melewati Singapore Cyber Youth Programme (SG Cyber Youth). 


Program itu akan mencapai 10 ribu murid sekolah menengah. Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluangkan 20 ribu beasiswa melewati program Beasiswa Digital Talent 2019. Program ini merangkum kecerdasan produksi (artificial intelligence/AI), analisis big data, ketenteraman siber, mesin pembelajar (machine learning), komputasi awan (cloud) dan kepandaian digital, internet of things (IoT), pemrogaman, serta desain grafis dan animasi.

McKinsey menuliskan, terdapat selisih sembilan juta SDM antara ketersediaan dengan keperluan industri bidang teknologi di Tanah Air sampai 2030. Itu artinya, Indonesia diproyeksi kelemahan talenta digital 600 ribu per tahun.

Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan, talenta di bidang digital semestinya diajar sejak sedini mungkin. "Saya iri dengan Singapura. Sejak pre-school mereka didorong guna belajar pemrogaman, dengan beranggapan sesuai logika. Waktu tidur mereka masuk ke bus guna utak atik program," katanya, pada mula tahun ini.

Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyisipkan pelajaran pemrogaman dalam silabus di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk edukasi dasar. Bagi di perguruan tinggi, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) didorong untuk menciptakan program studi (prodi) berhubungan teknologi. "Pemerintah siapkan seluruh ini agar terintegrasi," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar