Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 4.0 di Indonesia - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 22 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi 4.0 di Indonesia



Perkembangan TeknologiPerkembangan teknologi informasi mendorong evolusi zaman yang semakin pesat. Pada era revolusi industri 4.0, kita barangkali sering mendengar istilah Internet of Things (IoT).

Ke depannya, potensi market place dari IoT ini bakal semakin besar. Untuk tersebut pemerintah sendiri telah mempermaklumkan program Making Indonesia 4.0 yang di antara komponennya merupakan IoT. Melansir laman ITB, Jakarta, Minggu (21/7/2019), IoT sendiri dapat ditafsirkan sebagai kegiatan antara insan dan benda (things), benda dengan benda, laksana sensor, robot, platform, dan cloud yang terhubung melewati protokol komunikasi standar guna saling menerima atau mengantarkan informasi sampai-sampai memungkinkan proses kerja tertentu menjadi lebih efisien.


Berdasarkan keterangan dari Prof.Dr.Ir. Suhono Harso Supangkat M.Eng., Guru Besar pada KK Teknologi Informasi, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, potensi IoT di Indonesia sangatlah besar. Namun pasti saja, di samping ada peluang pun ada kendala yang mesti dihadapi, contohnya masalah pemerataan infrastruktur jaringan dan situasi geografi. 

Dia menerangkan, ada sebanyak komponen dalam pengembangan IoT yang paling berpengaruh, kesatu ialah manusia. Komopnen ini merangkum SDM yang dapat mendukung pengembangan IoT, akibat IoT untuk dunia kerja di masa depan, dan perubahan kebiasaan yang disebabkan oleh kehadiran IoT. 


Kemudian yang kedua ialah teknologi. Komponen ini merangkum bagaimana benda-benda laksana sensor, cloud, platform, robot dan lainnya terhubung melewati protokol dan algoritma tertentu. Dan ketiga ialah tata kelola. Dalam aspek ini komponennya merangkum regulasi, model bisnis, dan pengembangan peran antar setiap pihak yang berkepentingan dalam pengembangan IoT di Indonesia.

 “Indonesia ketika ini sedang gencar-gencarnya dalam pengembangan IoT sebagai di antara wujud dari rencana Making Indonesia 4.0, di mana dengan IoT, masing-masing hal dapat saling berkoneksi atau terhubung satu sama lainnya,” kata Prof. Suhono diwawancara Humas ITB belum lama ini.

Berdasarkan keterangan dari Prof. Suhono, cepat atau lambatnya pertumbuhan IoT di Indonesia diprovokasi oleh kualitas SDM di sebuah wilayah. Namun Indonesia telah menargetkan potensi pasar IoT di tahun 2022 dan 2025 hingga triliunan rupiah. “Penerapan IoT di Indonesia dapat diterapkan dalam aspek transportasi, mobil listrik, kesehatan, dan lingkungan,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar