Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Animasi 3d - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Senin, 22 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Animasi 3d



Perkembangan Teknologi | Terdapat lima tontonan dari Netflix dengan tema utama teknologi, baik berupa serial televisi maupun film, yang bisa menjadi hiburan pada akhir pekan. 

Lima tontonan rekomendasi Tirto kali ini menampilkan cerminan kemajuan teknologi yang memiliki akibat beragam. Dalam Black Mirror, pertanyaan tentang faedah teknologi dalam masyarakat canggih dicuatkan dengan teknik yang unik. Sementara tersebut dalam Altered Carbon, teknologi diperlihatkan mampu mewujudkan "impian" manusia: menimbulkan kembali sosok yang tubuh fisiknya.


Berikut ini susunan tontonan Netflix rekomendasi Tirto dan ringkasannya.

1. Black Mirror: Season 5

Black Mirror ialah serial televisi karya Charlie Brooker yang pada 2019 telah masuk ke musim kelima. Black Mirror mencerminkan upaya insan dalam membina hubungan di tengah-tengah software ponsel pintar, realitas maya, sampai kecerdasan buatan. Pertanyaan besar yang muncul ialah sejauh apa teknologi menjadi candu untuk manusia. Seperti musim-musim sebelumnya, akan tidak sedikit kejutan tak tersangka dalam cerita.

Baca juga : Aturan Crypto Money yang ketat, harga Bitcoin turun 10 persen

2. Altered Carbon

Diadaptasi dari novel berjudul sama karya Richard K. Morgan, serial televisi Altered Carbon mengisahkan suasana dunia pada 300 tahun mendatang. Saat tersebut teknologi sudah paling maju. Kesadaran dan memori manusia, dinamakan stack, dapat ditabung secara digital dan bisa ditransfer ke tubuh baru.

Dalam kehidupan sebelumnya, Takeshi Kovacs (Joel Kinnaman dan Anthony Mackie) ialah prajurit elite antarplanet. Suatu hari, dia kalah dalam pertempuran melawan rezim dunia baru sampai-sampai kesadarannya dibekukan oleh musuh. Ia dihidupkan pulang untuk menolong memecahkan misteri di balik pembunuhan Laurens Bancroft, seorang konglomerat.

Dalam serial ini, tidak sedikit adegan drama yang intens, pertarungan, dan baku tembak. Altered Carbon menawarkan visualisasi unik tentang peran teknologi dalam mewujudkan hidup baru sesudah kematian, dengan mentransfer kesadaran seseorang ke tubuh yang berbeda.

3· Love, Death & Robots

Jika hendak melihat kombinasi genre rekaan ilmiah, fantasi, horor dan komedi dalam satu paket, serial Netflix Love, Death & Robots dapat jadi pilihan.

Koleksi animasi guna dewasa dengan durasi masing-masing episode yang berkisar 5-20 menit ini gampang untuk ditonton, tetapi susah untuk dilupakan. Premis utamanya merupakan kehidupan di dunia futuristis, lokasi robot hidup bersebelahan dengan manusia.

Love, Death & Robots adalahkarya David Fincher, Tim Miller, Jennifer Miller, dan Josh Donen. Orang-orang di belakang serial ini adalahanimator ruang belajar dunia. Setiap episodenya berdiri sendiri, dengan gaya animasi maupun tema yang beragam.

Beberapa cerita antara lain, sekian banyak  skenario konyol kematian Hitler, segerombolan siborg perampok, suatu peradaban mengherankan yang terbentuk di dalam kulkas, serta seorang astronot yang mesti memilih antara hidup (tetapi kehilangan anggota tubuhnya) atau mati. 

Semua cerita ini dilukiskan dengan gaya yang unik: mulai dari animasi 2D yang surealis dan sarat warna, sampai animasi 3D yang begitu rinci sehingga anda serasa tengah menonton serial yang dibintangi aktor manusia.

4. iBoy

Seiring pertumbuhan zaman, pemakaian Augmented Reality (AR) makin marak. Sampai teknologi AR diandalkan  akan berperan besar di kehidupan masa depan. Serial Netflix Original iBoy karya sutradara Adam Randall menyuruh kita berimajinasi mengenai wujud teknologi AR di puncak kematangannya.

Mulanya, Tom (Bill Milner), remaja 16 tahun yang baru saja sadar dari koma. Dia diberi tahu bahwa sebanyak serpihan dari ponsel pintarnya tak sengaja tertanam di otaknya, setelah suatu insiden kekerasan yang pun melibatkan Lucy (Maisie Williams), gadis yang ia sukai di sekolah.

Sembari Tom mencairkan diri dan berupaya melanjutkan rutinitasnya, dunia serasa terjungkir balik. Dia sekarang dapat mengendalikan teknologi lewat pikirannya. Tidak melulu itu, Tom juga dapat memvisualisasikan proses kerja komputer dalam wujud AR. 

Kisah berlanjut pada opsi Tom guna kembali ke hidupnya yang lama, atau menjawab dendam atas perlakuan kumpulan orang yang menyakiti temannya.

Tom akan membawa kita berimajinasi tentang bisa jadi munculnya siborg atau insan setengah mesin -- dan seberapa dalam ponsel pintar dapat tertanam di serat-serat kehidupan kita.

5· Ghost in The Shell

Film Ghost in the Shell ialah adaptasi manga karya Masamune Shirow. Dalam film ini, teknologi diperlihatkan tidak hanya dominan  positif guna manusia, namun juga dominan  negatif ketika dipakai untuk terorisme. Dengan teknologi yang canggih, teroris bisa meretas pikiran.

Untuk menghentikan durjana itu, prajurit siborg mempunyai nama Motoko Kusanagi/ Mira Killian (Scarlett Johansson) dibuat dari tubuh manusia. Seluruh hidupnya didedikasikan guna misi tersebut.

Ketika dalam persiapan menghadapi musuh baru dan menjalankan tugasnya, Motoko memahami bahwa kehidupannya sebagai insan telah dirampas, dan ingatannya dihapus. Dengan keterampilan barunya, ia tidak menyerah sebelum ia mengejar kembali masa lalunya dan mengungkap dalang yang mengubahnya menjadi mesin.

Disutradarai oleh Rupert Sanders, Ghost in the Shell memperlihatkan dunia yang sarat dengan teknologi mutakhir. Tak kalah penting, akting bagus Scarlett Johansson semakin meningkatkan nyata sosok tentara siborg berjiwa lembut di film ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar