Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Hidroponik - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 03 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Hidroponik




Perkembangan Teknologi Hidroponik | Berkunjung ke acara pameran Halal yang diadakan diKawasan Senayan, Jakarta Pusat. Terlihat banyaknya orang berbondong menginjak event tersebut, dari anak kecil hinggalanjut usia. Mereka berpengaruh memakai baju berbahan panjang sampai menutupi mata kaki dan lengan atas atau biasa dinamakan gamis, baik wanita maupun laki-laki.

Acara Halal ini tidak dipungut ongkos apa pun, masing-masing orang yang inginkan masuk melulu mengisi eksemplar isian data diri berupa nama, alamat, telepon, dan e-mail. Di dalamnya ada tidak sedikit stand penjualan, mulai dari produk lokal Jakarta sampai produk – produk wilayah yang terdapat di Indonesia.


Produk yang ditawarkan pun macam-macam. Ada yang memasarkan makanan, obat-obatan herbal, hasil pertanian, dan stand pengenalan tujuan yang terdapat di distrik tersebut.Di samping itu, ada pun sebagian yang memperhatikan kajian keagamaan.

Setelah berkeliling, ada satu stand yang tidak asing untuk pandangan mata, yaitu tumbuhan hidroponik. Tanaman ini berdiri kokoh menyeluruh dengan pipa sebagai penyanggahnya. Beberapa pengunjung mulai mendekati tumbuhan tersebut. Tampak dari raut wajah mereka mengindikasikan rasa hendak tahu tentang proses penanaman dengan sistem hidroponik.

Siapa juga boleh bertanya atau sekadar melihat-lihat tumbuhan tersebut, dengan sayarat telah memenuhi data diri, laksana nama, alamat, dan tanda tangan.

“Di sini kami mengekor partisipasi pameran Agro and Fooddengan konsentrasi utama mengembangkan urban farming di Jakarta. Kita mengenalkan teknologi budidaya hidroponik,” ujar Iwan Indryanto, selaku Kepala Seksi Pengendalian Mutu dan Agri Bisnis, Bidang Pertanian, Dinas Ketahan Pangan, Kelautan dan Pertanian, Provinsi DKI Jakarta.


Iwan menambahkan, di Jakarta sekarang sistem pertaniannyabukan lagi berbasis lahan, namun berbasis ruang sebab lahan di Jakarta telah kian menyempit. Oleh sebab itu, pada peluang pameran kali ini menjadi urgen untuk mengenalkan hidroponik untuk masyarakat luas pada lazimnya dan masyarakat Jakarta pada khususnya.

Pada jurnal “Pemanfaatan Lahan Sempit Dengan Sistem Hidroponik Sebagai Usaha Tambahan Untuk Ibu Rumah Tangga” oleh Sasmita Sari dan Dimas Bastara Zahrosa, Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Abdurachman Saleh menyebutkan, pertanian adalahsektor yang penting untuk masyarakat Indonesia. Namun, seiring pertumbuhan teknologi sektor industri yang tersebar, dapat menggeserlahan pertanian yang ada sampai-sampai lahan menjadi sempit.

Penyebaran hidroponik di Jakarta telah menyentuh kalangan milenial karena tidak sedikit keuntungan yang didapat saat membudidayakan tumbuhan ini. “Hemat lahan, irit waktu, secara kualitas bobot dari hasil ini telah terjamin. Warga yang mengkomsumsi tumbuhan ini paling tidak dia tahu bahwa ini sayuran sehat,” tambah Iwan seraya tersenyum.


Perbedaan tumbuhan hidroponik dengan tumbuhan konvensional ternyata tidak terlampau mencolok. Asal dua-duanya tidak gunakan pestisida maka hasilnya aman guna dikonsumsi.

Iwan pun mengatakan, bila hasil dari hidroponik bisa jadi besar pemakain pestisidanya rendah, tapi bila dengan tanah terkadang pemakaian pupuk pestisidanya tidak dapat dikontrol. Kalau juga tidak gunakan pestisida, namun ditanam di pinggir jalan besar bisa jadi akan terpapar timbal yang berasal dari kendaraan.

Meski begitu, masyarakat masih butuh penyuluhan yang lebih luas mengenai teknik penanaman hidroponik secara rutin, supaya tujuan mengembangkan urban farming melewati tanaman hidroponik sebagai pertanian berbasis ruang di distrik perkotaan yang minim lahan menjadi tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar