Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Informasi di Dunia - PERKEMBANGAN TEKNOLOGI 2 | TECHNOLOGY

Breaking

Rabu, 03 Juli 2019

Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Informasi di Dunia


Seberapa Layak dan Efektif Internet Untuk Anak


Hasil gambar untuk teknologi dan anak

Perkembangan Teknologi Informasi di Dunia | Perkembangan teknologi informasi terutama internet seperti mata pisau yang tajam. Berselancar di dunia maya seakan menciptakan dunia nyata semakin kecil saja. Satu sisi bermanfaat, sedangkan disisi yang beda benyak berisi konten negatif. Tergantung orang yang memanfaatkannya.

Industri cerutu pun menjadikan internet sebagai ladang iklan dan promosi demi kepentingan usaha. Menyikapi urusan ini, dilansir dari antaranews.com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menilai internet di Indonesia belum pantas anak sebab masih terdapat iklan cerutu yang gampang diakses dan disaksikan anak-anak. Kemenkes (Kementerian Kesehatan) dan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan informatika) pun sedang membicarakan bersangkutan regulasi pembatasan iklan cerutu di media sosial.


Pemblokiran iklan cerutu di media sosial diinginkan mampu menurunkan prelevansi merokok terutama anak-anak dan remaja. Namun disisi beda mereka melupakan bahwa bahaya internet untuk anak-anak bukan sekedar sebab iklan cerutu semata, namun masih tidak sedikit yang lain seperti konten porno dan konten yang berisi syirik.

Sementara, dalam Islam media mewujudkan kegunaannya sebagai sarana pendidikan dan informasi. Perlu anda sayangkan tidak sedikit orang tua memberikan kemerdekaan anak dengan memberikan kemudahan internet dan HP tanpa diimbangi dengan pengarahan, bimbingan, pemantauan serta edukasi berupa kesadaran bakal jati dirinya dalam kehidupan. Menanamkan aqidah islam bakal menjadikan anak tumbuh berkembang didasarkan pada aqidah tersebut.

Aqidah islam akan dapat melahirkan jiwa anak tidak jarang kali terikat dengan syariatNya dan fobia melanggar aturan yang sudah digariskan oleh Allah. Ketika anak mengakses internet, maka aqidah islam yang sudah “terinstal” dalam dirinya bakal menjadi filter sekaligus anti virus sehingga dapat mengoperasikan internet dengan membuka konten-konten yang sehat.


Menanamkan aqidah untuk anak saja tidaklah cukup. Perlu terdapat perlindungan lagi yakni kontrol masyarakat dan partai politik serta peran Negara. Ketiga perlindungan ini mesti berlangsung secara saling menyatu.

Dimensi kesatu disepertikan oleh orang tua terutama ibu. Begitu pula peran masyarakat dan partai politik mengerjakan tindakan kontrol/muhasabah, amar ma’ruf nahi mungkar. Perlindungan terakhir dan menjadi garda terdepan ialah peran Negara yang sungguh-sungguh amanah mengayomi anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar